Diary Kelas

Saya gak tau kenapa, tapi saya senang aja menulis. Walaupun hingga detik ini yah nasibnya begini-begini aja alias bukan jadi penulis top seantero Indonesia Raya. Waktu kelas dua SMP, entah kenapa tiba-tiba terlintas ide untuk membuat diary kelas. Oh benda apakah itu?

Jadi yang dimaksud diary kelas berdasarkan pemikiran seorang gadis ABG berusia 14 tahun waktu itu adalah diary yang dia tulis sendiri, bukan temen-temennya pada disuruh nyumbang tulisan. Terus apa yang ditulis? Ya apapun yang terjadi setiap hari di dalam kelas. Si A godain si B. Si C kancing roknya lepas pun tak luput ditulis. Dan tentunya suasana in general dalam kelas, misalnya “wah hari ini kita belajar gelap-gelapan karena mendung dan dikit lagi ujan. Asik gak ada upacara penurunan bendera hari ini!” <— dulu masuk siang pulang sore, kebagian upacara penurunan setiap Sabtu. Hiks hiks…

Sampai sekarang diary itu masih tersimpan. Tadinya sempat kepikiran mau dibuang pas bongkar-bongkar barang-barang bekas. Pengen aja dibuang karena berasa gak ada gunanya lagi dan rada malu jiwa baca tulisan sendiri. Dibaca-baca lagi emmmm……rada jijay sendiri sih sebenernya wahahahahah. Etapi pas diary ini saya bawa ke acara reuni pertama kelas saya (saya dulu kelas 2-5, dan kita menyebut diri “Jigo”) tetiba menjadi semacam FFG gitu (Fenomenal-Fenomenal Srigala). Banyak yang kaget ternyata saya diam-diam menulis diary. Bahkan diary amatiran ini dijadikan suvenir pas reuni pertama kelas saya. Eeeeaaaa…… *macam suvenir pernikahan aje*. dan akhirnya saya berani publish ini untuk umum, lebih kepada untuk silly-silly an mengenang masa remaja dulu.

Ini penampakan covernya.

cover diary

Jadi saya beli buku tulis biasa, kemudian saya sampul menggunakan bekas kalender tapi halaman belakangnya yang putih polos. Tak lupa distaeples di bagian ujung-ujungnya dan dilapis pakai sampul plastik. Untuk judulnya pun terlintas dalam benak “Wonderful Time of Us”. Waktu itu gak seberapa ngerti grammar tapi pengen banget sok Inggris ria. Judul buku ini pun saya buat dari kertas asturo yang saya bentuk-bentuk sesuai huruf untuk menghasilkan tulisan judul. Kemudian ditempeli manual pakai lem kertas. Mana adalah komputer plus printer canggih jaman dahulu kala *berasa jaman Majapahit aje*. Sebagai pelengkap, hasil cetak foto kami sekelas, yang dulu hanya pake kamera pocket seadanya dengan lighting yang gelap, menghiasi bagian tengahnya.

diary.jpg

Membacanya lagi, saya tiba-tiba rindu pengen balik ke SMP lagi. Terutama pas saya baca lembar-lembar akhir, di mana saya menuliskan tentang keadaan kelas setelah ujian Ebta dan Ebtanas, dan akhirnya diary pun selesai seiring selesainya masa sekolah kami, dan semua meneruskan ke SMA.

Mudah-mudahan tali silaturahmi saya dan teman sekelas waktu SMP masih tetap terjalin sampai kami tua nanti. Amiiin…..

Advertisements

2 thoughts on “Diary Kelas

    • imeldasutarno says:

      hahaha iya, dulu waktu SD punya diary gembokan gitu. Kalo diary pribadi sih gpp ya, tapi ya aku mah malah sampe kelas sendiri dibuatin diary juga, rada-rada ya sepertinya. Rada-rada keren gitu #eaaaa #NajisNarsis #abaikan yaaaa….. Thanks udah berkunjung mbak

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s