Ilahe dari Gorontalo

Masakan orang Menado dan Gorontalo, sekilas gak beda jauh. Maklum deh, jaman baheula kan masih satu provinsi, sebelum akhirnya memisahkan diri.
Bumbu-bumbu yang dipakai pun masih sama aja. Gak bisa jauh-jauh dari jahe, sereh, kemangi, cabe, tomat.
Nah kali ini saya mau share resep masakan khas dari kampung halaman ibu saya, Gorontalo. Namanya “ilahe”, atau dalam bahasa Indonesianya “kuah asam”.

Kemarin pas posting foto masakan ini di IG, ada yang minta resepnya. Berhubung capek ngetik di hape, makanya resepnya diketik di blog aja.

Ilahe ini bahan utamanya adalah ikan. Semacam sup ikan. Semua bumbunya tinggal dicemplung, tanpa proses penumisan/goreng. Mudah, praktis, cepat.

Sebelum mulai masak, mari siapkan bumbu-bumbunya dulu ya.

Jpeg

Senyum dulu yok, biar masakanya semangat. Dapat salam dari duo bawang, cabe keriting, cabe rawit,jahe, sereh, tomat, kemangi, dan daun jeruk.

Bahan-bahan:

1 ekor ikan tongkol atau cakalang/tenggiri/kuwe. Karena ikannya besar, potong-potong menjadi 3-4 bagian ya
Jeruk nipis+kunyit+garam diulek lalu dilumuri ke ikan untuk mnghilangkan amisnya. Diamkan kurang lebih 15 menit.

Bumbu-bumbu:

4 siung bawang merah yang agak besar, iris-iris tipis
2-3 siung bawang putih , iris-iris tipis
seruas jahe, geprek
sebatang sereh, potong 2 lalu geprek
4 lembar daun jeruk
1 buah tomat merah iris-iris
3-4 buah cabe keriting merah, iris-iris
3 buah cabe rawit, iris-iris. Jika ingin lebih pedas silakan tambah cabenya
3-4 tangkai kemangi, petiki daunnya.
Garam secukupnya
500-6000 ml air

Cara Memasak
1. Rebus air hingga mendidih
2. Masukkan duo bawang yang sudah diiris, daun jeruk, sereh, jahe, cabe keriting dan cabe rawit
3. Masukkan ikan. Tunggu hingga ikan matang.
4. Setelah ikan matang masukkan irisan tomat.
5. Tambahkan garam. Cek rasa.
6. Matikan api, lalu taburi dengan daun kemangi.

Ilahe siap disantap panas-panas dengan nasi panas juga. Aiiih sembari ngetik ini resep, eikeh ngeces pemirsaaah….

Ilahe ini sangat cocok untuk penderita kolesterol, karena proses memasaknya tidak melibatkan minyak samasekali.
Selamat makaaan….eh selamat mencobaaa….

Jpeg

Jpeg

signature

 

Advertisements

4 thoughts on “Ilahe dari Gorontalo

  1. Fanny F nila says:

    Papaku pasti doyan masakan ikan berkuah gini. Di sibolga ikan udh kayak makanan wajib soalnya.. Apalagi papa banyak pantangan makanan, makanya srg dimasakin menu yg ga pake santan dan tumis ato goreng2 gini mbak :).

    Liked by 1 person

    • imeldasutarno says:

      halo mbak Fanny..makasih udah mampir ya. Iya betul mbak, ini menu cocok buat yang banyak pantangan juga. Apalagi ikan kan sudah terkenal bergizi tinggi ya. Yuk coba masakin buat papanya 🙂

      Like

    • imeldasutarno says:

      ayoooo aku yang jawab kamu yg tanggung… *lhah? Iya kali ya na, mirip garang asem. Cuma ini derajat keasamannya gak super, standar aja. Jadi masih masuk ke lidah semua rakyat <— ini bahasa komennya gimana ya?
      Kalo udah nyobain posting2 ya di blog 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s