Rumah Makan Bambu Haur

Hari Sabtu tanggal 5 Maret kemarin, saya menghadiri reuni SD. Kebetulan kali ini teman-teman memilih tempat di Restoran Ikan Bakar Bambu Haur. Restoran ini bertempat di Jalan Alternatif Sentul nomor. 38. Akses ke sini termasuk mudah. Dari arah Jakarta tinggal keluar tol Jagorawi exit Sentul, kemudian belok kanan masuk ke Jalan Alternatif. Nanti rumah makannya ada di sebelah kanan, dan kita harus putar balik.

Begitu sampai, saya sempat mbatin “kok sepi ya?” Ternyata memang area parkirnya dibagi dua: satu di luar yang saya lihat sepi, satu lagi bisa masuk ke bagian belakang restoran. Mobil kami pun memilih yang di belakang restoran. Begini penampakan area parkirnya.

bambu haur

gambar diambil dari Google Maps

P_20160305_130633[1].jpg

Begitu sampai, pertama kali yang saya lihat adalah aneka permainan untuk anak-anak. Dekat arena permainan ini juga ada meja-meja untuk para pengunjung. Jadi yang bawa anaknya, bisa makan sembari ngawasi anak main. Ini fotonya.

P_20160305_130610[1].jpg

Kemudian kami pun memilih tempat lesehan untuk makan. Ada pula yang menggunakan kursi layaknya di restoran. Tapi kami lebih senang ngampar. Lebih bebas.
Karena kami sudah kelaparan, pilihan aneka menu ikan bakar dan lain-lain dicuekin. Semua milih makan nasi timbel komplit karena sudah pasti penyajiannya lebih cepat. Nasi timbel ini terdiri dari : nasi putih+ayam goreng/bakar+sayur asem+ikan asin+tahu+tempe+lalapan+sambel. Padahal harusnya nyoba makan ikan bakarnya ya, secara ini resto yang mengusung ikan bakar sebagai jualan utamanya. Namun berhubung perut dah pada krucuk-krucuk ya sutralah, pesen yang cepet terhidang aja. Ini foto nasi timbelnya.

Jpeg
Ketika makan, kami agak kesulitan. Jadi tinggi mejanya agak lebih tinggi sedikit dari meja rata-rata, sehingga walaupun sudah duduk beralaskan bantal, agak susah menjangkau nasi di piring. Akhirnya piring diletakkan di paha, dan makanlah kami dengan lahapnya :). Setelah dirasa, hmmm…ternyata rasa nasi timbel komplit ini standar. Sambelnya bahkan tidak pedas membara. Etapi kalo udah lapar mah, sikat aja yah 🙂

Pas kami makan, sebenarnya waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang, tapi nampaknya resto tidak terlalu padat pengunjung loh. Masih banyak kursi kosong terutama yang dekat tempat bermain tadi.

Yang saya suka dari tempat ini adalah kebersihan kamar mandi dan mushollanya. Ini penampakan luarnya. Kamar mandinya jauh lebih keren dibanding kamar mandi saya di rumah *gak ada yang nanya deh perasaan*.

P_20160305_130551[1].jpg

Kalau yang ini wastafel tempat cuci tangan.
P_20160305_110457[1].jpg

Kemudian, untuk memberikan kesan asri, ada kolam ikan juga yang warnanya didominasi warna lumut (hijau). Eh itu beneran emang sengaja diberi efek lumut….atau emang belum dikuras? Entahlah….hanya pemilik restonya yang tau.

Jpeg

Untuk harga, standarnya resto. Satu porsi cah kangkung misalnya, dibandrol 30,000. Tapi rasanya saya belum tau, sebab memang gak mesen itu kemarin. Nasi timbelnya komplit yang kami makan juga dibandrol kurang lebih segitu deh, duh kemarin lupa nyimpen bonnya gara-gara udah asyik reuni sama temen-temen 🙂

Itulah pengalaman saya makan di Bambu Haur. Ada yang sudah pernah ke sini juga?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s