Kita Semua adalah Sama

Setiap anak dilahirkan berbeda-beda. Mulai dari fisiknya hingga sifat-sifatnya. Ada yang memang gennya kurus dan kecil seperti kedua orangtuanya, ada pula yang sebaliknya alias berbadan bongsor.

Perbedaan bentuk fisik di kalangan orangtua mungkin bukan merupakan masalah, karena kita sudah memiliki cukup knowledge untuk memahami hal ini. Namun tampaknya tidak demikian dengan anak-anak kita.

Di sekolah anak saya, ada salah satu anak yang badannya lebih besar dibanding teman-temannya yang lain. Ketika dia sekelas dengan Alun mulai dari TK, perawakannya yang bongsor jauh lebih cocok sebagai anak kelas 1 atau 2 SD ketimbang seorang anak TK A. Suatu hari saat menjemput anak saya ke sekolah, saya lihat anak ini tampak sedih karena rupanya ada beberapa teman yang mengejek celana seragamnya terlihat cingkrang. Tentu saja, karena ukuran seragam sekolah untuk ukuran tubuh anak TK A tampak kekecilan untuk anak bongsor seperti dirinya.

Di lain cerita, saya pernah perhatikan anak saya, Lintang, diabaikan ketika kumpul dengan saudara-saudara sepupunya saat arisan keluarga. Padahal anak saya berusaha berbaur dan berusaha agar diajak bermain dengan saudaranya yang seumur. Tubuh Lintang yang lebih kecil, membuat ia hanya dianggap jadi ‘anak bawang’ di kumpulan tersebut. Sudah pernah dengar istilah anak bawang kan ya? Sepintas saya perhatikan mimik wajah Lintang agak sedih pada waktu itu.

Untuk membantu anak agar tidak minder seperti kejadian di atas, perlu peranan orangtua agar terus memberi dukungan dan pemahaman positif bahwa anak harus tetap percaya diri. Namun jika hanya berupa nasihat-nasihat tanpa contoh, rasanya sulit ya untuk diserap oleh si kecil?

Salah satu cara yang  dapat lakukan adalah dengan bercerita. Nah, saat ini ada buku anak yang menarik dan dapat membantu orangtua untuk menanamkan nilai dan rasa percaya diri kepada buah hati kita. Buku seri ini bertema “Seri Pengembangan Diri”. Inilah dua judul di antaranya.

Jpeg

Buku ini ditulis oleh Lola Orett dan dibuat dalam serial bilingual, yaitu dalam Bahasa Indonesia dan Inggris dalam lembar buku yang sama. Diterbitkan oleh Erlangga For Kids, buku ini harganya Rp35.000,- per buku. Ilustrasinya menarik dengan warna-warna ceria, membuat anak semakin tertarik untuk membacanya.

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Melalui tutur cerita, banyak pesan moral yang dapat dipetik anak dari buku ini. Anak dapat memahami bahwa ia tidak perlu minder dengan keadaan dirinya. Saat ia memiliki fisik bongsor maupun sebaliknya, kondisi tersebut sama-sama menyenangkan. Anak juga diajak memahami bahwa pertumbuhan setiap anak itu berbeda-beda. Toh yang terpenting tubuh kita sehat.

Dan bagi anak yang bertubuh sesuai usianya, membacakan buku ini untuk mereka menjadi salah satu jalan untuk mengajarkan pentingnya berempati dan toleransi terhadap teman yang memiliki fisik yang berbeda.

Jpeg

Jpeg

Pada akhirnya, harapannya adalah agar anak memahami bahwa semua manusia adalah sama. Kita sewajarnya tidak saling mengejek dan tidak memilih-milih dalam berteman.

Buku yang bagus untuk proses pengembangan diri anak ini mulai kami koleksi, agar Alun dan Lintang sedini mungkin bisa diajak belajar dan memahami bahwa semua anak itu adalah sama.
signature

*artikel dimuat di http://theurbanmama.com/articles/karena-kita-semua-adalah-sama-F47039.html pada tanggal 26 November 2016

Advertisements

11 thoughts on “Kita Semua adalah Sama

  1. Riska A says:

    Bukunya bagus ya, Mak. Saya baca sedikit saja sudah ingin membaca dan membacakan ke anak. Warnanya juga bagus..halus..membuat terinspirasi ingin menggambar seperti itu 🙂
    Salam kenal, Mak Ida 🙂

    Liked by 1 person

  2. Riska A says:

    Bukunya bagus ya, Mak. Saya baca sedikit saja sudah ingin membaca dan membacakan ke anak. Warnanya juga bagus..halus..membuat terinspirasi ingin menggambar seperti itu 🙂
    Salam kenal, Mak Imelda 🙂

    Like

  3. fanny fristhika nila says:

    au selalu nekanin ke anakku, utk ga pernah ngerasa minder ato malu akan fisik.. Untungnya anakku yg pertama ini memang pada dasarnya pemberani sih ya mbak, jd g susah juga utk ngarahin dia supaya selalu PD… tapi adeknya aku agak kuatir pemalu, krn sifatnya dr bayi udh keliatan beda dari kakaknya ;p.. ini mungkin yg bakal aku lbh fokusin alo dia udh seolah nanti .. supaya bisa sama PD kyk kakanya :)..

    Liked by 1 person

    • imeldasutarno says:

      Makasih sdh mampir dan baca mbak. Iya betul, kita harus pinter2 ngasih motivasi ke anak biar gak minderan apalagi nanti udah masuk ke dunia sekolah yang cenderung ada aja pem-bully an ya mbak.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s