I’ll Walk Through Hell with You

Ada yang tau lagunya Rachel Plattern yang judulnya Stand by You? Kalo anak ((ANAK??)) kekinian mah pasti pada tau atuh ya.
Saya highlight beberapa kalimat dalam liriknya:

I’m gonna stand by you
Even if we’re breaking down, we can find a way to break through
Even if we can’t find heaven, I’ll walk through hell with you
Love, you’re not alone, cause I’m gonna stand by you

Kalo secara kita yang awam…kalimat yang saya bold itu luar biasa ya.
Ada loh orang yang sanggup menjalani segenap kondisi yang amat sangat berat, berkorban, dan tetap bertahan bersama orang yang disayangi. Ini kan artinya bisa macam-macam, misalnya: seorang pacar yang tetap setia sama pasangannya walaupun pasangannya sudah divonis kanker stadium 4. Misalnya lagi seorang suami yang tetap setia mengasihi dan merawat sang istri yang lumpuh total dan hanya bisa terbaring di tempat tidur.

I’ll walk through hell with you.

Ada pula cerita seorang ibu bernama Neneng yang memiliki tiga anak. Anak bungsunya mengidap down syndrome, dan anak sulungnya yang sudah berusia 18 tahun menderita epilepsi yang kerap kejang berulang kali dan sampai saat ini sang anak tersebut hanya bisa terbaring di tempat tidur. Ibu Neneng kadang bertanya pada dirinya sendiri “Kadang-kadang saya merasa, kok saya diberi ujian seperti ini lagi sama Tuhan? Dan kenapa harus saya?.” Rasa lelah terkadang menghantui, fisik dan psikis. “Di titik tertentu, rasanya ingin mengakhiri hidup saya sendiri. Karena seperti nggak ada habis-habisnya, sudah jenuh banget,” tutur Neneng. Namun ia bangkit lagi, mengingat Allah SWT, dzikir, dan semangatnya kembali muncul . Ibu Neneng kembali semangat saat menoleh kembali ke wajah dua anaknya yang berkebutuhan khusus, “Kan mereka juga nggak mau dan tidak minta dilahirkan seperti itu.” Suaminya bekerja, namun Ibu Neneng turut membantu perekonomian suaminya dengan membuat dan menjual kue-kue basah. Selengkapnya tentang ibu Neneng bisa dibaca di sini ya.

Di belahan Amerika sana, tepatnya di Michigan………..ada pula sebuah keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Rick van Beek, demikian nama sang ayah yang lantas di tahun 2012 menjadi fenomenal bahkan ada yang menjulukinya Dad of The Year. Keluarga Rick memiliki 3 orang anak. Salah satunya didiagnosa celebral palsy. Anak perempuannya yang bernama Maddison, hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur dan juga dinyatakan buta oleh dokter. Walau sudah berusia belasan tahun, ability Maddison untuk melakukan apapun masih setara dengan anak usia tiga bulan. Tapi buat keluarga ini, dunia runtuh hanya sekejap. Terutama Rick sebagai ayah. Kebetulan Rick adalah orang yang gemar berolahraga, yang kerap mengikuti event marathon maupun triathlon di Amerika sana. Yang ia lakukan sungguh luar biasa. Setiap event olahraga apapun yang ia ikuti, Maddison akan selalu bersamanya.
Ketika berlari, maka Maddison akan ia bawa di stroller seperti di gambar di bawah ini

Ketika harus berenang dalam lomba triathlon, maka ia akan meletakkan Maddison di kayak seperti ini, dan Rick akan berenang bersama anaknya.

Ketika bersepeda, ia akan membawa Maddison di stroller seperti di bawah ini.

Simple reason: Rick melihat bahwa Maddison setiap kali dibawa ke outdoor, mengikuti ia bersepeda, lari, dan lain-lain, selalu bisa tersenyum dan ia terlihat gembira merasakan udara, percikan air, angin menerpa tubuhnya. Hal yang tidak pernah keluarga ini saksikan ketika Maddison hanya terbaring di rumah. Sejak itulah Rick semakin bersemangat mengikutsertakan permata hatinya pada setiap aktivitas olahraga yang ia lakukan.
Rick bilang: Maddison adalah hatiku, dan aku adalah kaki dan tangannya. Walaupun nanti suatu saat nanti, Maddy dan aku gak bisa bersama-sama in phisically, Maddy akan selalu ada di hatiku.
Dalam wawancara dengan salah satu TV di Amerika, Rick bahkan dengan sumringah bilang bahwa salah satu hal yang sangat membuat ia senang adalah saat harus mengangkat dan menggendong badan Maddy, pindah dari stroller ke kayak misalnya.

Pfiuhhh….
Kalo kita ((KITA ??)), mungkin sudah menyerah ya menghadapi kondisi punya anak seperti Rick dan Ibu Neneng. Bayangin….Ibu Neneng punya 2 anak berkebutuhan khusus sekaligus. Kalau kita, misalnya dikasih 1 saja anak berkebutuhan khusus, udah keluh kesah ke sana ke mari. Stress, frustasi, depresi, pengen mati aja, whatever you name it…sudah pasti menghinggapi jiwa ini. Ngurus anak yang alhamdulilah lahir dan besar secara normal aja masih suka emosi jiwa, ya gak?

Cinta yang luar biasa membuat orang-orang seperti Rick van Beek dan Ibu Neneng ada di dunia ini. Orang-orang yang sanggup walk through hell  with their precious ones no matter what (hell dalam pengertian orang awam dan normal seperti kita-kita ini).
Saya waktu ngikutin ceritanya Rick pun udah gak sanggup berkata-kata. Kasih sayangnya terhadap sang anak membuat ayah ini gak kenal lelah untuk terus menerus merawat, menggendong Maddy dari satu race ke race lain, dari satu tempat outdoor ke tempat outdoor lainnya, begitu terus seumur hidupnya.

Buat saya…………….mereka inilah pahlawan, di antara miliaran manusia di dunia ini yang juga menjadi pahlawan dengan caranya masing-masing. Mereka sanggup berkorban melewati hari demi hari yang begitu berat -jika dilihat dari kacamata orang lain-, berkorban untuk menafikkan ego sendiri yang mungkin menginginkan suatu keadaan yang normal, begitu terus menerus hingga jiwa ini terpisah dari raga.

Terima kasih Rick dan Ibu Neneng, kalian sudah mengajarkan kami bahwa pahlawan tak sekedar angkat senjata membela negara. Pengorbanan untuk merawat buah hati yang spesial dititipkan Tuhan untuk kalian, telah mengajarkan kami semua untuk menjadi orangtua yang bersyukur, berhenti mengeluh, dan selalu menyayangi keluarga kami tanpa pamrih.

Selamat memperingati hari pahlawan, temans 🙂

signature

Advertisements

15 thoughts on “I’ll Walk Through Hell with You

  1. tikaajahcukup says:

    Thanks for sharing ya mak, cinta keluarga itu memang unconditionally sih seharusnya, bukan begitu? :p
    Tp saya setuju soal ngurus anak yang kadang bikin esmosi jiwa, tapik lebih esmosi klo client yang minta revisi teterusan sih hahah

    Liked by 1 person

    • imeldasutarno says:

      halo mbak, makasih udah mampir dan baca ya. Iyes memang unconditionally tapi sejujurnya fakta di lapangan kadang enggak begitu ehehehe, yah namanyapun manusia kadang ada rasa capek dan gak kuat nanggung beban terus menerus. Btw iya klien suka bikin jiwa raga emosi level Gunung Everest ya mbak kalo minta repisi wihihihi….

      Liked by 1 person

    • imeldasutarno says:

      Mba Lis, mohon maaf kamu jadi nangis baca postinganku hiks…..Iya makanya mbak, satu anak normal aja emosinya minta ampun ya kita, ini berkebutuhan khusus pula. Super lah mereka2 yg dikarunia Allah anak2 spesial ini. Sama2 ya mbak…seneng kalo postinganku bermanfaat *selama ini posting geje mlulu soale xixixi

      Like

    • imeldasutarno says:

      hiks, aku juga jadi pengen nangis lagi mbak. Kita yang dianugerahi anak normal begini, seringkali cuma bisa mengeluh dan minta supaya punya me time yg lebih banyak. Lha Rick? kebalikannya: gak bisa ke mana-mana tanpa Maddy di sisinya. Luar biasa banget ya mbak.
      Amiiin untuk doanya…. 🙂

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s