When Visiting the Patient….

Menjenguk orang sakit adalah salah satu aktivitas yang bisa bermanfaat baik bagi kita sebagai orangtua maupun anak-anak kita. Bagi anak, nilai moral yang paling utama adalah menanamkan rasa cinta kasih anak kepada si sakit dan bisa mengambil hikmah bahwa sehat patut kita syukuri, karena mahal harganya.

Bagi yang sakit, tentunya kunjungan bisa membangkitkan semangat untuk sembuh karena merasa sangat terhibur dengan kehadiran orang-orang terdekat dan tercinta.
Nah sebelum berkunjung,  ada baiknya simak beberapa tips berikut ini:

  1. Sebelum menjenguk sebaiknya tanyakan dulu (bisa via telepon atau lainnya) kepada kerabat yang menunggui, apakah pasien berkenan untuk menerima kunjungan? Setiap orang sakit punya kondisi yang berbeda-beda. Ada yang senang dikunjungi namun ada pula yang kurang berkenan dikarenakan penyakit yang diderita mungkin mengharuskannya lebih banyak beristirahat total ketimbang bertemu dan ngobrol dengan penjenguk.

    134587082

    gambar dari gettyimages.com

  2. Apabila diperbolehkah berkunjung, sesuaikan waktu. Kalau di RS sudah ada waktu tertentu untuk menjenguk. Namun kalau di rumah sudah pasti tidak terikat waktu. Usahakan menjenguk orang yang sakit bukan pada jam-jam istirahat ya, agar proses pemulihannya bisa maksimal.
  3. Sesuaikan kondisi.
    – Apabila menjenguk ke rumah sakit, sebaiknya tidak usah membawa anak-anak terutama bayi dan anak di bawah 11 tahun. Anak-anak adalah golongan yang sangat rentan tertular penyakit, apalagi berada di area rumah sakit yang sudah pasti begitu banyak penyakit, kuman, bakteri dan virus.
    – Apabila menjenguk ke rumah pribadi yang sakit, pastikan bahwa penyakit yang tengah diderita bukan penyakit menular seperti misalnya campak, infeksi saluran pernafasan, atau cacar air. Membawa anak menjenguk ke rumah si sakit hanya akan memperbesar anak kita tertular.
  4. Tidak datang berbondong-bondong. Kalau menjenguk di rumah mungkin tidak masalah ya, namun jika di RS sebaiknya jangan. Karena ramainya orang yang berkunjung (lebih dari jumlah yang ditentukan pihak RS) bisa menimbulkan kegaduhan yang kurang baik dan juga mengganggu pasien lain yang dirawat. Jika datang secara rombongan, masuklah ke kamar pasien bergantian.
  5. Jika di antara kerabat atau keluarga hendak menjenguk, biasanya buah tangan dalam bentuk sumbangan uang kolektif lebih dibutuhkan dibanding makanan. Logikanya: jika di RS, yang sakit hanya boleh mengonsumsi makanan dari rumah sakit, ditambah perasaan setiap orang sakit yang terkadang tak nyaman makan dan minum yang berujung pada malas makan. Jika membawa buah tangan berupa makanan/buah-buahan pas ke RS, terkadang kita niatkan juga untuk orang yang menemani pasien. Tapi kenyataannya, fokus mengurus dan menemani pasien membuat mereka pun tidak tertarik/nafsu dengan makanan. Akhirnya sering loh saya lihat kalau jenguk orang sakit di RS: bingkisan makanan-makanan itu hanya menumpuk dan gak kesentuh samasekali. Nah, mungkin ada baiknya memikirkan kembali untuk memberi sumbangan uang saja yang sudah pasti lebih berguna dan pasti dipakai.
  6. Setelah pulang dari menjenguk, biasakan :
    langsung mengganti dan mencuci seluruh pakaian yang kita pakai saat jenguk. 
    – mandi.
    Biasakan pula begitu sampai rumah, kedua hal tersebut yang paling pertama kita lakukan sebelum menyentuh/mencium anak atau bahkan duduk/tiduran di manapun.Terutama sekali ketika baru pulang dari RS. Kita gak pernah tau ada virus atau kuman yang mampir di tubuh, dan berpotensi membuat kita sakit.

    Semoga tipsnya bermanfaat ya 🙂 *tumben hari ini postingannya lempeng?
    signature

 

Advertisements

10 thoughts on “When Visiting the Patient….

      • dewinielsen.com says:

        Iya mbak..keluarga nggak boleh nginep. Satu perawat bertanggung jawab pada 8 orang pasien. Bisa kurang bisa lebih tergantung jlh pasiennya..Perawat nggak banyak sekali shift. Tapi bisa dihandle kok mbak..setidaknya dari pengalamanku begitu…

        Like

      • imeldasutarno says:

        berarti pasien disana mandiri n jarang yg manja2 ya mbak. Gak kebayang kalo aturan itu berlaku di kita. Btw ini berlaku juga untuk pasien bayi dan anak-anakkah? Aku lagi ngebayangin kalo pasiennya anak usia 3 tahun trus ortunya gak boleh nginep ngedampingin…..

        Like

      • dewinielsen.com says:

        Iya mbak, berlaku untuk anak-anak juga. Kecuali kalau orang tuanya dari luar kota, kita inapkan di hotel rumah sakit. Tapi bagus sih sistem begini. Pasien jadi bs istrahat. Kalau udah kebanyakan tamu, dipulangkan saja 😀 bikin semak RS sama nambah bakteri 😀

        Like

      • imeldasutarno says:

        ooo gitu. Nah kalo anak usia 2 atau 3 tahun mau minta ini itu apa dia udah ngerti cara manggil suster dengan pencet tombol? Belum lagi kalo selang infusnya malah dimain-mainin misalnya…duh pertanyaanku banyak bener ya mbak. JAdi panjang begini hihi….

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s