Es Balok vs Rumah Sakit

es jeruk

gambar dari sini

Kalo baca di situs berita, lagi marak dibahas pedagang es teh manis Monas yang katanya memakai air gak bersih untuk membuat racikan es tehnya. Saya pas baca….mohon maaf….jadi eneg dan pengen muntah karena langsung membayangkan proses pembuatannya.

Kemudian flash back ke 7 tahun lalu, saat saya terkapar di RS karena infeksi usus. Penyebabnya dokter bilang dari makanan. Etapi infeksi usus ini nampaknya bukan hanya dari makanan tapi juga pengaruh sutris akibat satu bulan lagi mau menikah, cyiiin……Eciyeee ciyeeee *muji-muji dewe*. Akibatnya keluar dari RS, tinggallah 7 hari menjelang hari H. Beli cincin seadanya di pasar emas Cikini. Cincin yang udah ada aja, agak longgar sedikit. Tinggal digravir sama nama pak suami. Rebes.
Yaaah ini mau cerita pernikahan dini atau soal es teh manis? Es teh manis aja deh ya, lebih bermanfaat ketimbang topik yang satunya lagi, wahahahaha…..

Tujuh tahun lalu, saya memang masih single dan makan sesuka-sukanya alias ga dijaga. Begitu juga dengan minuman. Jadi kebetulan saat itu di dekat kantor, ada penjual es teh yang gelas plastiknya pakai cup sealer. Di jaman itu lagi baru-baru ngetrend. Jualannya gak sekedar es teh manis tapi juga ada teh tariknya. Karena pas cuaca terik ngeliat temen-temen pada beli minum  di situ, saya ikut-ikutan. Hampir tiap hari, karena gak tahan godaan sang matahari yang bersinar gak tanggung-tanggung. Satu hal yang saya sebenarnya sudah ketahui dan feeling dari sebelum lama tapi selalu cuek yaitu: kok tiap kali minum es teh atau minuman apapun di warung yang pake es batu, pasti rasa minumannya kayak ada unsur rasa kimianya gitu ya? Gak murni rasa air? Kala itu bodo amat. Padahal masya Allah, bahaya mengintai dong ya.

Gimana gak rasa kimia? Ternyata es batu yang dipakai di warung-warung makanan itu adalah es balok, yang seharusnya dipakai untuk mendinginkan minuman botol, mendinginkan ikan dan sayuran mentah, bukan untuk kebutuhan konsumsi manusia. Proses  pembuatannya melibatkan bahan kimia seperti tawas dan kaporit. Belum lagi air yang digunakan untuk membuat es balok berasal dari air mentah, seperti air kali/sungai yang sudah pasti banyak mengandung bakteri E-coli. Semua seharusnya serba terlarang masuk ke perut kita ya?

Para pedagang menggunakan es ini, karena harganya murah. Tahun 2015 saya pernah baca artikel, harganya hanya Rp20,000 per balok. Bandingkan kalau harus membuat es batu dari air matang. Proses memasak dan mencetaknya sudah pasti memakan biaya yang lebih banyak.

Nah es batu inilah yang akhirnya masuk dengan rajinnya ke tubuh saya. Membuat saya harus nginap di RS. Semenjak peristiwa itu, jujur saya trauma dan berhati-hati sampai sekarang. Sudah tidak pernah memesan minuman dingin yang menggunakan es batu lagi. Lebih baik memesan minuman yang sudah dikemas dan dingin. Misalnya teh botol dingin, fanta dingin, dan lain-lain. Yang dingin hanya botolnya, isi minumannya tetap hygenis. Atau kalau di warung makan yang saya singgahi gak jual minuman kemasan dingin, saya memilih minum teh panas sekalian saja. Gak tau bener apa enggak, cuma feeling aja kalau teh tawar panas, let’s say dibuat dengan air yang gak bersih sama yang punya warung, tapi kan tetap ada proses pemasakan di situ.

Tapi saya kagum loh, banyak juga orang yang tubuhnya kuat, ususnya kuat untuk terus menerus dimasuki es balok yang saya cerita di atas tadi. Saya perhatiin kok mereka santai dan gak sakit-sakit ya? Hmmm….emang dasar daya tahan tubuh eikeh lemah maaak….itu inti cerita ini kaaaaaan? *kemudian ditoyor sekabupaten*

signature

Advertisements

2 thoughts on “Es Balok vs Rumah Sakit

  1. santi says:

    Aku juga pernah infeksi usus, mba. Malem2 sakit di kostan, untung punya gebetan yg naksir berat sama akyu *geer pol. Malem2 dianterin ke UGD RS Royal Taruma, pake mabok parah di mobil desye lagi. Untungnya aku ga sampe dirawat mba. Disuntik apa gituuu, trus observasi berapa jam di UGD, trus boleh pulang. Hihihihi 😀

    Like

    • imeldasutarno says:

      Duh beruntungnya dirimu ada gebetan yang siap sedia menjadi pangeran impian nan siaga. Pake acara digotong2 kayak princess2 di tipi gitu gak mbak? Enak cuma dapat obat via suntik trus boleh pulang. Hiks hiks….pokoknya kapoklah minum2 es batu warung gitu aku mah mbak. Makasih udah baca yaaa…..

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s