Disiplin dan Konsekuensi

 

gambar dari sini

gambar dari sini

Kemarin teman saya cerita, anaknya ada acara wisata bersama sekolah minggu lalu. Ke Gelanggang Samudera, Ancol. Anaknya beda sekolah dengan anak saya. Berangkat dari pagi, acaranya full sampai sore katanya. Sampai di rumah sudah malam, sekitar jam 20.00 WIB karena kena macet khasnya Jakarta.

Terus anak teman ini kecapean. Akhirnya besoknya gak masuk sekolah deh. Berhubung sekolahnya masih TK, masih asik-asik ijin gak masuk sama gurunya, dan sangat dimaklumi. Stamina dan fisik seorang anak TK tentunya beda sama kita-kita yang udah dewasa ini ya pemirsaaa…..Kalo kita mah: hari ini acara outing pulang hari, sampe rumah juga udah malam, besoknya gak ada cerita yaaa gak ngantor *siap-siap disuruh ngadep HRD* .

Nah balik lagi ke cerita teman saya itu. Setelah anaknya absen sekolah karena kecapean, besoknya lagi, dia masih tidak masuk sekolah. Kebetulan si “besoknya” lagi ini adalah hari Jumat, hari terakhir TKnya sekolah karena Sabtu libur. Teman saya bercerita dengan entengnya “ah gue bablasin aja lah, jumat ini. Nanggung juga sih. Lagian masih TK, ga papa lah ya Mel”.

Saya denger dia cerita ya cuma senyam senyum. Buat saya dan suami, disiplin sudah harus ditanamkan sejak dini. Demikian pula masalah konsekuensi. Kasarnya: kalo kamu jatuh di jalan karena kesandung batu, ya konsekuensinya sakit. Makanya jalan liat-liat supaya gak kesandung. Anak walau masih TK, ajari dengan konsekuensi bahwa kalau dia jalan-jalan ke tempat jauh, konsekuensinya capek. Makanya supaya capeknya bisa sedikit diredam, jangan terlalu aktif gerak supaya badannya yang emang sudah capek gak semakin berlebih lagi lelahnya. Misalnya dengan istirahat/tidur di dalam mobil dalam perjalanan pulang dari tempat wisata. Jauh lebih baik ketimbang malah masih main-main terus dalam mobil yang tentunya akan semakin menguras tenaga. Masih nekad main-main? Silakan, tapi tanggung yaaaa konsekuensinya 🙂

Kemudian soal disiplin tadi. Sama aja. Kalo hari sekolah dan memang gak sakit (terutama sakit berat) ya harus ke sekolah. Bukan karena masih TK, belum belajar serius, terus bisa asik-asikan meliburkan diri. Agak kejam? mungkin buat beberapa orangtua iya. Tapi saya cuma mikir efek ke depannya aja. Kalo dari kecil dididik disiplin, insya Allah gedenya juga habit itu akan mengikuti terus. Disiplin akan membuat seseorang lebih punya integritas dan bertanggung jawab.

Just my two cents. I’m just human being….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s