Nikmatnya Ngantor di Rumah

office

gambar dari sini

Waktu baru lulus kuliah tahun 1999 (*semir uban dulu *) dan dapat kerja, kantor saya berlokasi di sebuah gedung bertingkat di bilangan Jakarta Pusat. Wow! Anak fresh grad, kerjanya di tempat mentereng (sorry about this word. I’m totally 80s person).

Keren gak tuh? Buat sebagian dari kita, bisa bekerja di kantor yang berlokasi di gedung tinggi nan megah di ibukota ini, sudah tentu menjadi prestise tersendiri. Eksmud a.k.a eksekutif muda. Kelihatan lebih elite, so pasti.

Saya tidak lama bekerja di gedung tersebut, kemudian pindah ke sebuah rumah yang disulap jadi kantor. Kemudian pindah perusahaan lagi yang ternyata kantornya pun berupa rumah. Saya menghindari kata “rukan (rumah kantor)”, karena kalau rukan lebih mengacu pada semi gedung dan komersil terdengarnya (apalagi pas browsing di Google soal rukan, yang keluar bukan bangunan rumah pada umumnya).

Nah…..apa sih yang pengen diceritain di sini? Cuma mau cerita kalau saya sebenarnya…..jauh lebih suka bekerja di kantor rumahan ketimbang gedung. Kenapa? Ini alasannya:

1. Soal keamanan. Kalau di gedung, gempa atau kebakaran dan kantor kita ada di lantai 20 misalnya, kebayang kan gimana rasa paniknya? Bandingkan kalau bencana datang kalo kita berkantor di rumahan. Yah memang sih, yang namanya maut mah gak pilih-pilih tempat. Gimana Yang Maha Kuasa aja. Tapi kalau disuruh memilih, saya merasa jauh lebih safe bekerja di rumah.

2. Praktis gak usah punya kartu akses masuk, trus dicek sekuriti, trus kemana-mana harus nenteng kartu akses supaya gak kekunci sama pintu otomatis di lantai tempat kantor kita berada. Rata-rata bekerja di rumah tetap kok ada batasan sekuritinya, tapi paling di”hadang” absen finger print aja untuk keluar masuk rumah.

3. Ada saat-saatnya rumah kena pemadaman listrik bergilir. Buat yang gak punya mini genset, nikmatilah saat-saat itu. Bisa kongkow sama teman-teman sekerja (lampu mati, trus mau ngapain?), ngobrol-ngobrol dan ngemil-ngemil ceria. Kalau di gedung mana pernah mati lampu ya?

4. Mau nyegat angkot atau ojek (maklum belum punya mobil sendiri buat wara wiri kantor) cukup jalan beberapa meter ke pagar depan. Kalau di gedung? Turun lift/eskalator dulu, baru deh jalan ke depan.

5. Karena rumah, maka suasananya sudah pasti sangat homey dan kekeluargaan sekali. Walaupun di dalam rumah di-setting layaknya kantor pada umumnya, tapi tetap teras dan halaman membuat suasana jauh berbeda daripada berkantor di gedung yang kiri kanan hanya ada tembok. Suasana hati jadi gak berasa formal dan kaku serasa ada di rumah sendiri. Apalagi kalau halamannya ada pohon rambutan atau mangga yang lagi berbuah lebat. Bisa santai-santai sambil ngemil2 sehat pastinya 🙂

6. Yang gak kalah penting: kalo ada denting suara mangkok abang bakso, atau jingle es krim Walls dan Sari Roti terdengar, serta teriakan abang siomay, langsung bisa melipir keluar dan cegat si abang. Bahkan tukang bakso langganan kantor saya begitu ditelepon disuruh datang, beberapa menit kemudian sudah ada di depan pagar. Nampaknya susah ya kalau di gedung. Gak mungkin juga kan bakso langganan tiba-tiba mangkal di lobi? Begitu pula kalo suntuk dan butuh ngemil, langsung capcus ke minimarket tanpa perlu turun naik lift dan melalui pemeriksaan sekuriti di lobi. Memang sih, dulu waktu kerja di gedung, ada juga minimarket AM PM (sekarang masih ada gak ya?) tapi ya mesti turun beberapa lantai dulu. Terus ada juga mbak-mbak yang jualan gorengan dan kue tradisional yang nongkrong setiap pagi di tangga darurat. Secara effort, jauh lebih praktis kalo ngantor di rumah.

Tapi semua kembali ke pilihan masing-masing. Ngantor di gedung juga OK banget kok. Setiap hal kan selalu ada plus minusnya.
Tulisan ini kan hanyalah pendapat versi saya aja (yaelaah…bilang aja intinya parnoan ama gedung tinggi plus emang gembul tukang jajan, pake muter-muter kemana-mana lagi).

Ada yang mau nambahin 🙂  ?

 

 

Advertisements

2 thoughts on “Nikmatnya Ngantor di Rumah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s