Berkunjung ke Dirgantara Edu-Tech Expo 2016

Seperti yang saya ceritakan di sini, bulan April identik dengan TNI AU. Selain berulangtahun, April juga dijadikan sebagai bulan dirgantara oleh salah satu kesatuan militer Indonesia ini.

Salah satu kegiatannya adalah mengadakan Dirgantara Edu-Tech Expo dari tanggal 15-17 April 2016 di Terminal Selatan/Military Apron, Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta.

Jpeg

Gemeter baca tulisan ini. Wedi aku rek…!

Sesuai dengan namanya, pameran ini sebenarnya diperuntukkan bagi siswa sekolah khususnya dan masyarakat awam umumnya, dan bertujuan untuk menanamkan rasa cinta dan bangga pada tanah air dan terutama pada TNI AU.

Sebagai pecinta atraksi pesawat, saya pun gak mau ketinggalan datang ke sini. Setelah mengumpulkan informasi yang cukup dari Twitter resmi TNI AU, hari Sabtu 16 April saya datang ke pameran. Sendiri. What? Lha terus anaknya piye? Ehm…anak saya suka dengan Jupiter Aerobatic Team, tapiiii…..kalo ditambah dengan keliling-keliling pameran seperti ini, dia suka ngeluh capek. Sementara emaknya kan semangat 45 dong ya keliling sambil celingukan kali bisa foto sama pilot ganteng *eh gimana maksudnya?*.

Akhirnya sudah disepakati dari rumah, anak gak ikut. Daripada sampe sana ngeluh capek, minta pulang, sehingga fokus emaknya pada pak pilot ganteng jadi teralihkan *tetep usaha*.

Harusnya saya sudah di lokasi jam 8 pagi. Namun karena sedikit miss-information, saya pikir jam 9 baru mulai acara atraksi.

Saya naik ojek langganan ke lokasi acara. Praktis. Baru sampai di pagar dekat lokasi, saya melihat dari kejauhan atraksi Paskhas TNI AU yang sedang menggunakan paramotor. Yah ketinggalan satu atraksi deh…. Saya gak sempat foto, tapi kira-kira begini paramotor itu.

paramotor

gambar dari sini

Sampai di lokasi beli tiket tanda masuk Rp20,000. Tiket box-nya banyak dan terlihat tidak antri. Sebenarnya sampai di sini saya merasa ada yang aneh. Apa karena masih pagi? Atau karena sosialisasi yang kurang? Atau karena yang tertarik sama atraksi TNI AU di Indonesia ini sangat sedikit? Hmmm….dengan segenap pertanyaan, saya pun memasuki gerbang setelah tiket disobek oleh petugas.

Jpeg

Ini gerbang masuk ke boothnya

Di area bandara nan luas ini, pameran dibagi-bagi. Begitu masuk gerbang besar, di sebelah kiri ada deretan foodcourt, panggung utama musik dan tenda tempat penonton panggung musik tersebut.

Jpeg

Jejeran foodcourt. Jangan takut kelaparan dan kehausan selama di pameran

Jpeg

Panggung utama untuk pertunjukan musik

Lurus dari arah gerbang utama, dipamerkanlah aneka pesawat milik TNI AU dan beberapa kendaraan milik Basarnas.

Jpeg

Kendaraan milik Basarnas. Entah apa namanya

Ke arah kanan, selain booth pameran, juga ada ………..beragam mobil, baik mobil antik maupun modern semacam Lamborghini gitu, turut dipamerkan.

Jpeg

Mobil tua

 

Jpeg

Modifikasi mobil dengan motif Transformers

Kemudian ada dua buah bis tingkat besar semacam Transjakarta, turut dipamerkan. Yang lebih amazing lagi, bagian paling ujung kanan diisi dengan……area safety riding-nya Yamaha. Belum cukup sampai situ, ada pula booth khusus untuk orang mau belajar panahan.

Jpeg

Belajar panahan

Jpeg

Area Safety riding-nya Yamaha

Eh loh? Katanya dirgantara? Hmmmm…pelan-pelan rasa aneh saya mencair. Mungkin…(baru mungkin loh ya)….panitia entah kekurangan materi atau gimana, jadi acara ini digabung sama pameran lain. Gak murni melulu dirgantara.

Terselip rasa sedikit kecewa. Maklum, fans dirgantara (agak) garis keras, jadi semacam gak terima kalo pamerannya digabung-gabung gini. Jadi setelah usut punya usut, dalam pameran ini juga ada andil dari beragam sponsor termasuk Youth Community Event. Makanya ada panahan, komunitas mobil tua dan mobil modifikasi, komunitas fotografi, komunitas motor, dan lain-lain. Bahkan semacam komunitas art milik Kota Tua juga turut berpartisipasi dengan aksi Living Statue-nya (menjadi patung dan badannya dihiasi aneka cat warna silver atau gold).
Ditambah lagi, kalau dilihat dari rundown acara yang dirilis ke media, atraksi dan acara yang benar-benar dirgantara hanya dari jam 08.00 sampai jam 11.00 saja. Sisanya hanya hiburan di panggung utama terutama hiburan oleh puluhan artis dari Nagaswara (perusahaan rekaman). Kalo yang emang niatnya cuma mau dirgantaranya doang mah, alamat cuma sampai jam 11 siang bertahan di pameran ini, padahal di rundown acara berlangsung sampai pukul 21.30 WIB yang ditutup dengan penampilan Fitri Carlina *hellow…i absolutely dont need that kind of entertainment*.

Ya sudahlah, ….sudah di dalam pameran, jadi mari nikmati saja apa adanya. Saya pun kemudian mengabadikan pesawat-pesawat yang dipajang. Inilah beberapa dari para penjaga sayap tanah air itu:

Jpeg

Hercules

Jpeg

KT-1B Wong Bee yang merupakan pesawatnya Jupiter Aerobatic Team

Jpeg

Pesawat jenis Hawk

Jpeg

F16 Fighting Falcon

Jpeg

Ekor pesawat Fokker

Jpeg

Full body of Fokker 28

Selain itu, ada pula kendaraan penunjang operasi TNI AU, yaitu C-MOV

Jpeg

Central Monitoring and Observation Vehicle (C-MOV). Berperan sebagai alat komunikasi dan pengendalian, penunjang perang elektronika, serta memonitoring keadaan dan situasi udara di wilayah Indonesia.

Jpeg

Smart Hunter: Radar Pemandu Rudal Paskhas TNI AU

Nah itu tadi adalah alutsista yang dipamerkan di outdoor. Masih ada apa lagi di outdoor? Ada atraksi terjun payung dari para prajurit TNI AU.

Jpeg

Jpeg

Kemudian ada semacam dance yang ditampilkan oleh pasukan baret jingga TNI AU. Dengan diiringi musik nge-beat, mereka menampilkan gerakan semacam senam dengan menggunakan senapan.

20160416_152641[1]

Dan yang paling ditunggu-tunggu adalah penampilan Jupiter Aerobatic Team. Selama ini kalau nonton JAT selalu hanya dari tempat-tempat yang terbuka sekenanya, agar visibility nya bagus. Dan kemarin di pameran, akhirnya bisa melihat mereka dengan angle pandang yang keren karena benar-benar di depan mata. Area untuk menonton atraksi ini adalah area yang juga digunakan Kepala Staf AU saat menjadi inspektur upacara HUT TNI tanggal 9 April kemarin. Sudah bisa dibayangkan betapa asiknya pandangan kita kan? Jupiter di depan mata layaknya kita menonton in front of television. Wuihhh sensasinya luar biasa! Dan sudah pasti puas!

20160416_152833[1]

Jpeg

Persembahan “I Love You” dari JAT. We love you too guys….

Masuk ke booth pameran indoor nan sejuk, saya menjumpai aneka booth dari berbagai kesatuan TNI AU dan juga berbagai sekolah penerbangan yang menawarkan paket pendidikan bagi yang membutuhkan. Kalaupun ada booth yang menjual produk, jumlahnya sedikit sekali. Seperti misalnya yang jualan produk kacamata anti ultraviolet, jualan miniatur pesawat terbang, dan apparel penerbangan (baju penerbang, jaket dengan emblem penerbang dan lain-lain).

Khusus booth milik berbagai kesatuan TNI AU, tentunya banyak memamerkan aneka alat-alat tempur. Pengunjungnya terbilang sedikit dan kebanyakan lewat-lewat doang, enggak mampir lama di satu booth. Kenapa? Ya karena barang-barangnya juga bukan barang awam, gak bisa dijadiin prospek bisnis juga 🙂 Kalaupun bapak-bapak tentara itu menerangkan ketika kita bertanya, dijamin kita ngangguk-ngangguk sambil “ooooo…” Abis itu ngerti? Kagak. Pusing sama penjelasannya? Iya. Wahahahaha…..

Jpeg

Lau pikir  Bom Latih Asap (BLA) beginian bisa diprospek bakal jadi dagangan online shop macam jualan sprei karakter? Eh sprei lagi nih nyerempetnya. Ehm….

Jpeg

Abaikan mas-mas baret jingga itu.

Mau tau booth teramai? Tak lain dan tak bukan, booth milik Jupiter Aerobatik Team. Pengunjung menyerbu untuk beli merchandise-nya mulai dari mug, kaos, stiker, emblem. Oiya di sini kita juga diberi kartu pos bergambar JAT gratis loh.

Jpeg

Stand JAT

Jpeg

Ow ow siapa diaaa?

Seperti tujuan yang dijelaskan di atas sebelumnya bahwa pameran ini bernilai edukasi terutama untuk siswa sekolah, saya melihat banyak sekali rombongan anak sekolah, baik dari PAUD, TK maupun SD hadir di pameran ini.

Jpeg

Jpeg

Selain itu sangat banyak fotografer baik individu maupun komunitas fotografi, hadir untuk mengabadikan segala hal dalam pameran ini terutama atraksi udara. Mereka membawa SLR lensa panjang dan tripod lengkap, sementara saya hanya bermodal kamera smartphone. Syedih, hiks hiks…. 😦 Bahkan sejejeran dengan saya pas menonton JAT beraksi, ada ibu-ibu usia sekitar 50 tahun bersama komunitas fotonya, khusus membawa troli yang diisi segala rupa, karena dia sendiri sudah sibuk dengan SLR lensa panjangnya. Ini penampakan trolinya

Jpeg

Jpeg

 

Ketika capek melanda, saya mampir di foodcourt. Membeli semangkok mie ayam dan nyobain sop duren. Mie ayamnya hanya dibandrol seharga Rp15,000. Untuk ukuran pameran termasuk murah loh. Sop durennya satu gelas dihargai Rp15,000 juga.

Ketika sudah puas berkeliling, sekitar pukul 13.00 WIB saya pun memutuskan pulang, lagi-lagi naik ojek. Kali ini ojek online. Karena macet di sekitar area pameran semakin panjang dan parah dibanding pagi ketika saya baru datang. Dengan ojek, perjalanan menjadi cepat lebih cepat.

Semoga tahun depan pameran seperti ini bisa lebih baik lagi dari segi materinya, dan saya masih berkesempatan mengunjunginya. Amiiin…..

Jpeg

Jpeg

signature

 

dimuat di The Urban Mama http://theurbanmama.com/articles/berkunjung-ke-dirgantara-edu-tech-expo-2016.html tanggal 15 Mei 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s