Agar Anak Mau Menulis

Setiap anak dilahirkan unik dan berbeda. Ada yang orangtuanya super lucky mendapatkan anak yang manis nan penurut, ada pula orangtua yang diuji kesabarannya dengan dititipkan oleh Allah SWT anak yang ndableg dan sulit diatur.

Anak sulung saya termasuk yang tengah-tengah. Terutama dalam urusan belajar. Setiap kali diminta untuk belajar, emaknya harus tarik urat leher dulu, memperpanjang sumbu kesabaran, dan seringkali tetap diakhiri dengan …………..marah. Bukan contoh yang baik ya ibu-ibu?

Anak saya ini, mungkin karena program pendidikan di TKnya lebih menitikberatkan pada banyak bermain dan tidak mewajibkan calistung, maka sampai di rumah pun ia memiliki keinginan yang sama. Sayangnya emaknya emang bukan orang yang kreatif ala mamak mamak kekinian yang selalu memiliki ratusan ide dan waktu untuk mempersuasi anak untuk mau belajar, dan kemudian idenya diposting di media sosial.
Anak saya sudah mau masuk SD, sudah saatnya mulai diajarkan untuk rajin menulis. Karena kan kalau sudah SD belajar jauh lebih serius, dan selalu ada kegiatan mencatat ya. Nah Alun ini sering mengeluh malas dan capek untuk menulis. Menulis bukanlah aktivitas favoritnya. Dia bisa menghabiskan waktu satu jam fokus bermain aneka mainan heavy equipmentnya sambil berimajinasi membangun pertambangannya sendiri, atau memiliki proyek pembangunan jembatan dan sejenisnya. Tapi cobalah ajak ia menulis….duh mama….satu baris saja pun sulit sekali.

Saya mencoba mencari cara yang menurut saya mudah dan bisa dilakukan working momma macam saya ini. Akhirnya idenya begini: memaksa ia menulis dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan seputar hal yang saat ini ia sukai. OK, selain heavy equipment, dia sekarang lagi suka sama: Boboiboy, Upin Ipin, sinetron GO BMX, film robot Transformers dan Real Steel. Akhirnya jadilah seperti gambar ini:

P_20160405_080428

Anak suka sinetron? Pengecualian. Untuk yang GO BMX itu, Alun cuma suka dan tertarik sama atraksi akrobatik yang memang diusung sebagai tema utama sinetron itu. Kalau saya iseng tanya jalan ceritanya, dia pasti jawab gak tau.

Soal-soal di whiteboard ini saya buat sebelum berangkat kerja. Setiap hari soalnya selalu berganti-ganti. Alun senang mengerjakannya, karena merasa tertarik menjawab pertanyaan-pertanyaan yang memang ada hubungannya dengan hobinya yang sekarang. Memang menulisnya hanya singkat-singkat, tidak panjang sampai tiga empat kalimat. Tapi setidaknya ini membantunya untuk memiliki rasa senang pada aktivitas menulis.

Semoga ke depan saya memiliki ide-ide menarik lainnya untuk membuatnya semangat belajar.
signature

Advertisements

20 thoughts on “Agar Anak Mau Menulis

  1. eS Ye eL says:

    What a good idea! Suka sama ide momma ini. Boljug nih buat diterapin ke anak lanang saya nanti kalau sudah waktunya belajar calistung. Soalnya denger-denger anak lanang memang agak challenging ya Mam.

    Good luck sama Alun yaaa.. Semoga makin pintar dan rajin menulis 😀

    Like

    • imeldasutarno says:

      Aaak….eikeh terbang dipuja puji begini hehehe….Iya kayaknya anak lanang lebih challenging deh. Anak perempuanku gampang banget kalo diminta dan disuruh ini itu, gak ribet. Hiks…. Terima kasih doanya ya mba 🙂

      Like

    • imeldasutarno says:

      aheyyy….alhamdulilaaah kalo saya brilian mbak. Atuhlah kan biasanya cuma nulis2 geje abal2.Alhamdulilah ini tulisan bermanfaat buat org lain. Yaaah dia mah engga ngerti blog mbak. Ngertinya excavator, loader, tower crane, wkwkwkwkkw

      Like

  2. heywabbit says:

    KECE BANGET IH IH IH!! pastinya akan kutiru nanti, kalo sekarang Kara udah bisa nulis akan kukasih pertanyaan tentang little pony dan lalaloopsy :))) *sila google kalau lost in translation*

    Like

    • imeldasutarno says:

      APA?? KECE?? IYA ITU AKUH MBAAAK, EMANG AKUH KECE BADAIIII…AAAKKK *teriak2 narsis brutal*

      Matur suwun kalo ide ini ternyata bermanfaat utk Kara nanti ya mbak Tasha. Oh tidak, apakah itu lalalupsi?Anak wedokku demennya Hello Kitty. Kalo emaknya demennya sama duit belanja bulanan mbak *ga ada yg nanya*

      Like

  3. Nurul Fitri Fatkhani says:

    Aih, mba Imelda idenya bagus tuh! Anak akan senang menulis tentang apa pun yang dia sukai. Terbukti dengan anak mba Imelda, kan?
    Eh,iya di selain kesukaan anak kita sama, yaitu main futsal, ternyata tontonannya hampir sama juga. Anak saya juga penggemar Upin Ipin, transformer, Boboiboy. Satu lagi, kalo anak saya sukanya nonton serial Pada Zaman Dahulu.
    Banyak kesamaan anak kita ya mba, tosss ! 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s