Memuliakan Ibu

Bukan hari ibu. Apalagi hari perempuan internasional. Tak apalah. Saya tetap posting tulisan ini. Entahlah, mungkin karena sedang kangen anak-anak di rumah, jadinya mellow guslow *ehm…itu Melly kali seus*.


Teringat jasa ibu. Yang melahirkan kita, berjuang mempertaruhkan nyawa demi melahirkan kita ke dunia. Melahirkan normal jangan tanya sakitnya seperti apa. Sudah dua kali saya mengalami, dan dua-duanya sama-sama terasa seolah nyawa hendak dicabut. Pantas saja ibu saya sering ngomong: ketika perempuan melahirkan itu, sebenarnya satu kaki sudah di liang lahat. Alias…..separuh dari jiwa kita sudah harus siap mati.

Selesai sakitnya melahirkan, kemudian disusul dengan merawat tanpa henti, hingga sang anak dewasa, mandiri dan akhirnya berkeluarga. Kemudian punya anak sendiri. Dan siklus berputar. Sekarang giliran saya yang merasakan semua yang sudah ibu rasakan sejak melahirkan saya.

Itulah salah satu sebab ada peringatan hari ibu ya. Bicara tentang menghormati dan memuliakan ibu, saya teringat pernah menonton salah satu iklan brand underwear ternama dunia, produksi Thailand. FYI: Thailand ini memang negara yang kerap melahirkan tv commercial yang menyentuh, emosional dan sering bikin mewek. Mulai dari iklan asuransi, perangkat elektronik, pakaian dalam, semua dibabat dalam satu genre yang sama. Tapi percayalah, nontonnya juga asli bikin mewek. Balik lagi ke tv commercial underwear tadi. Ini videonya, dan saya highlight di menit 04.30. Melihat bagaimana anak-anak di sana sejak kecil sudah diajar untuk memuliakan ibu.

Apa yang dilakukan si anak, sebenarnya sering kita lakukan ya. Terutama saat lebaran. Ibu saya sampai detik ini tidak pernah absen sujud dan mencium kaki nenek sembari meminta ampun atas semua kesalahannya, setiap Lebaran tiba. Seolah menjadi ritual memuliakan ibu yang paling tinggi, yang dilakukan beliau terhadap nenek saya. Bukan berarti kemudian setiap hari tidak memperhatikan nenek saya loh ya 🙂 Tetap kok, tapi caranya adalah daily activities seperti misalnya: selalu menelepon dan ngobrol dengan nenek yang kebetulan tinggal bersama adik ibu, mengunjunginya, dan lain-lain.

Menanamkan nilai dengan melakukan ritual macam sujud di kaki ibu menurut saya adalah hal yang baik, dan perlu dilakukan sejak usia dini. Alhamdulilah di sekolah Alun, ketika hari ibu tiba, walau tidak selalu tepat di tanggal jatuhnya hari ibu, selalu ada semacam perayaan/acara yang diadakan sekolah. Biasanya yang wajib hadir adalah ibu. Kemudian diadakan lomba kecil-kecilan yang pesertanya ibu-anak.
Tahun 2014 lalu, acara ini diakhiri dengan kejutan kecil. Jadi rupanya jauh-jauh hari, para anak-anak TK ini dengan dibantu 90% oleh guru-gurunya, meronce kalung. Anak boleh memilih sendiri warna warni manik-manik yang akan ia pakai untuk membuat kalung. Bu guru dengan setia membantu mengaturnya.

Pas hari H, bu guru bilang bahwa anak-anak akan mempersembahkan hadiah untuk ibunya masing-masing. Maka secara bergiliran, anak mengalungkan hasil karyanya ke leher ibunya. Meleleh gak ibunya? Meleleh jon! Pengen nangis, walopun 100% tau itu setting-an bu guru (anak-anaknya bahkan ada yang gak seberapa ngeh tau-tau suruh ngalungin aja gitu. Yah namanya juga bocah TK 🙂 ).

Ini saya dan Alun, saat momen tersebut.

10868035_10152886613238794_9012306754375023775_n

1384236_10152886613373794_4134435031211285663_n

Dan ini kalung hasil karya Alun

1466050_10152886613038794_865133256770605792_n

Semua ini hanya contoh saja. Masih banyak sekali cara untuk memuliakan orangtua kita. Yang terpenting, bagaimanapun caranya, akan indah jika kita dapat mengajarkannya ke anak-anak kita sejak mereka kecil. Ngerti gak ngerti urusan belakangan, yang penting kasih contoh aja dulu ke mereka. Insya Allah perlahan-lahan mereka bisa paham.
Selamat hari Senin 🙂

Tulisan ini self reminder juga untuk saya sendiri.
signature

Advertisements

4 thoughts on “Memuliakan Ibu

    • imeldasutarno says:

      Mbak makasih udah mampir dan baca ya. Iya, padahal asli setting-an ibu guru semua tapi tetep aja rasanya beneran dari anak kita sendiri persembahannya. Ayo peluk ibu kita di rumah mbak 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s