Wisata Pantai Glagah

Salah satu tujuan wisata di Kabupaten Kulon Progo adalah Pantai Glagah. Pantai Glagah letaknya di Desa Glagah,  Kecamatan Temon.  Areanya terbagi menjadi dua, area umum dan khusus karena selain sebagai objek wisata umum, pantai ini juga difungsikan oleh negara kita sebagai salah satu pangkalan Angkatan Laut RI.

Ada dermaga khusus terpisah dari pantai umum, diperuntukkan bagi kapal-kapal AL yang merapat di Glagah, seperti pada foto di bawah ini.

Berkunjung ke Pantai Glagah merupakan agenda rutin tahunan kami setiap mudik ke kampung halaman. Letak Pantai Glagah hanya kurang lebih 15 menit dari rumah mertua di Wates. Memasuki kawasan ini, rasanya mirip dengan pantai-pantai di Pangandaran, di mana di sekitar kawasan pantai banyak dibuka penginapan untuk para wisatawan. Bedanya yang datang ke sini rata-rata, bahkan hampir 100% adalah wisatawan lokal alias orang Indonesia asli. Memang pantai ini bukan pantai yang terkenal di Yogyakarta layaknya Pantai Parangtritis.

Namun yang membuat Glagah berbeda dengan pantai lain di daerah Yogyakarta adalah lagunanya. Ya, ada laguna yang cukup luas di Pantai Glagah. Di laguna ini kita bisa menikmati bermain sepeda air. Dengan membayar Rp.20.000,- sudah bisa bersepeda air ria sepuasnya. Lumayan, sekalian berolahraga menguatkan betis. Area bersepeda airnya pun dibatasi dengan pagar, hanya seperempat luas laguna.



Selain bersepeda air, pengunjung juga bisa berkeliling laguna menggunakan perahu mesin, tarifnya per orang Rp.5.000,-.



Pengunjung juga dapat bermain kano dan motor ATV. Untuk bermain kano dan ATV kebetulan kami tidak mencobanya sehingga tidak tahu berapa tarif sewanya.


Di bagian ujung laguna Pantai Glagah difungsikan sebagai keramba ikan oleh masyarakat setempat.  Sementara bagian pinggir laguna yang dangkal juga bisa dimanfaatkan wisatawan untuk sekedar mengajak anak-anaknya bermain air. Karena di laguna ini tidak ada arus air yang kuat apalagi ombak, maka tergolong aman untuk bermain air.

Pantai Glagah adalah salah satu pantai di wilayah Laut Selatan yang berpasir coklat kehitaman atau disebut pasir besi. Karakter pantai ini juga akan ditemui di pantai lain yang sejajar Glagah, yaitu Bugel dan Trisik. Berbeda dengan pantai di daerah Gunung Kidul yang masih berpasir putih nan indah. Memang, wilayah Kulon Progo terkenal dengan pasir besinya yang sekaligus merupakan salah satu aset kabupaten ini.


Ada pula sebuah dermaga, atau yang sering juga disebut sea wall, yang dilengkapi begitu banyak tetrapod untuk menahan ombak. Selain laguna, sea wall ini  juga menjadi ciri khas Pantai Glagah. Bagian ini selalu ramai dikunjungi wisatawan hanya untuk merasakan sensasi ombak besar yang pecah di situ.


Untuk pengunjung dikenakan tarif masuk pantai  sebesar Rp.4.000,- per orang dan gratis untuk anak usia balita. Sepanjang perjalanan menuju bibir pantai, kita akan melewati semacam gang yang kiri-kanannya ditempati warung-warung semi permanen dan tempat bermain anak. Mulai dari warung penjual aneka makanan minuman dan souvenir, sampai aneka permainan seperti odong-odong dan kolam renang.


Di Glagah, ada banyak  operator yang berbeda yang mengoperasikan jasa kolam renang air tawar. Kolamnya sendiri terbuat dari semen berkeramik dan berukuran kecil, dilengkapi dengan perosotan dan airnya pun dangkal karena memang hanya diperuntukkan bagi anak-anak. Berenang di sini hanya dikenakan biaya Rp.5.000,- per anak sampai puas. Jika malas bermain di pantai terutama jika hari sudah panas terik, kolam renang ini bisa menjadi pilihan. Walau terbuka, tetap ada terpal yang menjadi atap sehingga anak-anak berenang tanpa kepanasan.


Jika capek dan merasa lapar, jangan takut, urban mama-papa akan menemui banyak warung makan seafood yang menyediakan menu khas ikan bakar dan sejenisnya di sekitar pantai dan laguna.

Tidak seperti di bagian lagunanya, Glagah sendiri bukanlah pantai yang bisa digunakan untuk berenang. Sebagai pantai yang langsung berbatasan dengan Samudera Hindia, ombaknya besar. Jadi di sini benar-benar tidak diperbolehkan untuk berenang. Larangan tersebut akan banyak kita temui mulai dari pintu masuk dan tersebar di semua area pantai. Tim SAR di bibir pantai selalu siaga jika terjadi insiden yang tidak diinginkan. Masih saja banyak wisatawan yang sedikit nekad dan tetap bermain air, padahal yang paling tepat adalah jangan mencoba-coba melanggar aturan ini sebab sudah banyak terjadi kasus terseret ombak dan dimuat di media massa setempat.

Satu hal yang sangat disayangkan adalah kurangnya kesadaran para wisatawan yang datang ke sini untuk menjaga kebersihan pantai. Sedih ya melihatnya, sampah di mana-mana.


Mudah-mudahan Pemda setempat semakin aware membantu mengatasi masalah ini, agar ke depannya Pantai Glagah akan semakin baik dan terkenal sebagai salah satu destinasi wisata lokal terjangkau di wilayah Yogyakarta.

Tulisan ini sudah dimuat di http://theurbanmama.com/articles/wisata-pantai-glagah.html tanggal 22 Agustus 2015.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s