Harga Pisang Goreng Yang Salah

Kemarin saya lagi pengen ngemil. Karena bingung mau ngemil apa sore-sore di kantor, saya nyeblah ke Dapur Li Nou. Pesan pisang goreng Gorontalo 5 pcs, berdua sama temen saya. Kalau di daftar menu, harga per pcs itu adalah Rp2,000. Artinya kalau pesan 5 kita (saya dan teman) hanya membayar Rp10,000 kan ya?

Oiya buat yang belum tau, bedanya pisang goreng Gorontalo sama pisang goreng biasa itu adalah: pisang gorengnya dimakan dengan sambel. Bisa sambel ikan roa, atau sambel terasi, yang penting sambel. Buat yang belum pernah makan pisang goreng pake sambel mungkin berasa aneh yes? Hehe…..

Setelah pesanan jadi dan dibungkus, kami berdua membayar. Kasih Rp50,000, dikasih uang kembali sama mas-mas yang jaga warung (bukan si pemilik warung utama) Rp37,500. Oh? Hmmm…trus kami tanya, berarti sekarang naik ya mas harga pisangnya jadi Rp2,500 per pcs? Masnya mengangguk. Kami pun pulang dengan maklum, dan bener-bener gak dipermasalahkan sama sekali dong. Yaelah cuma naek gopek doang gitu loh. Buat horang kayak kayak kita gini sombong is the first dong *kemudian ditimpuk tomat busuk.

Lalu setelah ngemil-ngemil manja *geli sendiri gue nulis istilah ini, di desk kerja masing-masing, tiba-tiba pak satpam kantor kami ke meja saya dan bilang: “bu, ini ada sisa kembalian diantarin sama warung sebelah, katanya kembalian mereka tadi kurang.”. Ada uang Rp2,500 yang dikasih pak satpam ke saya. Langsung konek eikeh: oooh ternyata harga pisang tetep 2,500, mas-mas penjaga warung tadi salah harga, trus sisa kembalian dengan baik hatinya dikembalikan ke kami.”

Ya udah, kita berdua juga udah biasa aja. Asli gak punya pikiran berat-berat n panjang-panjang soal harga pisang yang salah ini.

Sampai keesokan harinya….menjelang jam 15.00 WIB, tiba-tiba pak satpam datang lagi ke meja eikeh.
Satpam: “bu, ibu pesen makanan ya di warung sebelah, ini diantar sama orangnya.”
Saya: “Saya? Hmm..enggak kok pak, saya samasekali gak pesan.”
Satpam : “Tapi orangnya bilang ini buat ibu katanya. Saya juga gak tau bu.”

Karena pembicaraan sama pak satpam gak kunjung selesai, saya ambil bungkusan makanan tadi, dan ada secarik kertas. Pas saya buka bungkusannya: ada 4 pcs pisang goreng Gorontalo dan di kertasnya tertulis begini:

Dear Mbak Imelda,

We hope you will accept pur sincere apologies for the incorrect check yesterday

Yours Truly,

Dini

Jpeg

ini penampakan pisang goreng Gorontalo yang dimakan dengan sambel. Dua pisang lainnya sudah berpindah ke tangan teman saya yg kemarin sama-sama pesen pisgor dengan harga salah itu. Abaikan piring bututnya yaaa…


Campur aduk perasaan saya saat itu. Memang warung itu tergolong baru dan dia harus memelihara hubungan baik dengan customer seerat dan sebaik mungkin, biar gak ditinggal pelanggan. Tapi aslilah baru kali ini saya diperlakukan dengan demikian hormatnya seperti ini. Padahal salah kembaliannya cuma 2,500 perak.

Sore yang luar biasa memberikan pelajaran buat saya, sekaligus jadi cerita untuk mengisi blog ini. Bagaimana dengan segenap daya mbak pemilik warung berusaha mengakui dan memberi semacam compliment hanya untuk menebus kesalahannya yang super kecil.

Bagaimana ia berusaha menjaga supaya pelanggannya tidak terus kecewa tehadap servis warung makan yang ia kelola. Ujung-ujungnya dia sebenarnya tengah berusaha juga untuk menciptakan image bahwa warung Dapur Li Nou itu servisnya akan selalu terbaik dan gak mengabaikan pelanggan begitu saja. Biasanya hal seperti ini terjadi pada brand-brand produk atau jasa besar yang sudah punya nama ya. Karena sekali saja brand besar mengabaikan kesalahan atau keluhan customer,wah  dampaknya bisa luar biasa terhadap image maupun penjualan mereka, ya kan?

Untuk penutup, terima kasih mbak Dini untuk pisang goreng free nya. Terima kasih untuk pelajaran hidup di hari ini 🙂
signature

Advertisements

8 thoughts on “Harga Pisang Goreng Yang Salah

    • imeldasutarno says:

      mba Pipit, makasih sudah baca ya 🙂 Saya juga salut dan gimanaaa gt rasanya sama mbak penjual pisang itu. Asli gak nyangka akan diperlakukan seperti itu sama dia hehe. Kalo mau coba bisa goreng pisang kepok biasa (pisgor pake tepung tentunya) nah lalu dimakan bersama sambel terasi, untuk percobaan awal aja, karena kalo pake sambel aslinya Gorontalo kan sambel pake ikan roa mbak 🙂

      Like

    • imeldasutarno says:

      wahahaha iya, bisa jadi sih mas. Mbak penjual ini kebetulan 16 tahun tinggal di Chicago dan baru banget balik lagi ke Indonesia dan bikin warung makan. Mungkin didikan luar negeri kali ya, makanya sama customer bener2 ngehargain banget. 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s