Bangga Berbahasa Indonesia

keep-calm-and-speak-bahasa-indonesia-1 (1)

gambar dari sini

Kalau ikutan ngobrol atau silent reader di forum ibu-ibu di dunia maya, pas ngobrol soal sekolah, pasti sudah sering baca soal menyekolahkan anak di sekolah bilingual, sekolah kurikulum internasional dan sejenisnya. Anak sejak TK sudah diperkenalkan dengan bahasa Inggris. Bahkan ada TK yang conversation di dalam kelas pun menggunakan bahasa Inggris!

Teringat jaman sekolah dulu. Bahasa Inggris punya kedudukan lumayan tinggi. Maksudnya, pelajaran ini baru akan kita dapatkan pas kita SMP. Sombong dikit boleh dong ya. “Udah SMP? Wah udah belajar Inggris dong. Keren ih”. Begitu kira-kira ungkapan yang sering kita terima saat itu.

Apa yang salah dengan bahasa ini? Bahasa internasional paling banyak digunakan di seluruh dunia. Paling mudah dipelajari juga. Gak ada yang salah kok. Yang anaknya sejak kecil belajar bahasa Inggris juga bagus kok. Mungkin memang orang tuanya punya cita-cita sang anak bisa terus menimba ilmu atau kelak bekerja di negeri orang. Cita-cita yang mulia.

Nah terus, apa? Cuma mau cerita kalau kami di rumah justru membiasakan anak berbicara dalam bahasa Indonesia daaaan…..bahasa daerah. Sejak dini. Sejak kecil. Karena bapaknya anak-anak orang Jawa, sudah pasti diajari bahasa Jawa dong ya kedua buah hatinya 🙂

Kok gak diajarin bahasa Inggris? Hmmm senyum simpul dulu ya…. *sok manis* Buat saya pribadi….saya sangat bangga berbahasa Indonesia, dan justru tidak ingin anak-anak nanti sekolah di jenis sekolah-sekolah seperti yang saya sebutkan di awal tulisan. Anak-anak harus tau jati dirinya, harus tau bahasa ibunya dengan baik dan benar dulu. Baru sesudah itu kalau mau belajar bahasa lain, sok lah atuh. Mangga, kalau kata orang Sunda mah.

Saya teringat pernah membaca kolom tulisan di Harian Kompas (cetak) yang saya juga lupa siapa nama ahli yang menulisnya *udah tua, banyakan lupanya nih*. Intinya beliau berpesan terutama kepada para pejabat negara supaya tetap menggunakan bahasa Indonesia di berbagai forum internasional. Sebab, sejatinya penggunaan bahasa ibu ini ada aturannya loh.   Di Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan, pasal 28  dikatakan bahwa presiden (Republik Indonesia) wajib menggunakan Bahasa Indonesia di forum internasional. Kemudian, dalam tata tertib Majelis Umum PBB pasal 53 disebutkan bahwa pembawa pidato bisa menggunakan bahasa negaranya, tetapi harus diterjemahkan ke salah satu bahasa yang ditetapkan oleh PBB. Tuh peraturan internasionalnya pun merestui kok pemimpin negara menggunakan bahasa ibunya. Bukannya menjelek-jelekkan kemampuan bahasa Inggris pejabat negara kita loh ya. Tapi, sekiranya memang belum terlalu fasih, mungkin ada baiknya baca ulang Undang-undang no 24 tadi.

Banggalah menjadi Indonesia. Bahasa kita ini dipelajari loh di 45 negara di dunia. Kabar baiknya lagi, Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 12 tahun 2013 tentang Tata Cara Penggunaan Tenaga Kerja Asing, pasal 26 ayat (1) huruf d (Permenaker 2013) menyebutkan bahwa salah satu persyaratan tenaga Kerja Asing bekerja di Indonesia adalah dapat berkomunikasi dalam bahasa Indonesia. Tuh kan.

Kalau dipelajari di negara lain, dan warga asing yang bekerja di Indonesia juga wajib belajar bahasa kita, berarti bahasa Indonesia memang sangat dihargai. Nah, sudahkah kita sebagai sang empunya bahasa, respect terhadap bahasa ibu kita sendiri?

Advertisements

2 thoughts on “Bangga Berbahasa Indonesia

  1. ndiievania says:

    Mbaaa,akupun sama kayak mba Imelda,anak-anak aku sekolahkan di sekolah yang tidak bilingual,biar mereka mengerti dulu bahasa Indonesia yang baik dan benar. Terus,karena sekarang kami tinggal di klaten,sudah pasti anak-anak bisa berbahasa Jawa,bahkan lebih pintar daripada mamanya.

    Awalnya sedikit iri melihat anak-anak lain bisa berbicara bahasa inggris dengan fasih,dan saya pun dari kecil juga termasuk yang “gila bahasa lain”. Tapi saya yakin,setelah mereka sudah pede dengan bahasa ibunya,pasti mereka juga bisa belajar bahasa-bahasa lain dikemudian hari 🙂

    Like

    • imeldasutarno says:

      Senangnyaaaa tulisanku direspon. He3. Toss bgt sama mbak cindy aku mah. Pokoknya anak2 wajib bangga dulu jd org Indonesia, wajib ngerti dulu bhs nya dia sendiri. Alhamdulilah aku malah gak ngiri blas kalo liat anak kecil org lain udh cas cia cus bhs inggris. Malah dlm hati suka ngebatin “duh mereka paham gak sih mereka itu warga negara indonesia,kok sok2an nginggris gini ya?” Hi hi hi. Waaah senangnya di Klaten dan anak2 lancar bahasa Jawa. Itu obsesi bapaknya anak2 banget loh mbak, karena suami memang asli Wates juga kebetulan. Anyway thanks udh bw ke blog ku ya mbak

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s