Kisah dalam Sebuah Mangga Harum Manis

mangga harum manis

Gambar dari sini

Ayo siapa yang suka sama mangga harum manis? Kalo ada yang tanya gitu, saya mau ngacung paling tinggi. Salah satu buah favorit saya selain durian dan rambutan.

Semua orang sudah tau, yang namanya buah pasti kandungan vitaminnya tinggi dan itu yang paling kita kejar pas mengkonsumsi buah-buahan ya.
Di dalam buah mangga harum manis terkandung banyak sekali nutrisi, di antaranya adalah vitamin A dan C, zat besi, kalsium fosfor, sodium, potasium, magnesium. Belum lagi adanya glutamin yang terdapat di dalam buah mangga. Glutamin ini merupakan senyawa yang sangat bermanfaat dalam meningkatkan memori.

Walaupun buah mangga memiliki banyak manfaat, tetapi sebaiknya jangan berlebihan mengkonsumsinya. Buah mangga mengandung asam yang dapat membuat gigi kita menjadi mudah keropos.

Saya ingat waktu kecil dulu, saya selalu berebutan buah ini dengan nenek saya. Jadi, ibu saya suka menghidangkan mangga yang sudah dipotong-potong di meja makan, saat semua anggota keluarga termasuk nenek sedang makan siang/malam. Untuk cuci mulut. Akibatnya, saya cepat-cepat menghabiskan nasi saya, supaya bisa menikmati mangga. Tapi karena harus berbagi, maka jatah untuk nenek pun wajib disisakan dong ya. Yang sering terjadi, saya ijin ke nenek yang masih asyik menghabiskan nasi, untuk minta sepotong dari jatahnya dia. Setelah habis sepotong, karena memang doyan, saya minta lagi sepotong. Begitu seterusnya, sampai kadang jatah nenek pun habis saya simpan di perut. Hehehe….namanya anak-anak.
Nenek hanya bisa bengong dengan perasaan campur aduk di dada.

Saya kurang suka mangga dijus, dibuat manisan atau penganan lainnya. Makan dalam bentuk utuh jauh lebih nikmat dan menyenangkan lahir bathin ­čÖé

Pun ketika saya besar, kelas 4 SD dan harus tinggal bersama nenek, beliau sering mengajak saya dan kakak sebulan sekali ke supermarket, dan memberi kami semacam uang jajan yang boleh dipakai untuk dua pilihan: mau dihabiskan beli mangga harum manis atau dihabiskan naik bom bom car (dulu bom bom car ngetrend banget soalnya). Sering saya gamang. Terbayang nikmatnya buah mangga tapi terbayang pula asyiknya tabrak-tabrakan dengan bom bom car.  Cerita masa kecil yang kalau diingat sampai sekarang masih bikin ketawa sendiri.

Sampai sudah berkeluarga dan beranak dua, mangga tetaplah yang favorit. Pas ultah pernikahan yang ke-7 kemarin, saya WA ke suami minta dibelikan mangga aja, karena ini mulut super duper pengeeeen banget makan itu buah (eits jangan kira saya lagi hamdun loh yaaa). Mungkin orang akan mikir: “idiiih, kok mau sih dikadoin seharga mangga doang”. Saya pun bisa menjawab: gak penting mahal atau murahnya, yang penting perhatiannya <—ahahaha….asli deh yang ini mah ngeles punya namanya ­čÖé

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s