HFMD

Bulan Februari kemarin. Sepulang saya dari kantor, Alun tiba-tiba demam tinggi. Gak ada hujan, gak ada angin. Gak pake pilek (common cold) kayak biasa. Hati saya deg-degan apalagi sekarang sedang musim DBD. Segera saya beri parasetamol untuk meredakan demamnya.

Keesokan harinya muncullah bintil-bintil berisi cairan di sekitar mulut dan dekat jari kelingking tangannya. Kemudian menyebar ke sela-sela jari-jari tangan dan telapak kaki. Demamnya berangsur mereda, lumayan membuat was-was orangtuanya menghilang . Hari berikutnya bintil muncul pula di bokong. Ketika ditanya, ia bilang tidak gatal tetapi sakit rasanya. Penyakit menular ini dengan mudahnya kena ke adiknya Lintang, karena kami satu rumah, satu kamar tidur. Pada Alun, mungkin karena ia sudah besar (6 tahun) maka sakitnya tidak seberapa. Adiknya tertular sekitar tiga hari setelah Alun. Sama-sama diawali demam tinggi, rewel (karena masih 3 tahun usianya) dan bintilnya lebih banyak dari Alun.Yang terparah adalah munculnya bintil di dalam mulut yang mengakibatkan anak kesulitan makan minum.Ya, Alun dan Lintang terkena HFMD. Apa itu HFMD?

HFMD adalah Hand Foot and Mouth Disease, atau penyakit tangan kaki mulut. HFMD adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus RNA yang masuk dalam famili Picornaviridae (bahasa Spanyol Pico:kecil), Genus Enterovirus (non Polio). Dalam dunia kedokteran, di dalam Genus Enterovirus terdiri dari virus Coxsackie A, virus Coxsackie B, Echovirus dan Enterovirus. Penyebab HFMD yang paling sering terjadi pada pada pasien rawat jalan adalah Coxsackie A 16, sedangkan yang sering memerlukan perawatan karena keadaannya lebih berat atau ada komplikasi sampai meninggal adalah Enterovirus 71.  Penyakit ini sebenarnya sudah ada di dunia sejak tahun 1969. Tahun 2000-an mewabah di negara Singapura, sehingga banyak akhirnya orang yang menyebut penyakit ini sebagai penyakit Flu Singapura.

Penularan langsung penyakit ini bisa melalui air liur, tinja, dan cairan dari bintil yang pecah. Sebenarnya istilah kedokterannya ruam merah, tapi kok ya saya lebih senang menyebutnya bintil. Karena memang bentuknya…..ya bintil-bintil. Sementara secara tidak langsung bisa melalui saling meminjam alat-alat seperti sendok garpu, handuk, pakaian, dan mainan yang sudah terkontaminasi virus tersebut.

Ini penampakan bintilnya

P_20160229_091948_HDR[1].jpg

P_20160229_091820_HDR[1].jpg

Orang dewasa jauh lebih kuat terhadap HFMD. Jadi biasanya HFMD ini memang menyerang anak-anak usia 2-10 tahun, yang kekebalan tubuhnya masih rentan. Pada orang dewasa, terkadang gejala flu nya saja muncul namun tidak diperparah dengan kemunculan bintil merah. Sehingga sering dikira hanya terkena common cold biasa, padahal bisa jadi orang dewasa tersebut sudah menjadi carrier virus.

Gejala HFMD  dimulai dengan demam tinggi dan munculnya bintil merah berair (mirip cacar) di bagian mulut, tangan dan kaki. Perbedaan dengan cacar:

  1. Jika cacar bintil terasa gatal, maka pada HFMD terasa sakit.
  2. Jika cacar bintil muncul di sekujur tubuh, maka HFMD hanya pada area sekitar tangan, kaki, mulut dan bokong saja.

Kami kemarin memang tidak membawa keduanya ke dokter. Sotoy? Ah bukan. Karena berbekal ilmu dari Milis Sehat yang saya ikuti, jadi tau kapan kondisi gawat darurat, apa penyakit yang sedang menimpa anak-anak saya melalui observasi gejala-gejalanya, dan apa tata laksananya. Yang terpenting memang mengobservasi kondisi gawat darurat.
Karena penyakit ini disebabkan oleh virus, maka tidak ada obatnya. Banyak orang mengira bisa diobati dengan antibiotik. Padahal penyakit yang disebabkan oleh virus akan sembuh sendiri dengan cara memperbaiki asupan gizi dan daya tahan tubuh (self limiting disease). Berikan parasetamol untuk membantu meredakan demam sekaligus mengurangi rasa sakit akibat bintil. Khusus untuk penderita HFMD, karena kesulitan makan maka dianjurkan memberikan yang dingin-dingin seperti: es krim, puding, buah dingin. Selama masa sakitnya Lintang luar biasa rewel, jadi orangtuanya harus ekstra sabar. Makanan sehari-harinya hanya puding dan es krim. Minum pun agak kesulitan karena sakit. Mau disuruh berkumur antiseptik masih belum bisa, ditambah rewel (nangis terus). Sedih banget liatnya.

Anak-anak yang terkena HFMD wajib dikarantina. Lintang belum sekolah jadi lebih mudah. Alun yang sudah sekolah terpaksa satu minggu dikarantina di rumah demi tidak menularkan ke teman-teman sekolahnya. Memang penyakit ini akan sembuh dalam waktu 7 harian. Ketika berangsur sembuh, maka bintilpun mengering, seperti pada foto ini.  Tanpa dikopek-kopek pun, korengnya rontok sendiri.

P_20160306_133351[1].jpg

Penyakit ini belum ada vaksinnya. Pencegahan yang paling utama sebenarnya sangat mudah sekali. Yaitu dengan rajin mencuci tangan sehabis beraktivitas apapun. Ini yang terkadang masih sering terlewat pada anak kita. Namanya anak-anak, habis main-main begitu megang makanan ya langsung aja, lupa sama cuci tangan.

Mari rajin-rajinlah mengingatkan anak pada pentingnya mencuci tangan. Agar kita semua dapat terhindar dari aneka penyakit berbahaya.

 

Advertisements

6 thoughts on “HFMD

  1. heywabbit says:

    Wahhh, semoga gak kena HFMD lagi ya Alun dan Lintang 😦
    Kebayang sih, Lintang pasti rewel karena sakit tapi bingung kali ya nyampein secara detailnya..
    Kalo aku, karena panikan orangnya mungkin aku udah maksa rawat inap kali. super panikan.

    well noted, kara akan lebih lebih lebih sering lagi cuci tangan :’) thank youuu

    Like

    • imeldasutarno says:

      mbak makasih udah mampir n baca ya. Iya mudah-mudahan gak lagi-lagi kena deh, amiin. Lintang udah bisa sampein kalau dia kesakitan, cuma memang ga seperti anak yang lebih besar yang udah bisa menahan sakit, dia malah jadi super rewel dan gelisah karena terlalu fokus sama sakitnya. Mudah2an anak2 kita sehat semua ya mba Tasha. Jangan lupa cuci tangan

      Like

  2. restu dewi says:

    Ya ampun dua-duanya kena huhuhu..

    eh tapi anakku juga 3 minggu lalu ada gejala HFMD ini mba Imel, cuma lebih ringan kali ya..karena cuma di telapak tangan ama kaki.. nggak ada di sekitar mulut haduuuhhh, karantinanya itu hhhh..

    Like

    • imeldasutarno says:

      iyaaa…pas dua2nya kena. But there’s always rainbow after the rain mba (nanti aku bikin tulisannya apa maksud kata-kata Inggris ini, hehe.) Iya, mesti banget karantina. Penyakit-penyakit macam cacar air, HFMD, campak dan sejenisnya emang mesti karantina ketat mbak daripada saya digaplokin warga sekampung karena anak saya nularin hihi 🙂

      Like

    • imeldasutarno says:

      nah apalagi kalo ada bayi mbak, diusahakan banget banget menjauh dari orang-orang yang potensial carier HFMD. Usia 3 tahun kayak anakku aja rewelnya minta ampun karena kesakitan dalam mulutnya, bisa dibayangin kalo bayi kan mbak? Thanks udah baca ya 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s