The Gang

To be honest, kalau harus menjawab pertanyaan: kamu suka gak sih temenan nge-geng gitu? Saya dengan sejujurnya menjawab: gak suka. Iiiih ngeselin bener yee jawabannya? Berkesan “manusia-anti-sosial-yang-sok sok-introvert-gimana-gitu”.

Tapi itulah saya. Rasanya kalo nge-geng itu apa-apa saling ketergantungan. Mau jalan-jalan, kalo satu gak bisa ikut, yang lain kudu solider, gak jadi semua alias rencana bubar jalan. Yang satu lagi punya masalah sama pacar sampe nangis-nangis, anggota yang lain wajib ikutan sedih juga in the name of solidaritas.Trus yang paling gak ngenakin kalo ada konflik di antara sesama anggota. Diem-dieman malah kagok awkward gitu karena masih terdaftar *tsaaaaah terdaftar cuyy…* dalam geng. Aaaahh…..banyaklah pokoknya hal-hal yang menurut saya membatasi. Ehm sebenernya sih alasan utama adalah yang terakhir tadi alias kalo berkonflik jadi kagok dewe. Karena saya emang orangnya gak demen konflik, makanya aaah ya sutralah…..lebih baik ndak nge-geng.

Etapi ya….itu baru dimulai sejak SMA. Waktu SD dan SMP malah punya. Nah setelah belajar dari pengalaman waktu sekolah itu makanya pas dipikir-pikir lagi lebih baik berteman dengan semua umat secara netral ajalah hehe.

Yang kali ini mau saya bahas adalah geng jaman SMP. Geng ini tanpa nama blas. anggotanya 6 cewek-cewek ABG lugu ala 80-an. Awal terbentuknya juga gak sengaja. Tiba-tiba aja terbentuk, tiba-tiba makin jadi dekat satu sama lain waktu menginjak kelas dua SMP. Kegiatannya ngapain aja?

  • Duduknya selalu bareng. Bukan sebangku berenam yaaa. Tapi 3 deret bangku di kelas kami duduki, berdua-berdua.
  • Nonton NKOTB di rumah saya. Ha? Aktivitas apa itu *backsound musik film horor*. Sebagai angkatan 80-an, ya adanya cuma NKOTB lah boyband ngetop yang lumayan bisa dinikmati karya-karyanya. Karena saya yang paling banyak koleksi NKOTBnya, jadilah anggota geng selalu main ke rumah saya untuk sekedar nonton video, nonton kartun atau menikmati koleksi yang lainnya. Aktivitas rada gak jelas sih, tapi yah mau gimana lagi? Jaman itu bisanya ya segitu *pasrah*
  • Suka kumpul-kumpul aja, di luar acara belajar kelompok. Kalo yang rumahnya ketempatan biasanya udah langsung pesen ke nyokap masing-masing untuk masak menu andalan kami: sayur asem+sambel terasi+lauknya bisa tempe atau ikan goreng.

    Udah itu aja yang saya ingat. Sisanya lupa, maklum sudah semakin uzur usia ini. Jadi ingatan juga menipis jenderaaalll……
    Eits sebentar dulu……kami berenam punya nama julukan masing-masing loh ya. Nah sumpah yang ini saya juga gak inget samasekali bagaimanakah asal muasalnya dan siapa pencetus ide pertama kali sampai akhirnya tersematlah nama-nama kacau nan gak jelas itu di kami.
    Lepas dari SMP, kami terpisah. Ada yang masih bersekolah satu SMA, ada yang tidak. Dan jaman dulu belum ada sosmed dan hape. Komunikasi pun terputus. Nyambung-nyambungnya lagi karena masih menggunakan telepon rumah masing-masing (bagi yang punya) untuk saling kontak dan bertanya kabar, itupun super jarang. Tiba-tiba ketika sudah trend sosmed dan lain-lain, kami bisa menemukan satu sama lain. Hampir semua sudah berkeluarga.

    Duapuluh tujuh tahun berlalu, kami sampai saat ini masih keep contact, walaupun karena kesibukan masing-masing, yah jarang-jarang gitu deh. Gak sampe bikin grup chatting di hape juga sih. Minimal lewat Facebook masing-masing lah. Kumpul-kumpul masih kami lakoni walau sesekali, untuk menyambung silaturahmi.

    Dan perkenalkan, inilah geng saya:

    1. Devi Liawati a.k.a Demit. Sekarang menjadi ibu rumah tangga dengan dua anak yang lucu-lucu.

    2. Fera Sari a.k.a Dukun. Sekarang juga menjadi ibu rumah tangga dan masih aktif senam aerobik makanya badannya tetap oke jali.

    3. Isye Vera a.k.a Nenek. Jebolan Kedokteran Gigi Universitas Trisakti, sekarang sukses menjadi dokter gigi di sebuah klinik swasta.

    4. Sri Maywati a.k.a Cempreng. Sekarang sukses menjadi dosen di sebuah perguruan tinggi di Tasikmalaya.

    5. Juni Setiorini a.k.a Jurik. Wanita karir yang juga jagoan masak mulai dari masakan rumahan sampai kue-kue. Oh kalau dia sudah bikin cucur…mana tahaaaaan. Cucurnya uenak poooolll. Belum lagi kue-kue yang lainnya baik cake maupun kue basah. Aha promosi terselubung niii….hehehehe. Bantuin temen sendiri gak papalah yaaaa….. *yg butuh no pin BBnya, kasi tau ya, nanti saya kasih*

    6. Saya sendiri a.k.a Jabrik. Sekarang kerja kantoran sambil ngeblog-ngblog amatiran macam gini.

    genggong

    Sekali lagi, jangan tanya saya darimana kami berenam tiba-tiba punya nama julukan ajaib seperti itu yaaa….. Mungkin lain waktu kalau saya kumpul-kumpul sama yang lima lagi, akan dibahas, dan dibuatkan postingan terpisah. Semoga.

    *thanks untuk mba Anastasha yang sudah menginspirasi saya sampai akhirnya menulis artikel ini*

 

 

 

Advertisements

2 thoughts on “The Gang

    • imeldasutarno says:

      Hai mbaknyaaa….tengkiu berat udah menginspirasi eikeh ya. Ho oh bener, bikin kangen dan pengen bek tu de SMP maning euy. Foto now and thennya hasil ngedit manual ala amatiran sebab kaga ngarti software design blas. Thanks udah komen ya..mudah-mudahan silaturahmi kita dengan geng masing-masing tetep terjaga ya mbak.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s