Pencat Pencet di Museum PP Iptek TMII

Kali ini, long weekend kami isi dengan berkunjung ke tempat yang dekat-dekat saja. Ke Taman Mini Indonesia Indah. Sudah lama memang Alun ngajak ke Museum PP (Pusat Peragaan) Iptek, mau pamer ke adiknya tentang aneka hal yang bisa ditemui di dalamnya. Jadi Alun ini sebenarnya sudah pernah berkunjung ke Museum Iptek tapi waktu itu bareng sama rombongan sekolahnya.

Sekalian biar adil, adiknya juga kudu ke sana dong.
Letak museum ini berhadapan dengan Taman Budaya Tionghoa. Harga tiket masuknya Rp16,500 saja. Di bawah 3 tahun hratis men alias gak bayar.

Di bagian teras museum, begitu kita datang, disediakan alat peraga optik. Nah kalau kita meneropong dari alat itu, begini hasilnya.

12474034_10154019859233794_663987689259293897_o

Kemudian ada roda pesawat terbang yang besar sekali.

Jpeg

Jpeg

Dan tak lupa, ada replika robot Bumblebee, salah satu robot dalam film Transformers.

12898308_10154019860468794_1676131392220242846_o

Jangan lupa mampir ke alat musik pipa ini, yang memainkan cukup dengan memukul-mukul semacam bat (semacam raket pingpong) karet.

Jpeg

Jpeg

Begitu masuk ke area dalam, anak-anak kesenangan. Tempatnya luas, jadi mereka bebas lari-larian ke sana kemari. Pemandangan paling pertama untuk semua pengunjung adalah replika hewan purbakala yaitu 3 jenis dinosaurus.

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Dimakan sama dinosaurus

Replika ini digerakkan dengan mesin sehingga bisa mengeluarkan suara-suara dan bergerak. Di jalur replika ini juga dipajang patung-patung para ilmuwan seperti Albert Einstein plus keterangan tentang jasa-jasanya di bidang iptek.

Bergerak menjauh dari replika dinosaurus, anak-anak tiba di simulator kokpit pesawat terbang.

Jpeg

Pura-pura jadi pilot

Puas main di situ seolah-olah jadi pilot, kami semain masuk ke dalam. Ternyata di ruang utama museum ini, sudah dibagi-bagi berdasarkan kategori. Jadi ada kategori Robotik, Listrik, Cahaya, Ilusi, APC (Area Peneliti Cilik), bahkan Tsunami Corner. Sangat banyak sekali kategorinya, saya gak sempat memfoto semuanya.

Jpeg

Ini simulasi lintasan lari kalau di lomab-lomba lari internesyenel itu

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Foto berempat di kaleidoskop

Jpeg

Replika bumi dan satelitnya yang terus berputar di atas museum

Setiap kategori memiliki banyak alat-alat peraga. Intinya, alat-alat di sini hampir 90% digerakkan dengan cara menekan/memencet tombol. Misalnya yang Lintang pencet ini, yaitu alat yang bisa mengeluarkan suara-suara hewan.

Jpeg

Jpeg

Atau yang ini, prinsip seseorang bisa menyelam ke dasar laut.

Jpeg

Asik pencet-pencet

Di area robotik, disediakan aneka replika alat-alat yang digerakkan dengan mesin kecil. Mirip dengan lego ya items-nya. Area di sini dijaga ketat sama dua orang penjaga, karena memang part yang kecil-kecil, mudah rusak, dan kadang pengunjung main pegang-pegang aja padahal harusnya gak boleh dan sudah disediakan tulisan warning itu.
Jpeg

Jpeg

 

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Ada tower crane di belakang Lintang

Di area Tsunami Corner, pengen banget ngerasain rumah Simulasi Gempa ini, namun sayang jadwal shownya dibatasi, tidak bisa setiap saat. Pas ke sana, pas udahan jadwalnya hiks. Tapi kesedihan itu terhibur dengan simulasi gelombang tsunami dari sebuah bak panjang yang dibuat berundak dan diisi air. Dengan menekan tuas, maka gelombang tsunami pun tercipta. Kita jadi tau bagaimana proses terjadinya gelombang maut ini. Semakin tinggi tuas kita angkat, semakin besar hantaman gelombang ke darat. Kemudian ada pula simulasi fondasi tahan gempa. Jadi ada sebuah replika rumah kecil dalam sebuah kotak kaca. Dengan memencet tombol, maka rumah pun bergoyang kencang ke kiri dan ke kanan. Karena fondasinya kuat, diperlihatkan bahwa rumah tidak roboh. Goyangan tersebut diibaratkan gempa. Dan masih ada beberapa peragaan lagi di area ini.

Jpeg

Jpeg

 

Jpeg

Jpeg

Di area Cahaya, saya gak sempat foto-foto. Ruangannya diset gelap gulita, dengan aneka kegiatan yang berhubungan dengan cahaya. Mulai dari Bayangan Beku, Pembiasan Cahaya, dan masih banyak lagi.

Museum PP Iptek ini juga memiliki beberapa skedul untuk pengunjung selain simulasi rumah gempa tadi. Di antaranya: pertunjukan roket air dan edukasi science. Di edukasi science ini pengunjung tinggal duduk manis sambil diajak memahami iptek bersama para mentor. Materinya bisa bermacam-macam. Saya kemarin tidak sempat mengikutinya, karena museum ini asli luas banget jadi kami kejar-kejaran dengan waktu sambil menikmati hampir semua peragaan alat.

Jpeg

Jpeg

 

Jpeg

Jpeg

Di area APC, anak-anak paling lama bermain. Maklum, semua peragaannya permainan anak semua, jadi dijamin puas. Mulai dari area dokter cilik di mana anak bisa menjadi dokter kecil dengan aneka peralatan periksa khas dokter.

Jpeg

Area dokter cilik

Kemudian permainan mengenal warna dan bentuk di komputer, piano raksasa yang bisa berbunyi jika diinjak-injak, aneka puzzle bentuk hewan, labirin kaca, miniatur ruangan di dalam rumah manusia, dan masih banyak lagi.  Area ini letaknya paling ujung dari museum.

Jpeg

Pintu masuk APC

 

Jpeg

Piano besar

Sebenarnya masih banyak lagi yang bisa diceritakan di museum ini. Termasuk percobaan naik sepeda di atas seutas tali. Dengan membayar Rp2,200 saja, orang dengan berat tidak dari 50 kg bisa menaiki sepeda ini. Sayang gak sempat juga. Hari sudah semakin sore. Kami benar-benar pulang pas petugas sudah warning via speaker bahwa museum benar-benar akan tutup.

Summary Museum PP IPTEK TMMI:
Jam buka: 09.00-16.00 WIB
Harga tiket masuk: Rp16,500 per orang

Plus:
– Untuk orang dewasa yang tertarik dengan iptek, tempat ini benar-benar bagus untuk belajar dan memahami satu per satu aneka alat peraga di sini. Tentunya membutuhkan waktu yang lebih panjang (lebih dari 1 hari) untuk menikmati semuanya, karena sebagai orang awam, kita gak bisa langsung mudeng dengan rangkaian percobaan dan peragaan alat-alat di sini.
– Museumnya luas, sehingga bebas untuk bergerak tanpa berdesakan.
– Untuk anak-anak, tempat ini menyenangkan sekali. Walau akhirnya hanya suka sama pencet-pencet sana sini dan memekik girang ketika setelah mencet terjadi gerakan atau alat mengeluarkan suara.

Minus:
– Banyak alat peraga yang sudah tidak bisa dipencet alias rusak.
– Demikian pula dengan kebersihan dari karpet maupun jok kain. seperti misalnya pada jok kain di simulator kokpit pesawat yang sudah berbau apek, karpet dan alat-alat main di APC yang juga sudah agak bau dan berdebu (langsung berasa banget debunya begitu megang satu alat aja).

Mudah-mudahan ke depannya ada peningkatan maintenance dan sarana di museum ini. Supaya pengunjung juga bisa lebih nyaman.

Gaya dulu dong ah di depan patung bola dunia.
12419250_10154019860783794_7495658867053151486_o[1]

signature

Advertisements

One thought on “Pencat Pencet di Museum PP Iptek TMII

  1. ndiievania says:

    Waaa keren banget yaa. Lupa deh dulu terakhir ke museum pp iptek ini kapan.

    Pas ke TMII tahun lalu cuma ke tempat ikan dan tempat burung doang *yg belom di uodate di blog pula* hahaha.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s