Dapur Li Nou, Obat Rindu pada Kampung Halaman

Seperti yang sudah pernah saya singgung sedikit di ABOUT ME kalau saya separuh berdarah Gorontalo, maka yang namanya makan masakan Gorontalo udah menjadi part of my life.

Dibandingkan masakan Manado, masakan Gorontalo jauuuuh dari populer, apalagi di Jakarta ini. Ratusan resto, kedai, warung masakan Manado dengan mudah kita temukan di Jakarta, tapiii…kalo yg namanya nyari rumah makan khas Gorontalo susyenye minta ampun.

Dulu pernah ada kedai kecil di Tebet Utara yang menjual masakan khas Gorontalo. Seperti yang sudah bisa diduga…peminatnya sangat kurang. Cenderung sepi, dan pada akhirnya tutup. Memang sih sebenernya aneka masakan Gorontalo mah bisa masak sendiri, contohnya yang pernah saya posting ini. Tapi…kalo rasa malas datang, apa daya ngeces pun terbilang. Ngeces karena cuma bisa bayangin nikmehnya itu makanan, ditambah malas masak sendiri, sip lah…kelar idup kita ((KITA?)).

Untuk mengobati kerinduan lidah pada masakan kampung halaman, mari coba berkunjung ke kedai baru yang satu ini. Saya tidak sengaja menemukannya, karena terbilang dekat dari area kantor. Nama kedainya “Dapur Li Nou”.

p_20161108_133841_1-387x728

Begitu masuk, langsung pilah pilih menu. Bingung karena semuanya dipengenin.

p_20161108_131611-460x818

 

p_20161108_134815-460x818

Dan akhirnya pilihan jatuh pada Binte Biluhuta atau lebih dikenal dengan nama Milu Siram. Bahan utama masakan ini adalah jagung, ikan cakalang/tongkol, kelapa parut, ditambah bumbu-bumbu dan kemangi tentunya sebagai salah satu item semi wajib di tiap masakan khas Gorontalo maupun Manado. Masakan ini kalau disajikan hangatย pas cuaca dingin, beuuuh….indomie rebus mah lewat *saya nulis ini sembari ngeces maning ngebayanginnya.

p_20161108_133115-819x461

Binte Biluhuta

Pesanan tidak terlalu lama datang karena kondisi kedai saat itu sepi. Sambil menikmati semangkuk binte, saya ngobrol dengan yang punya.
Ternyata yang Gorontalo itu adalah keluarga pihak suami mbak tersebut. Dan koki utama di balik semua masakan Gorontalo nan sedap itu adalah tantenya yang khusus didatangkan dari Gorontalo. Judulnya: kalo tante misalnya harus balik pulkam = kedai tutup = gak ada yang masak men.
Sementara mbak pemiliknya *ah saya belum tanya namanya siapa, awalnya tinggal di Chicago USA selama 16 tahun, karena suaminya bekerja di sana. Terpaksa pulang ke Indonesia karena ibu mertuanya sakit dan akhirnya meninggal dunia. Setelah ibu mertua meninggal, mereka sekeluarga tidak balik lagi ke USA, merintis usaha warung makan ini di rumah almarhum orangtuanya.

Back to menu, di sini juga jual Bubur Manado atau yang lebih populer dengan nama Tinutuan. Saya juga doyan dengan menu satu ini. Dulu waktu kecil (bahkan sampai sekarang) mama saya suka masak bubur manado. Isinya selain bubur adalah sayuran seperti bayam, ubi merah, jagung, dan singkong. Dimakan dengan sambel dan ikan asin goreng. Lumayan, buat ngurangin makanan berminyak-minyak banget, at least cuma seiprit sambel dan sepotong ikan asin saja yang mengandung minyak. Sisanya…sehat banget (karena sayur-sayuran). Kalo saya disuruh masak bubur, kayaknya mikir-mikir dulu karena nungguin beras sampe jadi bubur aja suka gak sabaran orangnya, wahahaha ๐Ÿ™‚

p_20161109_125527-819x461

Tinutuan

Harga makanan dan minumannya terjangkau alias ramah di kantong. Salah satu faktornya mungkin karena lokasi kedai ini memanfaatkan area garasi mobil rumah sang pemilik, bukan seperti lokasi resto pada umumnya yang harus bayar sewa/pajak yang lumayan.

Saya menjadikan Dapur Li Nou sebagai salah satu recommended place untuk pengisi perut. *yaiyalah situ orang Gorontalo ya pasti support this 100% atuh…
Oiya, kata pemiliknya, akan segera diadakan Free Wifi juga loh di sini. Ahey…lumejren nih ๐Ÿ™‚
Semoga reviewnya bermanfaat ya

Dapur Li Nou
Jl.Tebet Timur Dalam V no.8,Tebet- Jakarta Selatan
Facebook: Dapur Li Nou
Instagram: @dapurlinou

signature

Advertisements

8 thoughts on “Dapur Li Nou, Obat Rindu pada Kampung Halaman

  1. helmavania says:

    Aku jadi penasaran sama beberapa menu gorontalo mba. Sayur poki2 itu apa mba? Btw aku suka banget bubur manado dari kecil ihhh.. Masakan manado juga suka banget, soalnya dulu sempet 7tahun sama orang Manado. Hahahha

    Liked by 1 person

    • imeldasutarno says:

      aiiiih 7 tahun ama orang menado lanjut ke pelaminan gak #eh ini gimana mksdnya?
      Poki-poki sejujurnya aku juga belum seberapa ngeh, aku kan Gorontalo rada-rada…gayanya aja sotoy ajegile padahal gak semua masakan Gorontalo aku hapal, contohnya ya sayur poki2 ini. Katanya sih santan2 gitu, aku juga belum sempet nyobain pas ke Dapur Li Nou ini mbak hehe

      Like

    • imeldasutarno says:

      mbak makasih udah mampir dan baca ya. Wahahaha sama mbak aku ini Gorontalo tapi yo belum pernah blas menginjakkan kaki di kampung halaman. Lantaran semua keluarga sudah merantau ke mana-mana, paling banyak di Pulau Jawa. Di gorontalo tinggal sodara jauh semua. Ayo dicicip mbak. Pedes-pedes seger rasanya hehe

      Like

    • imeldasutarno says:

      hai mbak makasih sudah mampir dan baca ya. Wah makassarnya di mana mbak? Adek nenekku (orang Gorontalo) soalnya di Makassar tinggalnya. Jangan-jangan tetangga itu adalah kakekku *ge-er. Binte biluhuta emang seger-seger endes ya mbak, apalagi dimakan pas hujan-hujan.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s