Yang Tersisa di 10 Oktober Kemarin

Masih ada cerita tersisa setelah kejadian kejang demam Alun hari Senin 10 Oktober kemarin.

Setelah selesai ditangani dokter, saya pun kemudian mengurus pengambilan obat di apotik. Alun ditemani bapaknya masih duduk-duduk di UGD. Begitu obat beres, saya balik lagi ke UGD, untuk selanjutnya bareng-bareng pulang sama mereka berdua. Baru mau melangkah keluar pintu UGD……masuklah dengan panik seorang lelaki setengah baya, sambil nyariin siapa dokter UGD yang lagi tugas. Singkat cerita, istrinya sakit berat dan harus segera mendapat penanganan dokter. Suster menggeret tempat tidur bekas Alun tadi (yang sudah dibersihkan terlebih dulu) ke arah mobil si bapak, dan masuklah pasiennya. Saya gak sempat lihat wajahnya. Hanya melihat kaki sang pasien yang terus bergerak-gerak. Rupanya ia kejang juga. Dan….bapak itu serta beberapa anggota keluarga yang juga ternyata ikutan dalam mobil, sudah berdiri di kiri kanan pasien, …………sembari membacakan La illaha illalahu di kuping si pasien.

Sakaratul maut.

Kemungkinan loh ya, karena saya juga gak tau persisnya. Di teras UGD, keluarga si pasien sudah banyak berkumpul. Ada yang anak remaja, bapak-bapak tua, dan beberapa orang lagi. Yang anak remaja sudah menangis. Barangkali itu anaknya. Entahlah…..

Kenapa mesti tempat tidur bekas Alun sih?

Ah sudahlah,…mungkin ini hanya kebetulan. Ayo pake logika rasional aja: tempat tidur bekas Alun itu letaknya paling dekat pintu UGD, maka itulah yang duluan diseret suster menuju mobil sang pasien.

Sambil jalan pulang ke rumah, di tengah kegelapan malam (kami pulang dari UGD jam 21.30 WIB) saya membatin semoga sang pasien diberi kesembuhan oleh Allah.

Sampai rumah, tadinya sudah lega karena Alun juga sudah ceria walau masih lemes dikit. Selesai? Oh belum. Pas mau tidur, ujung kasur tempat tidur kami penuh semut. Padahal udah capek jiwa raga menghadapi malam yang rasanya panjang ini, udah pengeeeen banget rebahan….eh ada trouble lagi. Terpaksa bersihin dan cari tau sumber semut dll dulu.
Selesai dengan urusan semut, kami semua tertidur kecapean. Baru sekitar 1 jam tertidur, Alun bangun dan ternyata ia ngompol. Terlalu banyak minum waktu di UGD, karena dokter menyuruhnya demikian (untuk membantu redakan demam, maka disuruh minum yang banyak), dan saya nya karena sudah terlalu lelah jadi lupa nyuruh dia pipis dulu sebelum tidur. Akhirnya bangun lagi, gotong anak-anak ke kasur kamar sebelah dulu, dan beresin ompol dll. Setelah itu baru tidur lagi.
Kali ini sampai pagi.

Perpaduan kejang demam + pasien UGD sakaratul maut + insiden semut di kasur + ngompol anak sungguh ciamik mewarnai hari Senin saya kemarin. Mengucap syukur? Sudah pasti. Betapa lebih beruntungnya saya jika dibanding pasien (dan keluarganya) yang pakai tempat tidur bekas Alun itu.

Sudah, hanya ingin posting itu saja. Maaf kalau nyampah pembaca sekalian 🙂
signature

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s