Ku tak sanggup……

“Ku tak sanggup, bila harus jauh dari dirimu….” (dinyanyikan oleh Krisdayanti).

Pembukaan tulisannya udah nyanyi. Apakah postingan ini juga tentang sebuah perasaan ketidakmampuan jauh dari sang terkasih? Oh cencu bukaaan…..

Soal masakan. Aaah….ga asik nih pembukaannya. Nipu. Hehehehe….Boleh dong ya. Namanya juga blog pribadi.
Semua orang punya masakan atau makanan kegemaran. Sebagai seorang ibu rumah tangga, saya pun demikian. Walau memasak untuk keluarga merupakan rutinitas sehari-hari, namun tidak semua masakan saya kuasai. Walaupun begitu banyak dan bertebarannya resep masakan di dunia maya, tetap ada beberapa masakan yang…aaahh…tak sanggup eikeh masaknya cyiiin. Dan ironisnya lagi……itu adalah masakan-masakan kesukaan saya! *lap air mata drama queen*

Inilah beberapa di antaranya:

  1. Rendang daging Padang.
    Salah satu makanan terenak di dunia. Jadi urutan ke 11 dari 50 makanan terenak di dunia versi CNN. Siapa yang di sini gak doyan rendang Padang? Uuuuh rugi dunia akhiraaatt…..! Makanan ini juga paling sering kita temui kalo bulan puasa. Karena daya tahannya yang cukup lama, banyak rumah tangga menyimpan rendang sebagai makanan utama untuk sahur. Tinggal ngangetin aja. Dan proses ngangetin itu makin hari makin membuat rendang jadi mengering dan rasanya bertambah uhuy.

    Rendang-Ayam2

    gambar dari sini

    Kenapa saya gak sanggup masak rendang? Pertama karena menggunakan daging. Saya lebih banyak failed kalo masak menggunakan bahan dasar daging. Dagingnya kekerasan lah, rasanya tawar lah…..aaaah bendera putihlah pokoknya. Kedua, proses memasak plus bahan-bahannya bikin gemeter a.k.a gak sanggup kakaaaa…… Liat resepnya di sini  katanya : Dalam proses pengungkepan daging rendang yang empuk dan enak biasanya memerlukan waktu yang agak lama kurang lebih semalaman penuh atau seharian, agar bumbu yang dipakai meresap. APAAAA? Mau makan aja kudu nunggu semalaman di luat proses masaknya sendiri? Oh…not in my blood beibeh…..
    Itu baru ungkepnya. Pas masaknya, ada bahan-bahan yang memang rada jarang ditemui di warung sayur dekat rumah *yaelaaah gaul dikit dong, warung sekitaran rumah doangan sih mainnya* seperti bunga pekak dan daun kunyit.  Belum lagi, selama proses memasak, kita harus terus mengaduk sampai akhirnya si rendang kental. Gak cukup 5 menit ngaduk kelar kan yaaa? Udah kebayang ni tangan alamat nyaingin tangannya Agung Hercules kalo sering-sering masak rendang.

  2. Gudeg. Makanan khas Jogja ini juga sama. Masak gudeg intinya sendiri butuh kesabaran dan tetek bengek yang susah dicari di pasar. Pakai kuali biar lebih mantap rasanya. Plus pakai daun jati kalau mau gudegnya warna coklat kemerahan kayak yang dijual-jual di Jogja itu. OK , apakah saya harus menanam jati dulu untuk mewujudkan keinginan makan gudeg? Dan mencari kuali yang tepat entah di pasar mana?
    Gudeg jogja

    gambar dari sini

    Sudahlah kerepotan macam itu, ditambah pula…….memasak gudeg minimal…minimal loh ya catet: 4 jam dengan api kecil alias slow cooking. Oh oh oh…belum selesai sampai di situ. Kalau cuma makan gudeg thok sama nasi kan ada yang kurang ya. Karena gudeg itu pelengkapnya rame. Ada krecek, opor, telor pindang. Nah masing-masing yang saya sebut itu effortnya lumayan besar. Sudah yaaa sudaaaah. Ampun dijeeee…yaudahlah kalo ngidam makan gudeg saya beli ajah.

  3. Dendeng Batokok. Siapa yang doyan makanan ini ayo acungkan tangannya yang tinggiii….! Wah saya penggemar berat. Kriuk-kriuk lezzat *saya ngeces sambil nulis. Memalukan*
    dendeng batokok

    gambar dari sini

    Batokok katanya berarti diketok-ketok. Karena dalam proses pembuatannya daging diketok-ketok agar semakin gepeng dan empuk. Kalo di kondangan-kondangan kebetulan ada menu ini, saya mah ga mau jauh-jauh dari tempat menunya. Biar bisa nambah lagi dan lagi dan lagi……
    Proses masak dagingnya, direndem dulu dalam air kelapa selama 1/2 jam? Duh setengah jam mah bisa bikin 5 telor ceplok plus ngegoreng ikan kali yaaa. Keruwetan ditambah dengan proses ini : Setelah setengah jam, ambil daging dari rendaman dan lumuri bagian daging dengan bumbu yang telah dihaluskan ini kemudian ungkep dan biarkan hingga kering dengan memberikan sedikit air dan masukkan air asam dan bumbu penyedap.
    Panaskan minyak sayur dan tuangkan mentega diatasnya, biarkan mentega meleleh dan menjadi lebih panas, setelah itu, masukkan semua daging yang sudah diungkep dan dibumbui dengan bumbu dan rempah.
    Aduk-aduk secara merata sampai daging berubah menjadi lebih kuning secara merata.
    Angkat daging dari tumisan dan pukul-pukul daging hingga membentuk pipih secara merata.
    Baru setelah itu, siapkan pembakaran dan bakar dendeng daging hingga berwarna kecoklatan dan lebih matang secara merata. Angkat dan sajikan dalam piring saji kemudian sisihkan sementara.(diambil dari sini). Proses total kalo lancar katanya 90 menit aja buat masak ini dendeng. Ada proses rebus, tumis, bakar  hanya untuk menghasilkan satu jenis masakan. Kalo nonton pertandingan bola mah udah abis dua babak ya sodara-sodara. Yah memang paling praktis mah beli aja kalo emang pengen dendeng batokok ini.

  4. Soto Betawi. Cengkeh, kapulaga dan jintan adalah bumbu yang gak familiar……………..dijual di warung sayur deket rumah saya *tetep*. Ditambah proses perebusan daging yang riweuh seperti ini : Siapkan panci berisi 1 liter air, rebus daging hingga air mendidih, buang. Lakukan selama 3 kali hingga tidak ada darah lagi keluar dr daging. Proses ini memakan waktu 1 jam dengan 3 kali proses. (diambil dari sini).  Itu baru proses ngerebus dagingnya.
    soto betawi

    gambar dari sini

    Belum lagi long and winding road untuk sampai ke soto berkuah nan kental yummy menggoda. Dan ditambah menyiapkan bahan pelengkapnya yaitu acar. Ah asli gak bakat bangetlah saya masak macam gini. Beli aja udah bereslah.

Nah itu baru 4 jenis makanan nikmeh kegemaran saya yang benar-benar tak sanggup memasaknya. Kebetulan empat-empatnya bersantan semua *dapat salam dari kolesterol*.
Nanti kalau ada lagi, saya update ya 🙂

Advertisements

2 thoughts on “Ku tak sanggup……

    • imeldasutarno says:

      hai mbak. Makasih udah baca ya. Ihhh berseliweran dan bikin envy2 gimanaaa gitu kalo engga bisa bikin. Ah sudahlah, memang cooking isnt my middle name, maka marilah membeli saja di warung 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s