Trekking di Kalibiru

Rumah mertua saya terletak di Wates, Kulon Progo, Yogyakarta. Saat mudik Lebaran, kami sekeluarga mencoba jalan-jalan ke objek wisata Kalibiru.

Mungkin urban mama pernah melihat tentang Kalibiru di media sosial. Kalibiru menjadi terkenal karena pemandangan dan spot foto di atas pohon yang tinggi. Untuk menuju Kalibiru, dari kota Wates kami tinggal mengambil arah Waduk Sermo dan nanti banyak petunjuk jalan yang mengarahkan ke Kalibiru. Sepanjang perjalanan, di kiri dan kanan kita disuguhi dengan pemandangan hutan beserta pepohonan hijau.  Dari Wates mungkin hanya butuh waktu kurang lebih setengah jam untuk sampai ke sini. Kalibiru sendiri sebenarnya menyuguhkan wisata trekking di bukit di atas ketinggian 450 mdpl. Nah berikut beberapa hal sekaligus tips yang berguna jika urban mama mau berwisata ke sana:

  1. Pastikan mobil dalam kondisi layak jalan. Mengapa? Jalur menuju objek wisata ini adalah jalur ekstrem yang sudah beraspal. Jalan sempit, tanjakan curam, tikungan tajam akan kita temui sepanjang jalan. Beberapa ratus meter sebelum sampai ke pintu masuk Kalibiru, akan ada petugas yang menyetop mobil kita, dan akan mengajukan pertanyaan: sudah pernahkah ke Kalibiru sebelumnya? Jika belum petugas akan mengingatkan sekaligus menjelaskan untuk sangat berhati-hati karena curamnya tanjakan yang tadi saya ceritakan.
  2. Masuk ke Kalibiru, saat libur Lebaran kemarin, per orang biaya Rp10,000. Harga normalnya hanya Rp5.000,-. Penambahan SDM petugas selama musim liburan adalah alasan utama menaikkan harga tiket. Untuk parkir mobil biayanya Rp5.000,- per mobil.
  3. Pastikan badan fit ketika berwisata ke sini. Namanya trekking naik bukit, sudah pasti jalur yang kita tempuh dengan berjalan kaki ya terdiri dari tanjakan. Karena kami membawa balita, cukup ngos-ngosan juga terutama karena si bungsu minta gendong (rupanya ia capek berjalan).
  4. Di Kalibiru banyak paket wisata yang ditawarkan. Yang paling terkenal adalah paket outbond. Ada flying fox yang harganya sekitar Rp10.000,- dan yang paling terkenal adalah berfoto di spot atas pohon dengan pemandangan Waduk Sermo dan perbukitan yang indah. Kalau mau berhasil foto, datanglah pagi-pagi. Kalau sudah siang, silakan sabar mengantre. Naik ke atas pohon pun kita dilengkapi dengan harness pengaman dan dikawal guide yang siap sedia mengamankan kalau-kalau terjadi insiden jatuh yang tidak diinginkan. Setelah sampai di atas pohon, maka petugas foto pun akan mengabadikan dari bawah. Saat sampai di sana, antrean sudah panjang, saya akhirnya pun hanya berfoto dari jalur trekking dengan latar belakang pohon tersebut. Plus membawa balita, jadi sudah rempong urus ini itu. Dengar-dengar untuk sekali foto kita dikenakan biaya Rp15.000,-/orang.
  5. Jalur trekking di Kalibiru cukup terjal dan curam. Ada tanjakan ada pula turunan. Mohon ekstra pengawasan ketat dan hati-hati jika membawa balita dan anak-anak ke jalur ini. Karena selain sempit, kiri kanan pun banyak yang belum ada pagar pengaman padahal langsung berbatasan dengan jurang. Di samping itu, tanah yang kering terkadang membuat kita sering terpeleset ketika sedang berada di jalur turun. Lupakan high heels, wedges dan sejenisnya ya urban mama. Cukup gunakan sandal atau sepatu yang memang nyaman digunakan untuk trekking. Oya, trackKalibiru ini juga sangat cocok sekali bagi para penggemar Mountain Bike.

  6. Kalau sudah tidak kebagian spot foto di atas pohon, masih ada beberapa tempat yang bisa digunakan untuk ber-selfie ria. Gardu pandang adalah salah satunya. Puas rasanya melihat pemandangan hijau asri nan elok di bawah sana dari gardu ini. Di beberapa titik juga disediakan bangku-bangku yang backgroundnya tak kalah indahnya dengan spot di atas pohon. Tetap ekstra hati-hati karena bangku ditempatkan di pinggir jurang.


  7. Sepanjang jalur trekking, banyak warung tersedia. Namun hanya menjual aneka minuman, camilan, dan mie instan. Tidak ada warung yang menjual makanan berat seperti nasi, soto, dan jenis makanan berat lainnya. Selain itu, tidak perlu khawatir karena tersedia banyak toilet dan juga mushola.
  8. Jika memang ingin lebih lama menikmati objek wisata ini, banyak penginapan disediakan. Kami tidak sempat menanyakan harganya, tetapi beberapa sumber mengatakan tarifnya Rp200.000,- per malam. Rumah penginapannya cukup untuk 5-6 orang.
  9. Yang disayangkan selain pagar pembatas yang minim adalah kurangnya tempat sampah. Tempat wisata yang seharusnya nyaman, malah dipenuhi sampah yang berceceran. Semoga ke depannya Pemda setempat memperbaiki hal ini dan Kalibiru semakin menjadi tempat wisata yang selalu indah.

Kami tidak lama berada di sana walaupun sebenarnya masih ada beberapa tempat lagi yang dapat dikunjungi seperti trekking melintasi hutan dengan kawalan guide dan sebuah rumah joglo. Anak-anak sudah mulai bosan dan cranky, saatnya pulang. Senang rasanya bisa berkunjung ke Kalibiru.

Tulisan ini sudah dimuat di http://theurbanmama.com/articles/trekking-di-kalibiru.html tanggal  8 Agustus 2015.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s