Jalan-jalan ke Kebun Teh Jamus

Setelah libur lebaran kemarin, kami terpaksa extended holiday karena tanggal 23 Juli, sepupu saya menikah dan calon mempelainya adalah orang Ngrambe, Ngawi-Jawa Timur. Otomatis kami pun cuss dari Wates-Yogya ke Ngrambe. Kota kecamatan kecil di Ngawi ini, letaknya di kaki Gunung Lawu.

Udah jangan dibahas soal udaranya. Udah pasti dingin. Pemandangannya sungguh super. Duh ya Allah….tante saya mah emang rejekinya dia kali ya, dapet mantu yang orang asli sini, jadi kita semua kudu kemari pas nikahannya, dan tante saya menginapkan keluarga besar kami untuk menghadiri acara nikahan anaknya ini a.k.a sepupu saya….di sebuah penginapan yang kalo kita buka pintu depannya pemandangannya cuma sawah dan ….Gunung Lawu di depan mata. Duh Gusti Allah…nikmat manalagi yang akan kami dustakan ya Allah…..

Indah. Habis kata-kata. Kapan lagi sarapan nasi goreng+kopi anget dengan background kayak gini?

13730901_10154334850263794_5627830357807289799_o

Dan kapan lagi ada orang sebelum berangkat ke lokasi akad nikah pake foto kayak di bawah ini?

13701008_10154337230048794_3088078256395159302_o

13668749_10154353348908794_8219508239194677589_o

Singkat cerita, setelah acara pernikahan ini selesai, kami memanfaatkan waktu sebelum pulang ke Wates untuk cari tempat rekreasi sekitar Ngrambe ini. Dari pengurus penginapan, kami dapat info bahwa jika kita naik lagi ke atas, mengikuti jalan yang ada di foto saya di atas, maka kita akan sampai ke sebuah lokasi agrowisata bernama Kebun Teh Jamus. Karena dekat, kami sore-sore cuss ke Jamus.

Kebun Teh Jamus ini tepatnya berada di Dusun Jamus, Desa Girikerto, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, yang berbatasan dengan Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Kebun teh yang berusia ratusan tahun ini pertama kali memang dibangun oleh orang Belanda bernama  Van der Rappart. Makam beliau masih ada di dalam lokasi kebun teh. Jalan masuk menuju kebun teh Jamus, mirip ketika kita berkunjung ke kebun teh di daerah Puncak. Kami membayar karcis masuk Rp5,000 per orang. Nah ini adalah gerbang selamat datangnya

Jpeg

Jpeg

 

Jpeg

Jpeg

Di dalam lokasi sendiri, selain deretan kebun teh, juga ada sebuah taman kecil yang memiliki air terjun sekaligus air mancur. Ini penampakannya:

Jpeg

Jpeg

Ada pula pabrik pengolahan teh dan museum listrik Van Der Rappart. Nah kedua tempat ini sayangnya hanya dibuka bagi rombongan saja yang biasanya terdiri dari anak-anak sekolah. Jadi tidak dibuka untuk umum maupun individu. Hmmm…padahal pengen banget ngeliat proses pembuatan teh langsung di pabriknya, plus melihat apa sih isi museum listrik itu.

Jpeg

Jpeg

 

Selain itu ada pula pemandian/kolam renang Sumber Lanang, yang airnya bukan air panas, melainkan air dingin yang bersumber dari gunung. Kebayang yaaaa dinginnya kayak apa. Makasih deh kalo disuruh berenang di situ. Lebih baik menikmati hangatnya teh khas Jamus. Naaah….asiknya di Jamus ini, banyak tersedia warung yang menjual aneka teh hasil olahan dari kebun Jamus. Setiap pembeli yang berkunjung ke warung, diberikan tester teh cuma-cuma dalam cawan.

Jpeg

Menikmati tester aneka teh yang disajikan penjual

 

Jpeg

Begini penampakan warung-warung penjual teh di Jamus

Ada teh hijau, teh putih, teh benalu, teh rasa kopi (dengan proses pengolahan tertentu menghasilkan teh dengan rasa kopi tanpa menambahkan kopi sedikirpun ke dalam racikan teh), teh tubruk dan masih banyak lagi. Untuk menarik perhatian pengunjung, penjual juga membuat paketan yang isinya terdiri dari aneka teh. Harganya pun murah. Satu paket seperti foto di bawah ini hanya sekitar Rp20,000 saja.

Jpeg

Jpeg

 

Nah kalau yang ini teh yang rasa kopi.

Jpeg

Jpeg

 

Ini teh hijaunya. Harganya kurang lebih Rp10,000 saja.

Jpeg

Jpeg

Bukan hanya aneka teh, di warung-warung ini juga tersedia aneka madu yang dijual dalam botol-botol kaca. Kami membeli beberapa kotak teh dan madu untuk oleh-oleh.

Jpeg

Jpeg

 

Eh daritadi cuma cerita soal tehnya, penampakan kebunnya mana? Nah ini ya beberapa foto kebun tehnya. Maafkeun kalo yang punya blog gak bisa ditarik dari keluar frame foto, sebab sudah sejak orok Narsis Surarsis orangnya. Maafkeeuuun….

Jpeg

Jpeg

Banyak saung-saung berderet disiapkan untuk menjadi semacam gardu pandang melihat hamparan kebun teh di bawah sana.

Jpeg

Jpeg

Hari sudah semakin sore. Kami pun beranjak pulang dari kebun teh Jamus. Senang rasanya bisa jalan-jalan ke sini, melihat hijaunya kebun teh sekaligus memandang alam nun jauh di bawah sana.

Sudah ya, saya mau menikmati teh hijau hangat Jamus dulu. Nanti saya kembali lagi dengan cerita dari tempat liburan lainnya. 🙂
signature

 

*artikel ini dimuat di http://theurbanmama.com/articles/jalan-jalan-ke-kebun-teh-jamus.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s