Biar CV Kita Dibaca HRD, Maka Kita Harus……

curriculum-vitae-fiji-e1453283576594

gambar dari sini

Sebagai salah satu tim di bagian rekrutmen di perusahaan saya, salah satu tugas wajib saya adalah menyeleksi CV yang masuk dari para pelamar. Selama hampir 8 tahun melakoni pekerjaan ini, sudah terlalu banyak hal-hal yang membuat saya ups and down berkaitan dengan CV para pelamar tersebut.

Di sini yang ingin dibahas adalah gimana sih cara bikin CV yang baik, yang gak langsung dimasukkin ke Recycle Bin sama pihak HRD, yang gak bikin ilfil pas baru baca CV dalam 10 detik pertama. Nah saya coba berbagi, dari versi saya ya:

  1. Buatlah CV dengan ketikan yang rapi dan teratur tanpa banyak embel-embel warna warni dan permainan layout teks dan gambar yang memusingkan. 
    Kecuali kamu melamar sebagai seorang  designer silakan saja. Tapi untuk posisi-posisi lain semisal jadi bagian Marketing, Administrasi atau Web Programmer misalnya, buatlah dengan format MS Word, warna teks hitam, fontsize standar semisal 10-12 size dan jangan terlalu besar-besar, dan format rata kiri. Kenapa formatnya rata kiri? Karena membaca huruf Latin memang dari kiri ke kanan. Kecuali kalau kalian melamar menggunakan bahasa Arab.
  2.  Pisahkan kategori dalam CV secara jelas. Bedakan paragraf yang memuat personal detail (nama, tanggal lahir, alamat, no.kontak, agama, tinggi berat badan, dll), riwayat pendidikan formal, non formal, organisasi yang pernah diikuti, skill, pengalaman kerja, dan achievement yang pernah diraih (jika ada). Di luar personal detail, jangan lupa cantumkan attended year masing-masing, agar yang membaca CV menjadi jelas kapan kita kerja di perusahaan X dan kapan kita bersekolah di universitas Y misalnya.
  3. Cantumkan foto resmi dan terupdate. Mencantumkan pas foto dengan pakaian formal itu lebih baik. Kalau mau foto kekinian sebenarnya sah-sah saja, sepanjang tidak terlalu berlebihan, misalnya memasang tampang duck face. Saya pernah menerima CV dari orang yang sok asik. OK lah dia melamar untuk posisi kreatif, tapi fotonya menampilkan dirinya tengah tertidur. Waduh masnya…perusahaan langsung negative thinking loh, jangan-jangan masnya emang orangnya selow abezz gak bersemangat…gimana mau kerja di kantor kita? Alih-alih masuk dalam kandidat kuat, CV macam itu malah diskip sama HRD.
    grandfather-14446

    gambar dari sini

    Foto diri juga sebaiknya yang terbaru ya. Beberapa kali saya terima CV dari cowok-cowok fresh grad dengan foto diri yang klimis dan berambut cepak. Karena terlihat good looking dan nampak OK untuk bagian Marketing, maka dipanggillah kandidat tersebut. Eeeh pas datang…..rambutnya udah gondrong, berjengggot+kumisan. Atau case lainnya: di foto terlihat badannya proporsional. Rupanya itu foto 3 tahun lalu ketika ia kurus. Pas datang interview udah gemuk dan beda banget sama di foto.

  4. Selalu kirimkan CV terupdate. Seringkali karena malas, kandidat lupa mengupdate CV. Akhirnya terjadi mispersepsi di pihak HRD. Beberapa contoh yang saya temui adalah :

    – CV 2 tahun lalu ketika si kandidat belum lulus S1, masih dengan keterangan “2012-present, studying at University of ABCD” masih saja dikirimkan ketika melamar kerja di tahun 2016 ini. Akibatnya di mindset HRD: wah anak ini belum lulus, nanti kalo kerja di sini dikit-dikit minta ijin buat kuliah dong, dll dll.

    – Surat lamaran kerja yang dikirim bukan ditujukan untuk perusahaan yang bersangkutan. Sering banget nih kejadian, kandidat males update surat lamaran. Akibatnya surat lamaran yang dua bulan lalu dia pakai dan ditujukan untuk perusahaan XYZ misalnya, dengan kata-kata pembuka “Kepada Yth Ibu/Bapak HRD PT XYZ”, asik-asik aja dikirim ke kita yang jelas-jelas nama perusahaannya OPQ misalnya. Sebel kan bacanya? Lo mau ngelamar ke mana bro?

    – Surat lamaran kerja yang dipake nyomot punya orang lain. Pernah kejadian, saya buka attachment surat lamaran, dan nama yang tercantum adalah mbak Chairunissa, sekolahnya lulusan SMK ABC. Eeeeh pas buka CVnya…..yang ngelamar namanya Eka, lulusan SMK HIJ. Cek ulang takutnya mata saya yang siwer…tapi setelah dibaca 5x ya emang begitu kenyataannya. Dan pas dibaca ulang alamat yang tercantum di surat lamaran dan CV adalah sama. Mungkin dia pake surat lamaran bekas kakaknya atau sepupunya yang kebetulan serumah kali ya, dan kemudian gak diupdate samasekali. Main kirim aja, bikin HRD yang nerima pegangan di tiang karena udah saking limbung badannya akibat puyeng binti bingung.

    Update-lah di semua hal ya, termasuk pengalaman kerja dll.

  5. Perilaku saat mengirim CV via email. Karena sekarang sudah jaman digital, sudah jarang kandidat yang mengirim CV by post. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika mengirim CV:

    Pastikan bahwa kamu paham cara menggunakan email. Idiiih jaman begini emang masih ada yang engga ngerti email itu buat apaan? Eits jangan salah cuy…pernah saya nerima email dari kandidat dan di subject emailnya dia malah menulis panjang lebar kata-kata yang seharusnya dicantumkan di body email loh. Lengkapnya bisa liat di sini. Nah pemahaman penggunaan email ini juga berlaku saat kalian membuat signature di email pribadi tersebut. Jangan sampai signaturenya disetting: ” From the one who always love you” ya. Mendingan ganti deh kata-katanya dengan : “Best regards” misalnya.

    Alamat email pribadi. Gunakan username nama sendiri yang membuat orang gampang ingat dan membuat image kita terlihat profesional. Misalnya nama saya Imelda, akan lebih baik usernamenya: imelda@gmail.com. Siap masuk dunia kerja, berarti siap untuk menjadi pro bukan? Sering saya mendapat CV yang sudah OK jali, namun dikirim dari alamat email semisal: broetal_gank@….com atau wants_exxx@…com atau ayaank_eiizz@…com. Nah kalian siap-siap masuk recycle bin ya kalo udah kayak gini 🙂

    Subject email yang jelas. Subject “CV for Marketing Position” akan jauh lebih membuat HRD notice ketimbang subjectnya “Why You Should Hire Me?”

    Gunakan kalimat yang sopan di body email. Jangan mengosongkan body email samasekali dan hanya melampirkan CV saja. Ini kurang sopan. Harus gunakan kata-kata pengantar. Kalau masih bingung apa yang harus ditulis, bisa liat contekannya di Google, banyak kok. Walaupun body emailnya terlihat berbasa-basi dan sebenarnya tujuan utamanya adalah mendowload CV kandidat, tapi dari situ HRD bisa menilai bagaimana karakter dari yang bersangkutan loh.

    Satu CV satu kiriman. Artinya: jangan kirimkan satu CV kamu ke 100 email perusahaan sekaligus yang kamu incar dan lagi buka lowker. Tidak sopan samasekali, dan keliatan banget karaktermu yang super pemalas itu. Jangan harap ditelepon HRD untuk panggilan interview ya kalau kayak gini caranya.

    Perhatikan besar/beratnya attachment. Kalau kalian melamar posisi designer atau posisi kreatif lainnya yang harus mencantumkan portofolio berupa design/gambar/contoh tulisan yang sudah pasti bermega-mega, it’s OK. Tapi kalau cuma melamar untuk posisi seperti Admin atau Resepsionis yang cuma melampirkan dua lembar CV standar tapi berat filenya 10 mega…..hmmm…..mending dipikir ulang deh. Diliat lagi apa sih yang bikin itu file sampe mesti seberat itu? Nah biasanya nih, foto dirilah yang lupa kita resize sehingga memperberat besar file secara keseluruhan. Hal kecil seperti ini penting untuk diperhatikan loh, karena HRD gak cuma ngadepin CV lau semata. Masih ada ratusan kandidat lain yang juga menunggu.

    Sebelum klik tombol SEND, cek ulang apakah attachment CV kita udah terlampir dengan baik. Sering saya menemui kandidat udah nulis di body email kalo dia mau melamar dll dst, tapi sama sekali gak mencantumkan attachment CV apapun. Miris euy….perusahaannya mau ngereview apaan kalo begini?

    Nah itulah beberapa yang bisa saya bagikan. Sekali lagi saya bukan super expert karena background saya juga bukan Psikologi terutama ke-HRD-an.
    Mudah-mudahan bermanfaat ya. Kalau ada kurang-kurang, sekali lagi karena eikeh bukan pakar neik…
    Selamat hari Jumat 🙂
    signature

Advertisements

5 thoughts on “Biar CV Kita Dibaca HRD, Maka Kita Harus……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s