Sepedaan di Jalur BKT

Kalau hari Sabtu atau Minggu, dan belum ada acara ke mana-mana, biasanya kami pagi-pagi bersepeda. Berangkat dari rumah sekitar jam 06.00 WIB.

Rumah kami di bilangan Pondok Bambu dekat dengan track sepeda Banjir Kanal timur (BKT). Jadi, kami pun sering sepedaan di jalur ini. Alun, bapak dan ibu. Lintang karena masih terlalu kecil, sering kami tinggal di rumah sama mbaknya. Duh cepatlah besar anak bungsu cantikku, supaya bisa ikutan juga 🙂

Secara umum jalur BKT ini terbagi dua: pertama yang letaknya persis sebelah Jalan Kolonel Sugiono-Jalan  Jend.RS Soekanto sampai Pondok Kopi, dan kedua yang letaknya di seberang jalur pertama (terpisah oleh Kali BKT). Nah yang sering dipakai orang-orang untuk bersepeda dan olahraga adalah jalur pertama. Tracknya dibatasi oleh Movable Concrete Barrier (MCB) sehingga tidak mudah di”tembus” oleh kendaraan bermotor.

Jpeg
Sementara jalur kedua sudah crowded dengan lalu lalang kendaraan bermotor. Karena memang jalur ini sudah umum dipakai banyak orang sebagai jalan pintas jika jalan raya utama Kolonel Sugiono dan seterusnya macet.

Jalur sepeda ini pun dibagi lagi menjadi dua. Yang ke arah Cipinang sampai Pasar Gembrong relatif lebih sepi dan nyaman, bebas dari penjual asongan. Siap-siap bawa bekal air minum yang cukup kalau melewati jalur ini. Namun, selain bersepeda, ada juga kusir delman yang meng”karya”kan kuda-kudanya untuk menarik minat pengunjung loh. Di salah satu spot di sekitar Cipinang, kami melihat ada delman yang kudanya sudah dipakai untuk tunggangan para pengunjung di BKT, terutama anak-anak. Mirip seperti naik kuda yang saya tulis di sini.  Jalurnya ya cuma di jalan lurus situ aja. Tarifnya saya juga kurang tau berapa, gak sempat tanya 🙂

Sementara jalur yang ke arah Duren Sawit sampai Pondok Kopi kebalikannya alias banyak yang pedagangnya.

Kalau sudah capek bersepeda, kami istirahat sejenak. Sekedar duduk-duduk di trotoar atau di bangku yang tersedia.

istirahat2

bangku bkt

Jpeg

Kemudian lanjut bersepeda arah pulang. Waktu sudah semakin siang, matahari semakin terik. Sebelum sampai rumah, kami mampir ke mini market, beli minuman dan cemilan. Nah karena sepeda ibu ada keranjangnya, semuanya masuk deh ke sini.

bekal sepedaan

 

artikel ini dimuat di http://theurbanmama.com/articles/bersepeda-di-jalur-bkt.html#comment-42700 tanggal 4 Maret 2016

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s