Ibu Kedua

Ibu tiri? Atau ibu angkat? Bukaaaan…….alhamdulilah saya masih punya ibu kandung kok. Yang saya maksud dalam tulisan ini adalah….nenek kandung saya. Mamanya ibu saya.

Bagaimana tidak bisa dibilang ibu kedua? Nenek ikut merawat dan mengasuh saya sejak saya masih bayi. Saya dan kakak perempuan saya lebih tepatnya. Ibu saya full dibantu nenek dalam hal pengasuhan anak. Ibu suka cerita, dulu waktu kami masih balita, nenek lah yang rajin setiap sore mengantar kami jalan-jalan naik sepeda. Beranjak  TK, neneklah yang duduk di kursi pasien dokter gigi, dan saya duduk di atas pangkuannya. Ia yang mensupport dan menguatkan anak sekecil saya untuk bersedia dicabut giginya oleh pak dokter. Tak terlupakan bagaimana saya menangis takut sementara ia dengan gagah berani duduk di kursi itu dan menyemangati saya, hehehe.

Nenek_1[1]

Ketika SD, saya dan kakak harus hidup terpisah dari kedua orangtua. Kami di Jakarta, orangtua masih di Kalimantan menunggu perintah atasan bapak untuk pindah dinas (maklum, bapak pegawai negeri). Kami dititipkan di rumah tante, dan lagi-lagi diasuh nenek. Saya masih ingat ketika ulang tahun, nenek membelikan sepeda BMX. Lalu setiap hari ke sekolah selalu dibuatkan bekal roti bakar. Jangan kira roti bakarnya versi orang-orang kaya yang toppingnya Nutella, Ovomaltine dan sejenisnya yaaa. Rotinya hanya dibakar di atas api kompor, jadi ada bagian hitam gosong-gosongnya gitu. Selesai dibakar langsung diolesi mentega dan kemudian ditaburi gula pasir. Sederhana, tapi ya Allah setiap hari menggigit roti itu rasanya nikmat sekali. Setelah jadi ibu dua anak begini saya baru paham kenapa itu enak. Selalu ada doa dan cinta yang terselip ketika mempersiapkan makanan untuk anak atau cucu. Itulah yang membuat nikmat :). Belum lagi bolu cokelat dan puding cokelat buatan nenek, yang selalu menjadi idola saya waktu itu.

Nenek bertugas menjemput saya dan kakak yang disekolahkan di SD yang sama. Ketika bel pulang hendak berbunyi, di kaca jendela kelas saya selalu melihat, adakah wajah nenek di sana. Saya cemas jika sudah waktunya pulang tapi wajah nenek belum ada di jendela itu, yang artinya ia sedikit terlambat menjemput saya.Ketika permainan game watch lagi ngetrend (ketauan deeeeh angkatan eikeh) nenek juga membelikan mainan itu untuk saya. Jika ia berkunjung ke rumah saudaranya yang kaya raya dan punya kolam renang, tidak lupa saya dan kakak diajak. Hanya untuk numpang renang gratis 🙂 Kalau bukan karena nenek ya gak bisalah kami asik-asik berenang.

Nenek2[1]

Jika menceritakan perjuangan hidupnya, tak akan habis kalau ditulis dalam 1 novel. Saya pun gak berminat menulisnya di sini sebab terlalu panjang dan penuh perjuangan. Cukuplah saya mengenang jasa-jasa beliau merawat kami berdua.

Tanggal 25 Januari 2016, usia nenek akan 90 tahun. Pendengaran dan penglihatannya sudah jauh berkurang namun semangatnya masih membara. Penyakit seperti stroke, jantung, diabetes, dan lain-lain alhamdulilah tidak punya. Masih kuat jalan-jalan Jakarta-Malang pakai pesawat walaupun tetap didampingi. Aktivitas normal harian pun masih bisa alhamdulilah. Seperti jalan, ke kamar mandi, makan dan lain-lain, semua bisa dilakukan sendiri.

IMG-20151223-WA0003_1[1]

Semoga nenek tetap diberi kesehatan oleh Allah SWT. Dan tentunya tetap diberi limpahan kebahagiaan. Kini di usianya yang senja, yang paling membuat ia bahagia hanyalah ketika keluarga besar bisa berkumpul ramai-ramai di rumahnya untuk sekedar ngobrol, bercanda, dan makan (sudah cencuuuu…) bersama. Khas orang tua. Kelak ketika kita menua pun, pastilah saat-saat berkumpul anak cucu keponakan dan semua-muanya itulah yang paling membuat bahagia.

*tulisan ini untuk menyambut ulang tahun nenek. Tapi tidak berani mengucapkan selamat dulu, karena kata orang-orang pamali 🙂 *

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s