(Sulitnya) Menjelaskan Profesi ke Orang Lain

profesi

gambar dari sini

Judulnya agak panjang ya?

Buat buibu dan pakbapak yang bekerja, sering gak sih kita menemui kesulitan ketika harus menjelaskan posisi atau jabatan kita di kantor? Jadi ceritanya…emmm mulainya enaknya gimana ya? Takutnya menyinggung perasaan umat manusia, cuma kalo gak ditulis, ya penasaran juga *wanita cantik galau*

Kita terkadang tidak bisa memilih tempat kita tinggal dan apa latar belakang keluarga serta kerabat kita. Yah kalau bisa milih pastilah saya ingin jadi keluarganya David Beckham, biar tiap hari bisa deketan n dirangkul melulu sama dia *sapa lo?* *dilempar sendal merk Ardilles* (merknya spesifik)*.

Contohnya saya. Tinggal di gang sempit yang hanya bisa dilewati dua motor pas. Tetangga-tetangga kebanyakan bekerja di sektor informal. Ada yang pedagang nasi uduk, buka toko kelontong, montir mobil, penjual aqua galon, guru ngaji, dan masih banyak lagi. Itu yang tetangga sekitar. Sementara keluarga sendiri, ada yang bekerja sebagai PNS, pegawai salon, ngewarung, teknisi perbaikan ATM yang rusak, etc etc.

Sementara saya bekerja kantoran. Di  Design Agency, yang menggarap desain grafis juga digital. Untuk kaum urban menengah ke atas tak sulitlah menjelaskan pekerjaan dan jabatan, namun kalau harus menjelaskan ke tetangga saya misalnya. Bagaimana ya? Kebanyakan mereka tidak paham. Let’s say saya bilang kalau di kantor saya si A jabatannya sebagai System Analyst, atau sebagai Digital Project Officer.

Sampai sekarang saya masih bingung kalau harus menjelaskan apa posisi saya dan di tempat seperti apa saya bekerja. Pernah dulu punya ART dari sebuah desa di Karawang, Jawa Barat. Bertanyalah dia ke saya karena penasaran: “bu, ibu kerjanya di pabrik mana?” Eeeeaaaa……
Mindset beberapa orang yang berada di desa memang bekerja itu kebanyakan ya di pabrik. Pabrik konveksi, pabrik plastik, rokok dan lain-lain. Menghadapi pertanyaan ART saya tertawa sembari bingung jawabnya. Akhirnya saya menjawab kalau  saya bekerja di tempat yang bisa desain-desain, sembari cepet-cepet ngambil kalender duduk yang kebetulan nangkring di meja, saya jelasin ke dia : “ini loh mbak, saya kerja di tempat yang suka bikin desain, kayak kalo mbak liat niii kalender kan ada gambar-gambarnya. Naaaah saya kerja di tempat yang bikin desainnya gitu.” Dia manggut-manggut tapi nampaknya tak kunjung paham juga. Yah i feel it too….tapi ya sudahlah, at least saya gak jadi kerja di pabrik, hihi.

Berbahagialah mereka pekerja white collar yang punya jabatan “aman”. Apa maksudnya aman?

Nenek: cu, kamu sekarang kerja di mana?
Cucu: Di perusahaan biskuit nek, jadi bagian keuangan

next script

Pakde: wah ponakan om sekarang udah sukses, kerja di mana?
Ponakan: kerja di perusahaan otomotif om, bagian mekanik.

next script again

Tetangga: Wah pagi-pagi sudah berangkat, neng. Sekarang kerja di mana?
Yang punya diri: Iya nih bu, alhamdulilah sekarang sudah keterima jadi guru di SD swasta.

Amanlah hidup Anda-anda sekalian pemirsah. Bagian akunting, keuangan, administrasi, PNS, mekanik, guru, montir, apoteker, kasir itu adalah profesi-profesi yang saya bilang “aman” tadi. Sekali sebut orang awam dari beragam latar belakang langsung ngeh dan tau mereka kerjanya sehari-hari ngapain.

Bos saya bahkan cerita sendiri betapa bingungnya dia menjelaskan ke keluarganya di desa sana mengenai apa pekerjaannya sekarang. Sebagai seorang Managing Director di Digital Agency yang menghandle perusahaan ini mulai dari garap big concept kalau mau tender, ngurusi trouble juga kalo pas website klien ada masalah besar, meeting ketemu klien yang mau bikin mobile website, nampaknya sulit menjelaskan semuanya dalam satu kata dan langsung dipahami orang awam. Akhirnya setiap di desa dia ditanya sekarang kerja di mana, dia selalu menjawab kalo dia bekerja di komputer-komputer gitu. Masih dicecar sama kerabatnya: kamu kerja di komputer? Jualan komputer? Pak bos mengangguk saja. Supaya kelar, men. Yah emang namanya dunia digital kan emang berhubungan banget sama komputer-an. Tiap dia cerita begini pasti saya ketawa.

Semakin dunia maju, teknologi maju, muncul pulalah aneka ragam jenis pekerjaan dengan aneka nama jabatan atau posisi. Social Media Strategist, Community Manager, IT Network &Security Engineer, BackEnd Portal Engineer, Audi0 Visual Producer dan masih seabrek kata-kata asing lainnya. Semakinlah sulit menjelaskan ke orang-orang sekitar  yang tidak berlatar belakang sama dengan kita. Ada yang punya tips untuk hal ini? Yok monggo di share….siapa tau elmu nya bisa saya pake sehari-hari.

Dan sekali lagi, postingan ini samasekali tidak bermaksud merendahkan orang awam di sekeliling saya. Tapi semata-mata saya lagi mencari cara untuk membuat semuanya menjadi lebih mudah. Percayalah.

Advertisements

14 thoughts on “(Sulitnya) Menjelaskan Profesi ke Orang Lain

  1. Fanny f nila says:

    Hahahha bisa dimengerti bgt mbak :D. Akupun kdg nemu ksulitan utk jelasin apa kerjaanku. Tp cra gampangnya aku blg aja, kerjaanku ngurusin uangnya org2 kaya :p. Baru ngerti deh mereka 😀

    Like

    • imeldasutarno says:

      Halo mbak, salam kenal, makasih sudah main kemari ya. Nah kalo soal ngurusi uang2, mereka pasti masih nyambung: “wah pasti bag.keuangan nih, atau bendahara *eeeaaa bendahara kelas?*

      Like

    • imelda says:

      mba restu dewi: iyah semacam advertising iklan gitu2 lah, tapi lebih ke jualan designnya sih. Kalo ngomong percetakan nanti pikiran mereka melayang ke percetakan di daerah Senen, percetakan kecil-kecil dan cetak undangan nikahan gitu, hihi. E pernah dong ya, waktu di perusahaan lama (sebelum yang sekarang) yang kebetulan advertising juga, bos ai ditanya ama tetangganya. Pas si bos jawab kerja di advertising, dikiranya advertising pinggir2 jalan yang buka lapak dan ngerjain plakat, cap, stempel dll yang kelar sejam. Oh tidaaaakkkk…..
      Rem to the pong lah pokoknya njelasin profesi kita, hahahaha…..

      Like

  2. tia putri says:

    Samaaaaa!!! Hihihii…
    Dan pernah aku tulis juga sebagai “pertanyaan2 yang males jelasin jawabannya”
    Kalau aq ujung2nya bilang staf aja, meskipun nanti ada yg jawab ooh bagian admin ya? *lalugaruk2tanah*

    Like

    • imelda says:

      ahahahha…iya ya mbak Santi. Biar cepet kelar pembicaraannya. Akupun kalo ditanya ya udahlah bilang aja kerja di bag,admin. Setiap ngomong: “saya kerja di bag,admin” dalam hati selalu cross finger dan ngebatin “duh andai mereka tau rempongnya kerjaan eikeh, gak sekedar admin jam 5 sore tenggo kakaaa….”.
      Etapi ga ada yang langsung lirik mbak santi sambil ngebatin: “Ouw suami tukang las? Yang suka keliling dan nawar2in las itu kan?” *minta ditimpuk nasi uduk*

      Like

  3. turiscantik says:

    Saya kerja di televisi selalu dikira bisa bikin orang terkenal adaaa aja yang minta anaknya diliput pas lomba sekolah pdhal saya kerja di tv berita hehehe

    Like

    • imeldasutarno says:

      halo mbak. Makasih udah baca ya. Wahahaha…..aku juga mau dong mbak diliput, pas lagi rangkulan sama Brad Pitt *dikeplak massa*. Yah itulah suka dukanya aneka profesi kita ya mbak di mata lingkungan yang awam. Terus mbak gimana njelasin jabatan/posisi mbak ke org sekitar? Pengen nyontek tipsnya 🙂

      Like

  4. Aprillia Ekasari says:

    Dulu saat masih kerja jadi Corporate Journalist jg bingung njelasinnya. “Ooo wartawan ya? Koran apa?”

    Sekarang ngejelasin jd freelancer kok ya bingung gmn ngomongnya, yg ada dikira nganggur. Mbuh wes karepmu :))

    Like

  5. mrs muhandoko says:

    Ada lho mbak, krn oknum tertentu temenku jd susah ngecengin anak tetangga. Jadi, temenku kerja di Pertamina betulan. Tp tiap kali ditanya kerjaannya apa sama ortu calon gebetan, tiap dia jawab Pertamina, selaluuuu aja dipikirnya jadi petugas pom bensin pertamina :)))

    Like

    • imeldasutarno says:

      Wkwkwkw…ngakak ngebayanginnya mbak. Kasian juga ya. Nah itu sama kayak bosku di perusahaan dulu yang tiap bilang kerja di advertising dikiranya advertising pinggir jalan yang juga terima pembuatan stempel, cap dll.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s