Pengalaman Mengganti Kartu ATM yang Expired

Setelah kemarin saya menulis soal expired date kartu debit/kartu ATM di sini, kali ini saya mau berbagi proses penggantian kartu yang expired tersebut.
Pagi hari, hari pertama kerja setelah long weekend di bulan Mei, saya mendatangi kantor cabang terdekat bank merah untuk ganti kartu. Setelah mengambil nomor antrian, saya menunggu.

Yang perlu dibawa saat mengganti kartu adalah KTP, buku tabungan dan kartu yang expired tersebut. Ketika Customer Service memanggil nomor antrian saya, saya pun dilayani dengan super ramah. Langsung CS-nya saya samber dengan pertanyaan:

1. Kenapa bank ini memberlakukan expired untuk kartu debitnya?
Jawab CS: untuk mengantisipasi jika di tengah jalan ada pergantian data terutama data nasabah, kemudian antisipasi misalnya ada kartu yang patah, cacat, dan lain sebagainya. Masih ngambang di otak saya, apakah ini cukup make sense? Sebab bank lain bisa kok kartunya tanpa expired-expiredan.

2. Kenapa bank ini tidak memberlakukan reminder call ke setiap nasabah sebelum masa berlaku kartu berakhir?
Jawab CS: kita memang gak memberlakukan sistem itu, hanya cukup dicantumkan di masing-masing kartu nasabah. Periode kartu adalah 5 tahun. That’s it. 

customer service

gambar dari sini

Ya sudahlah, dua pertanyaan dan dua-duanya mendapat jawaban yang kurang memuaskan. Saya diam saja, sambil menunggu si mbak CS menyiapkan form ganti kartu yang harus saya isi. Jadi kalau bisa dibilang langkah-langkah penggantian kartunya adalah:
1. Di form pertama saya hanya diminta menulis nama lengkap, nomor handphone yang aktif dan tanda tangan. Saya bahkan gak baca isi form itu sebenarnya apa, karena tulisannya kecil-kecil sekali dan banyak.

2. Setelah beres, CS kemudian memfotokopi form, KTP dan kartu expired saya.

3. Lalu kartu baru dan kali ini tanpa nama di kartu (karena dibuat di kantor cabang, bukan di tempat kita membuka rekening) selesai dibuat. Hitungannya tidak sampai 10 menit.

4. Kemudian saya menandatangani satu lagi form, ukurannya lebih kecil dibanding form yang pertama. Sekitar ukuran kertas A5.

5. Selesai tandatangan, CS menginput data ke komputernya, yang sekaligus mengaktivasi kartu baru.

6. Kemudian sekitar 1 menit kemudian saya mendapat SMS di handphone saya, yaitu nomor pin kartu dari bank.

7. Langsung menuju mesin ATM untuk mengaktifkan pin dan menggantinya dengan pin baru sesuai keinginan nasabah.

8. Selesai. Kartu langsung bisa digunakan untuk apapun.

Prosesnya tergolong sangat mudah dan lumayan cepat. Tapi memang sebagai nasabah masih tetep ngarep kalau suatu saat bank merah ini memberlakukan sistem reminder call supaya gak kejadian lagi kayak gini. Terutama nasabah-nasabah yang sudah lanjut usia, sistem ini pasti penting banget. Yang muda kayak saya aja bisa lupa, bagaimana mereka? ((((((MUDAA? SITU MUDA?))))

*dapat salam dari uban di kepala*
signature

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s