L.F.O.B.Y.A.

think before youact

Gara-gara ditabrak sama mobil pas naik Gojek 4 bulan lalu, kaki kanan masih bermasalah. Memarnya gak hilang-hilang. Gengges iya, karena walaupun tetap bisa dipakai buat ngapain aja termasuk buat jadi dancernya Madonna dan Justin Bieber tapi tetep aja gak nyaman rasanya. Masih ada memar yang ngganjel.

Udah dibawa ke dokter umum, dikasih obat yang buat ngilangin bengkak memar, gak sembuh juga. Akhirnya semalam nekat ke spesialis. Nah si lugu ini kan emang polos dan cantik gitu ya anaknya. Bukannya browsing dan cari tau dulu, malah asik-asik main ke spesialis penyakit dalam.

Pergilah akika ke RS dekat rumah. Udah daftar, dan katanya dokter baru praktik 45 menit lagi. Ya sut, isi perut dulu dong ya alias makan malam di kantin RS. Menunya soto ayam ini.

Jpeg

Jpeg

Kelar makan, ngantri lagi, si dokter baru datang jam 20.30. Setelah masuk dan menceritakan keluhan, dokter cuma bilang: “bu ini memang ada memar. Tapi harusnya dibawa ke dokter ortopedi atau sekalian bedah syaraf, karena ini kan ibu udah 4 bulan ya memarnya gak kunjung sembuh. Kalo saya spesialis penyakit dalam, urusannya sama penyakit yang kaitannya sama lambung, liver, ginjal dan seputar itu.”

Doeeennnggg….!

tuh kaaan tuh kaaaan…..*pentung-pentung pala sendiri pake uang 100ribuan*

Harusnya kan cari tau dulu ya.Sekarang jaman mah udah canggih, jaman internet. Harusnya yang beginian bisa memanfaatkan situs-situs kedokteran untuk cari tau pantasnya kalo sakit beginian datangnya ke dokter apa. atau blogwalking, siapa tau ada juga bloher-bloher di luar sana yang pernah ngalamin kayak saya.
Lha ini malah bikin asumsi sendiri: penyakitnya kan ada memar di dalam tubuh, jadi datangnya ke spesialis penyakit dalam dong.

Nasi udah jadi bubur. Sepanjang pemeriksaan dan ketika menulis resep, saya banyak diam di depan dokter. Karena agak menyesal dengan kebodohan saya. Akhirnya dokter hanya bilang: “saya coba kasih resep ya bu, ini obat-obatan yang memang berfungsi untuk menghilangkan bengkak, tapi beda sama yang waktu ibu minum di dokter yang sebelum ini. Terus saya kasih surat pengantar ke dokter ortopedi ya, karena di RS ini kebetulan gak ada.”

Pulang dari dokter saya cuma berdoa, mudah-mudahan obat kali ini manjur dan memar benar-benar hilang. Males juga kalau harus nyari dokter ortopedi lagi euy.

Lesson learned: mari berpikir bijak, cari tau dulu ke banyak sumber sebelum memutuskan bertindak *sambil minum obat nih, hiks….*. Btw, singkatan judul postingan ini, kepanjangannya bisa liat di gambar ya.

Have a nice Friday everybody 🙂
signature

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s