Tips Menghadapi Expired Date Kartu ATM

Sekarang ini sudah jaman digital. Apa-apa serba tinggal pencet-pencet di hape. Mau beli barang, makanan, pesen kendaraan umum, urusan perbankan, semua tinggal menggerakkan jari jemari kemudian beres. Omong-omong soal perbankan, yang punya blog nan gaptek ini kebetulan hanya punya kartu ATM saja. Enggak daftar mobile banking apalagi internet banking.

Masih suka parno sendiri baca-baca kasus penipuan perbankan via internet dan lain-lain. Makanya milih cara-cara manual dan jadul aja.

Saya punya dua rekening. Kebetulan salah satunya adalah rekening wajib dari kantor karena memang sistem payroll di sini menggunakan bank bernuansa merah tersebut. Sementara rekening pribadi saya adalah bank bernuansa biru nan jaya di seluruh Indonesia itu.

Saya pun, mungkin juga banyak orang di luar di sana, akhirnya menjadi manusia digital yang kalau dompetnya dibuka isinya lebih banyak kartu ketimbang uang cash. kenapa? Karena mau beli ina itu jaman sekarang lebih praktis gesek ya ketimbang menyimpan banyak uang cash di dompet. Kadang uang cash di dompet bener-bener dipas-pasin cuma buat ongkos angkot aja.

Hari ini, saya tiba-tiba pengen makan siang di luar kantor sekalian cuci mata dan buang-buang uang *kalo buang-buang air Entrostop dulu kakaaa….* Iiih anaknya sotoy bin somse bener hari gini asik-asik buang-buang uang? Hahaha….aslinya mah mau cari baju tidur untuk anak *ngelesnya sukses.Anak lagi-lagi jadi tameng*.
Berangkatlah saya ke pusat perbelanjaan, dengan tujuan makan siang plus beli baju itu. Kebetulan sebagian uang yang akan digunakan untuk beli baju anak ada di rekening bank merah. Dengan pedenya saya pun menuju ATM. Setelah ketik pin…jeng jeeeengg…dapat kata-kata manis dari ATM mameeen : Maaf masa berlaku kartu Anda sudah habis.

Whatttt??

Pa to the nik dong eikeh. Arrrghh….ternyata selama ini gak nyadar bahwa kartu bank merah itu ada expired datenya. Karena sudah terbuai asik di bank biru yang kartunya berlaku seumur-umur gak pake kadaluwarsa. Oh, baiklah. Kebetulan di sebelah ATM ada kantor cabang si bank merah. Dengan bergegas masuklah saya. Dapat kata-kata manis lagi dari pak Satpam: ibu mohon maaf, di sini memang bisa ganti kartu tapi kebetulan sekali stok kartu kami sedang habis. Mohon ibu datang ke cabang lain yang terdekat.

$%&#*k&^%$@cBk*^& zzzzzzzz……. tidur aja kali ya enak?

Akhirnya karena bad mood, saya hanya sempatkan makan siang, dan setelah itu langsung cabut ke cabang terdekat lainnya. Begitu masuk, pak satpam lagi-lagi memberi kata-kata manis bagai gula : “bu, mohon maaf, di kantor ini customer service kami hanya 1 orang dan sudah melayani begitu banyak nasabah sejak pagi, sampai sekarang belum istirahat. Jadi beliau ingin istirahat siang dulu. Baru buka lagi nanti jam 14.30 WIB”. Dan dia mengucapkan kata-kata itu jam 13.30 WIB. Oh la laaaa….tjakep skali bukaaaan?

Akhirnya saya pun memilih pulang. Capek karena sudah datang ke dua kantor cabang dan sia-sia. Kemudian tiba-tiba terpikir, kenapa tadi gak sekalian tanya ke pak satpam persyaratan ganti kartu itu apa aja? Jangan-jangan nanti udah pede ngantri, eh persyaratannya gak lengkap. Akhirnya saya coba menelepon phone bankingnya, dan benar saja….syarat ganti kartu adalah: harus bawa buku tabungannya, kartunya plus KTP. Dua terakhir saya ada, sementara buku tabungan ada di rumah. Ah…untung nelepon dulu ya. Coba kalo enggak……bisa makin bad mood dan terjadi amuk massa yang tidak diinginkan tentunya 🙂

Terbayang lagi: besok long weekend. Bank berarti baru buka kembali Senin depan. Berarti saya asli gak bisa ngapa-ngapain dengan expired debit card si kartu bank merah. Uang saya di rekening satu lagi, di bank biru untungnya masih ada, namun jumlahnya gak seberapa. Kalau memang gak banyak keperluan termasuk long weekend getaway (yang kadang suka dadakan) sama keluarga kecil saya, mudah-mudahan masih cukup sampai Senin depan.

P_20160504_141905_MT_1_1[1]

Hiks…bulan April kemarin ternyata expirednya

Lesson learnednya banyak dari pengalaman ini. Dan keapesan ini jangan selamanya didiemin dan cuma disikapi dengan merutuk dan keluh kesah yang cuma ngabisin energi aja. Mendingan dijadiin postingan. Kan akhirnya jadi bisa bikin tips buat pemirsa sekalian untuk menghindari kejadian seperti yang saya alami hari ini. Berikut tipsnya:

  1. Jika punya kelapangan rezeki dan akses yang baik, bukalah rekening di dua bank yang berbeda. Lebih dari dua juga gak papa, asal yakin bisa memaintain dengan baik. Gunanya supaya kalau terjadi apa-apa dengan salah satu bank, yang lain masih bisa mengcover.
  2. Ketika buka rekening di dua bank yang berbeda, cek dan ricek mengenai sistem expired kartu ini. Kalau ternyata satu bank memberlakukan expired date kartu, usahakan bank lainnya jangan.
  3. Jika memang ada expired date, manfaatkan smartphone untuk membuat reminder kapan masa berlaku kartu berakhir. Ketika sudah mendekati hari H, segera urus jangan tunda lagi demi kenyamanan diri kita sendiri juga loh.
  4. Di dunia serba digital seperti ini, hal-hal yang berbau manual juga penting loh. Usahakan simpan juga sejumlah uang cash di rumah maupun di dompet. Ketika terjadi trouble pada ATM ataupun kartu, kita pun gak akan seberapa panik karena masih punya dana cadangan. Sewaktu sistem banknya sudah “sembuh” jangan lupa segera mengganti uang cash itu sejumlah yang diambil. Kalau begini jadi ingat kakek nenek jaman dahulu ya yang menyimpan uang mereka di balik bantal, atau dalam lemari. Ternyata aktivitas yang mungkin jaman sekarang menjadi bahan senyam senyum sebagian orang itu, menjadi terasa manfaatnya.
  5. Selalu simpan buku tabungan di tempat yang mudah diingat dan dijangkau. Real experience nih: ada teman saya yang karena sudah apa-apa tinggal gesek kartu ATM, akhirnya abai sama keberadaan fisik buku tabungannya. Dia lupa ditaruh di mana, dan gak seberapa ngurusin. Suatu ketika ATMnya keblokir dan harus urus ke bank. Dia pun bingung mencari-cari fisik buku tabungannya, padahal itu salah satu syarat utama dari bank untuk mengurus buka blokir. Ada pula pengalaman lain yang sempat saya baca di salah satu forum di internet. Orang tersebut masih mahasiswa, buka rekening di kota kelahirannya, kemudian karena harus kuliah di kota lain, dia pindah, dan karena sudah sangat percaya sama keberadaan kartu ATM, fisik buku tabungan ya cuek aja disimpan di rumah orangtuanya. Pas dia mau bayar kuliah via ATM, kartunya expired sama persis kayak kejadian saya. Akibatnya, dia terpaksa minta orangtuanya mengirim via pos si buku itu ke kota tempat ia kuliah. Ribet dan nyusahin banget kan?

Nah kira-kira itulah pengalaman yang dapat saya share berkaitan dengan expired date kartu ATM. Nanti kalau Senin depan sudah saya urus, mungkin saya akan share juga pengalaman mengurus perpanjangan kartu ATM ya.

Have a nice long weekend everybody 🙂

dimuat di http://theurbanmama.com/articles/tips-anti-panik-ketika-transaksi-perbankan-digital-bermasalah.html#comment-43855 tanggal 31 Mei 2016
signature

 

Advertisements

6 thoughts on “Tips Menghadapi Expired Date Kartu ATM

      • mrs muhandoko says:

        Aku dulu pas keblokir atm krn salah pencet pin, bisa mbak tanpa pake buku fisik. Bawa ktp sesuai atas nama sesuai yg di rekening duh kayae harus diurus ini ya

        Like

      • imeldasutarno says:

        oh bisa ya? Soale suamiku dua minggu lalu keblokir juga kartu ATMnya, pas ngurus disuruh bawa fisik buku tabungannya, Na. Beda bank beda kebijakan sepertinya hehe….

        Like

  1. fanny fristhika nila says:

    aku kerja di bank.. dan kebetulan di bank tempat aku kerja, semua kartu ATM yg sudah mendekati expired sebulan sebelumnya, itu udh dibikin replacementnya mbak.. dan ntr ada staff khusus yg bantu nelpon nasabahnya kalo kartu baru mereka sudah jadi dan bisa diambil.. Kalo ternayta si nasabah ga bisa dtg ke cabang itu, dia bisa juga minta kartunya dikirim ke cabang yg lebih deket, asal di approve ama branch manager tentunya :D.. jd mempermudah nasabah kita sih ga ush inget2 kapan expired 😀

    Like

    • imeldasutarno says:

      Naaah mumpung benjett nih ada org bank, gpp ya mbak nanya2 hehe….. *azas manfaat*.
      1. Kenapa kartu atm itu harus ada expired datenya? Dan kenapa pula ada bank yg bisa memberlakukan kebijakan tanpa expired spt bank biru saya?
      2. Penggantian kartu apakah wajib di kantor cabang tempat buka rek? Bisakah di kntr cab mana aja (gak pake nama gpp deh yg penting kartu berfungsi dgn baik)
      3. Kenapa bank tidak memberlakukan pemberitahuan k nasabah soal expired kartu lwt sms saja? Kalo telp pas berakhir dgn miskol karena kita lagi ga bs angkat tlp atau gak denger misalnya..kan repot juga he3

      Maaf ini yg punya blog banyak maunya ya mbak…..nanya mulu kayak apaan tau 🙂 Makasih udah baca ya mbak

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s