a Multitasker

multitasking

gambar dari sini

Saya sudah dua kali berkunjung ke dua kampus besar di Jakarta ini. Ngapain ke kampus? Nemenin pak bos memberi kuliah umum. Sekaligus ketemu sama PIC-PIC (person in charge) di sana, karena kebetulan yang arrange pak bos ngasih kuliah ya saya.
Mari kita baca dua pengalaman di dua kampus yang berbeda:

Kampus A.
Kami (saya dan pak bos) datang, langsung menuju aula setelah sebelumnya kontak-kontakan sama PIC yang juga merupakan dosen program studi yang materinya dibuat bahan kuliah sama si pak bos. Ketemu di aula, disambut satu orang lagi. Dia juga dosen dan nantinya merangkap sebagai moderator dan pembuka acara. Di pintu aula ada satu orang, mungkin mahasiswa, yang bertugas meregistrasi mahasiswa-mahasiswa yang datang, sekaligus dia merangkap bagian konsumsi (memberikan snack/kotak kue ke setiap mahasiswa yang registrasi). Panitia kecil: dua dosen+satu mahasiswa. Pak bos pun memberi kuliah selama satu jam, dan secara keseluruhan acara berlangsung mulus.

Kampus B.
Kesempatan kedua pak bos bisa memberi kuliah di hadapan adik-adik mahasiswa. Kami datang ke aula yang dituju. satu mahasiswa sibuk mengurusi registrasi di meja pendaftaran. Nyari-nyari PIC yang selama ini kontak-kontakan sama saya, tiba-tiba seorang mahasiswi berjilbab menghampiri kami. Dia bilang dia dari panitia dan mempersilakan kami masuk. Saya masih coba telepon ke PIC yang juga merupakan dosen program studi, telepon tidak diangkat dan terus berdering dan tiba-tiba orang berbeda (bukan si dosen) menghampiri saya sambil bawa-bawa hape. Seorang mahasiswa lagi. “Ibu, maaf ibu X (menyebut nama dosen yang juga si PIC itu) tadi nitipin hapenya ke saya. Dia lagi ada perlu sebentar”. Setelah berkenalan dengan sang mahasiswi, kami diantar ke baris terdepan, dan sudah tersedia semacam kursi dan meja untuk mengoperasikan laptop yang nanti akan menayangkan materi kuliah. Rupanya dia bagian pengoperasian alat. OK, berarti sudah dua ya. Begitu kami duduk, kami diperkenalkan (lagi) dengan another mahasiswa. “Ibu bapak, perkenalkan ini si Y, dia akan jadi moderator selama acara ini berlangsung.” Tak lama setelah berkenalan dengan si moderator, datang lagi gadis cantik yang pakai rok span (kalo jaman 80an bilangnya rok span, gak tau dah namanya apaan kalo sekarang). “Ibu bapak perkenalkan ini si Z, dia akan jadi MC untuk acara ini.” Sampai akhirnya datanglah sang dosen PIC, kami pun tak lupa berbasa basi.
Acara dimulai. Si Z yang MC, ternyata tidak sendiri sodara-sodara! Dia didampingi satu gadis lagi, MC juga. Berdua mereka bercuap-cuap membuka acara. Inti cuap-cuapnya:: ini bakal ada kuliah umum dengan materi bla bla bla yang penting untuk diikuti. Kemudian cuap-cuapnya diakhiri dengan : kita berikan kesempatan ke ibu dosen (PIC) untuk memberi kata sambutan. Sang PIC kami memberi sambutan. Isinya sedikit banyak gak beda jauh sama apa yang sudah disampaikan MC. Kemudian bu dosen bilang kalau acara selanjutnya diserahkan ke moderator. Moderator maju, memberikan kata-kata pengantar yang isinya juga gak beda jauh sama MC sampaikan, cuma ditambah sama pembacaan sedikit curiculum vitae pak bos saya.
Dan akhirnya pak bos memulai kuliah. Setelah dihitung, total ada:
2 MC + 1 PIC/bu dosen + 1 moderator + 2 mahasiswi masing-masing di bag.operasi alat dan yang tadi berjilbab menyambut kami di depan + 1 mahasiswa bag.registrasi = 7 orang.

Langsung dong ya saya membandingkan dengan kampus sebelumnya yang kami kunjungi. Dan setelah sedikit diskusi kecil sama pak bos, dia pun mempunyai pemikiran yang sama: terlalu ribet, dan seolah-olah menampilkan kesan “yang penting gue kerja biar cuma sedikit peranannya”. Maksud saya, seharusnya bisa loh dirangkap semua kayak di kampus A.

Multitasking.

Mbak mbak MC+kata sambutan plus moderator bisa banget dirangkap satu orang. Toh yang diomongin gak beda jauh. Kalo bisa dirangkap kenapa enggak? Saya yang kebetulan membantu proses rekrutmen di kantor, juga menghubungkan keadaan itu dengan berbagai Curriculum Vitae para pelamar fresh graduate yang selalu terkirim ke saya. Banyak di antara mereka CV-nya penuh. Penuh dengan rentetan aktivitas organisasi dan kemahasiswaan di kampus masing-masing. Oooh mungkin seperti ini kenyataannya. Apa yang mereka cantumkan di CV sehingga seolah-olah sungguh aktif dalam berorganisasi, bisa jadi yah hanya peranan kecil aja, tapi dicantumkan agar CV terlihat oke jali. Dan bisa juga memang kebijakan dari si kampus ini yang menyuruh para mahasiswanya untuk ambil peranan, biar sedikit,  dalam serangkaian acara macam kuliah umum ini. Walaupun lagi-lagi buat saya justru agak kurang nilai edukasinya  ya.

Gak tau ya, mungkin tulisan ini saya buat karena sejak mulai masuk dunia kerja, saya sudah digembleng untuk jadi multitasker. Setidaknya saya dapat bos (waktu itu ibu bos) yang mengajarkan kami semua karyawan barunya untuk bisa melakukan banyak hal, bisa membagi fokus dan akhirnya bisa menyelesaikan banyak hal dalam waktu bersamaan. Positive point yang juga saya dapat: dengan multitasking, akhirnya saya gak mengandalkan orang lain untuk melakukan ini itu. Ketika orang lain yang kita andalkan gak bisa, alhamdulilah saya masih bisa handle kok. Pun ketika sudah berkeluarga dan punya anak. Waaaah apalagi udah punya anak….multitaskingnya bisa lebih gila lagi kakaaaa…… Gak usah dibahas di sini, ataupun kalo mau dibahas, bikin satu tulisan tersendiri mengenai bagaimana seorang ibu harus multitasking ria.

Saya cuma mikir-mikir, bagaimana generasi anak-anak mahasiswa sekarang ini, di masa depan mereka nanti. Siapkah mereka menjadi multitasker dan berjibaku dengan serangkaian kondisi yang di saat bersamaan membutuhkan peranan mereka? Waktu semakin ke sini semakin cepat berputar loh. Tantangan makin berat, dalam hal dan kondisi apapun. Persaingan makin ketat. Kalau gak pintar-pintar me-manage waktu dan melakukan ini itu, bisa-bisa tersingkir dari arena persaingan. Self reminder juga untuk saya, karena suatu saat anak-anak saya bisa jadi akan berada dalam kondisi seperti di kampus B itu tadi.

Atau….ada yang punya pemikiran yang berbeda? Yuk monggo dishare ya…siapa tau saya yang salah. Maklum, akika hanya manusia biasa cyiiiin….. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s