I Don’t Know How to Title This……

why

gambar dari sini

Kemarin saya nulis yang sedikit mellow di sini. Tidak sampai satu jam abis posting, saya benar-benar penasaran akan keberadaannya. Tiba-tiba teringat, saya punya kenalan kakak kelas yang saya kenal baik, walaupun tidak sekelas dengan kak Iwan.

Saya coba kontak dia via Facebook. Tidak ada respon. Otak berputar. Kenapa gak coba liat friends-nya kakak kelas ini? Siapa tau kak Iwan termasuk di dalam friendlistnya? Dengan harap-harap ceria, saya mulai menelusuri satu-satu. Ratusan temannya, saya pandangi satu-satu foto-fotonya. Saya ketik nama Iwan di search….tidak ketemu. Pandangan saya jatuh pada nama (sebut saja) YW. Tiba-tiba saya ingat kalau YW ini dulu sering satu angkot kalau pulang sekolah sama saya, dan dia sekelas sama kak Iwan. Ingatan saya mulai kembali satu satu, hehehe…..duh kemana aja selama iniii?

Sekarang saya beralih mencari di friendlist YW yang jumlahnya juga ratusan. Terpaksa mandangin foto deh karena ga tau nama lengkapnya kak Iwan sih…….
Saya liat ada nama Edhiwan Sucahya. Saya liat fotonya. Duh jangan-jangan ini ya? Saya telusuri satu-satu fotonya…memang ada kemiripan walaupun 27 tahun sudah berlalu. Terus tadinya saya mau message dia, eeeh ndilalah salah klik. Malah klik friend request. Walah….tetiba malu rasanya hati ini, hehe.
Tidak ada respon darinya. Pas malamnya saya coba liat-liat lagi foto-fotonya. Kalau benar ini kak Iwan, dia sudah punya dua anak yang lucu-lucu, dan bekerja di hotel. Wah sudah sukses, sesuai doa saya di tulisan sebelumnya dong yaaa……

Keesokan harinya, saya masih penasaran. Karena coba bertanya ke YW pun gak ada respon. Barangkali lagi pada sibuk ya. Saya coba telusuri jejak kak Iwan, kali ini via Twitter. Saya ketik nama tadi di kolom search tapi pencarian tidak saya batasi pada nama akun. Supaya keluar semua yang ada text Edhiwan Sucahya-nya. Tweet paling atas muncul. Nafas saya seolah terhenti. Tertegun…….. Seorang wanita menulis tweet:

Never thought it would be our last fo family pic with you sir! Rest in peace… (sambil upload foto rame-rame dan di dalam foto ada kak Iwan).

Ya Allah….benarkah?
Saya coba telusuri sekali lagi Facebooknya kak Iwan. Saya lihat nama istrinya dan saya coba cari twitternya. Tweetnya bulan Agustus 2015, dan bercerita bahwa ia baru saja kehilangan sang suami mendadak kurang lebih 2 minggu yang lalu. Masih kurang, saya coba masuk ke FB lagi, ketik nama lengkap kak Iwan untuk coba cari update beritanya. Dan ternyata update berita terakhir justru dari YW namun ia menulis di grup FB angkatan mereka. YW bilang bahwa rasanya baru kemarin masuk SMP bareng, kelas 1, kenalan, dan sekarang harus kehilangan Iwan. Komentar dari status itu semua mengucap innalillahi wainailaihi rojiun.

Selesai sudah.

Doa saya yang kemarin…..sekarang harus saya ganti. Harapan saya bahwa kak Iwan akan membaca tulisan saya kemarin, juga harus saya ganti. Masih banyak pertanyaan di kepala. Mengapa? Kenapa?

Semoga Allah melapangkan jalanmu kak. Semoga khusnul khotimah.

NOTE: rasanya seperti membaca novel-novel non fiksi atau bahkan sinetron. Tapi ternyata terjadi pada saya. Alurnya dimulai dari membaca blog orang yg bercerita soal mantan gebetan waktu sekolah, kemudian diiringi untuk ikutan menulis pengalaman yang sama, dan diakhiri rasa penasaran di mana keberadaannya. Semua alur terjadi atas izin Allah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s