Seafood Tenda di Jalan Otista

Warung tenda, baik tenda pecel lele/ayam maupun seafood pinggir adalah makanan sejuta umat. Pergilah ke seluruh pelosok Jekardah ini…so pasti gak susah menemukannya ya. Nah saya mau cerita pengalaman makan di seafood tenda referensian dari teman pak suami.

Jadi ceritanya suatu hari pak suami pulang dan cerita kalau teman klub motornya ngajak dia makan pecel lele di warung tenda seafood di daerah Otista, Jakarta Timur. Pecel lelenya enak, cah kangkungnya pun enak. Dia bilang kapan-kapan mau ajak saya nyobain ke sana.
Tibalah hari H itu *semacam hari bersejarah atau apa*. Saya dijemput pulang kantor, naik motor. Diajak makan di warung ini. Tempatnya di pinggir trotoar, dan kalau ditanya patokannya, yang saya ingat *mirip perkataan orang abis pingsan* hanya adanya Klinik bertuliskan “OTISTA” warna putih, di seberang jalan. Ketika kami datang, kebetulan belum ramai orang. Warungnya sendiri cukup luas. Kami lantas memesan pecel lele dan cah kangkung masing-masing satu porsi. Karena pak suami bilang, porsi cah kangkungnya nanggung: dimakan sendiri agak lebih, dimakan berdua kesedikitan. Ok gak papa lah, makan sayur ini, semakin banyak makannya semakin sehat dan cantik mempesona kan ya? Sambil menunggu pesanan datang saya liat-liat spanduk yang mengelilingi warung itu. Di sebelah belakang tertulis “Seafood 29”. Pas ngeliat ke spanduk bagian depan “Seafood 40”. Hmmm….komentar gak ya? *sembari ngitung kancing*

Rasa makanannya memang lumayan. Kangkungnya dimasak menggunakan tauco.

Jpeg

Kami pun makan dengan lahap dan rakus. Harganya lumayan terjangkau kalau menurut saya. Ini bonnya.

Jpeg
Cah kangkungnya dihargain Rp9,000, teh manis panas Rp4,000, pecel lelenya Rp9,000 per porsi. Lumayan kan ya?

Selesai makan, kami pun pulang. Masih melintasi Otista. Karena jadi boncengers, sementara pak pengemudinya konsentrasi pada jalanan, saya sibuk melihat ke kanan dan ke kiri, liat-liat pemandangan sekitar. Gak jauh dari tenda tempat makan tadi, ada warung tenda lagi. Saya iseng baca spanduknya. Seafood 40. Lho? Lha? eh…… Lhadalah…emmm…lho tapi kan? Eh? *didialogkan seperti Bang Jarwo di “Adit n Sopo Jarwo”*
Jadi….seafood itu buka cabang apa bagaimana? Positive thinking: itu emang sister companynya *apeeeuu….?*. Motor kembali berjalan. Dan kurang lebih 400 meteran dari si sister company saya ketemu lagi warung seafood tenda. Pas baca spanduknya…..Seafood 40. Oooohhh….jadi sister companies dong ya bukan company. Dalam satu jalan aja ada tiga, dan jangan-jangan itu baru yang saya temukan. Mungkin masih banyak lagi di arah lurus sana yang bernama sama (motor harus berbelok ke arah jalan bypass soalnya).

Jadi, moral storynya apa? Kalo lagi jalan di Otista, gak perlu takut gak kebagian Seafood 40, karena ternyata banyak jon outletnya! Selamat mencoba ya.

Advertisements

2 thoughts on “Seafood Tenda di Jalan Otista

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s