Average is not a Sin

Jpeg

Jpeg

Ini adalah foto piala-piala yang sudah Alun dapatkan selama 1,5 tahun sekolah di TK. Mulai dari piala lomba busana adat Hari Kartini sampai piala lomba fun science per kelas. Setiap dapat piala, pasti saya akan tanya dia: Alun senang gak dapat piala? Anaknya sudah tentu menjawab senang.

Piala identik dengan kemenangan, entah itu kemenangan menjadi yang terunggul atau hanya menjadi si nomor 2 atau tiga. Orang tua mana yang tidak bangga anaknya lebih unggul dibanding anak lainnya? Tapi entahlah…..saya pribadi punya satu keinginan: ingin anak saya menjadi anak average saja.

Lho kok bisa? Yang paling gampang ya lihat pada diri sendiri. Waktu saya kecil, mulai dari SD sampai SMA ranking saya cuma muter-muter di antara 1-3, alias juara kelas melulu. Apa yang saya dapat? Populer sudah pasti. Jadi bahan pembicaraan satu sekolah (bangga dong ah), selalu ngetop mendadak saat dekat ulangan karena pada pinjam catatan ataupun berusaha membujuk agar bisa dapat contekan dari saya. Itu kan yang terlihat di luar ya. Di dalam? Hmmm…mau tau aja apa mau tau banget? Hehehe…Terkadang saya dilanda stress. Ketika label “unggul” atau “langganan juara kelas” sudah sekali melekat di diri kita, ada beban mental untuk mempertahankannya. Saya bukan psikolog dan kurang tau apakah ini ada penjelasan ilmiahnya, tapi fakta yang saya rasakan ya seperti itu. Saat dibilang mau ulangan, saya belajar mati-matian, karena mindset di kepala harus dapat angka yang bagus, bahkan bebas dari kesalahan. Di kala teman-teman lain tergolong santai dalam belajar, bahkan mereka banyak waktu untuk nyambi bermain, saya sebaliknya. Apalagi tahun 80an dulu, metode pendidikannya masih banyak hafalan, benar dan salah saja.
Saking stressnya saya langganan sakit maag dan yang akut waktu SMP. Sudah tau dong ya hubungan antara maag sama stress, jadi gak usahlah saya bahas lagi 🙂 Pas SMA pernah satu kali saya harus ikutan her atau mengulang ulangan karena nilai yang saya dapat jeblok. Sudah tentu, semua teman heran banget, “terpukau” karena seorang Imelda ternyata juga kena her! Beban lagi kan? Walau wajahnya tertawa-tawa, di dalam hati ya ada rasa malu juga.

Berkaca dari pengalaman pribadi inilah, justru sekarang saya samasekali tidak terobsesi membuat anak saya menjadi seperti diri saya dulu. Mereka pintar dan unggul ya anggap saja gift from Allah, tapi ketika mereka tampil biasa saja, saya pun tetap bangga. Sekarang anak pertama saya masih TK. nanti kalau sudah SD dan seterusnya, inginnya dia belajar sesuai kemampuan, tidak akan pernah memaksakan harus les ini itu demi memperoleh nilai tinggi nan gemilang di kelas. Biasa saja. Average aja.

Suatu kali saya menonton TV. Dalam salah satu program TV, Yoris Sebastian (sudah tau dong ya siapa bapak sukses yang satu ini) bercerita bahwa waktu kecil dia adalah anak average. Prestasinya di sekolah benar-benar biasa saja. Bahkan konon dia gak lulus kuliah. Tapi lihatlah betapa suksesnya dia sekarang.

Bisa jadi karena anak average samasekali tidak memiliki beban, sehingga mereka punya banyak energi dan waktu untuk menciptakan ide-ide kreatif dalam bidang apapun. Mereka tidak dibebani harus benar, harus tampil ideal, harus unggul. Yang penting, kerjakan sesuai kemampuan dan kerjakan dengan passion bukan karena tekanan lingkungan harus jadi yang terbaik.

Average is not a sin at all. Let our kids live healthy and happily tanpa membebani mereka harus menjadi yang terhebat terutama dari kacamata kita sebagai orang tuanya.

Advertisements

2 thoughts on “Average is not a Sin

    • imeldasutarno says:

      aaaakkkk…..lontooong….eikeh terbang ke awan ni mbaaak karena dipuji-puji *benerin rambut depan kaca*. Tumben ya mbak blogku ada isinya kayak gini, biasanya tulisan geje semua wahahaha. Thanks for reading mbak 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s