Karena Human Error Milik Semua Manusia

Saya bukan movie freaks. Bukan pula pecinta event akbar semacam Oscar, Grammy dll. Tapi berhubung acara-acara itu pada wara wiri di timeline sosmed, di internet, di TV, di mana-mana, mau gak mau terpapar jugalah sama gaung event tersebut. Mau gak mau ya ikutan kepo juga sama berita-beritanya.

Yang paling anyar adalah penghargaan Oscar, tanggal 26 Februari 2017 kemarin. Satu dunia diributkan dengan kesalahan Warren Beatty saat salah membacakan pemenang film terbaik. Harusnya Moonlight, doi bilang LaLaLand yang menang. Udah pastilah campur aduk ya perasaan antara para pemenang beneran sama pemenang yang salah. Kesalahan Warren Beatty bukan hanya berbuntut cemoohan dari sejuta umat tetapi sedikit banyak juga menyeret PriceWaterHouse Coopers sebagai auditor-nya Oscar. Reputasi PwC yang luar biasa mendunia, tiba-tiba diruntuhkan oleh kesalahan kecil yang mereka lakukan yaitu salah kasih amplop nama pemenang. Hiks hiks hiks….

170227013918-oscars-moonlight-card-exlarge-169

gambar dari cnn.com

Flash back lebih mundur dikit, ada Adele yang juga minta-minta maaf di atas panggung Grammy Awards 2017, gara-gara keceplosan mengumpat padahal lagi siaran langsung, trus doi mau nyanyiin ulang lagu Fastlove milik mendiang George Michael.

Masih ada lagi Mariah Carey, yang pas pergantian tahun 2016 ke 2017 kemarin juga mengalami kesalahan teknis yang berujung pada ketauan lipsync, gegara earphonenya gak bekerja dengan baik. Malu ati ya untuk seorang diva kelas dunia begini. Apalagi banyak yang mengingatkan insiden ini dengan duo Milli Vanilli yang emang terbukti lipsync doang sepanjang karier mereka.
Mariah Carey pun sempat nge-tweet soal ini.

0101-mariah-carey-shit-happens-tweet-twitter-4

gambar dari tmz.com

Yang juga masih lumayan segar dalam ingatan adalah Steve Harvey. Pembawa acara saat penghargaan Miss Universe 2015 ini, salah mengumumkan nama pemenang pertama. Harusnya yang menang Miss Philippines, eh malah dia bilang Miss Columbia. Yang disebut sebagai pemenang udah girang banget eh ga taunya salah cuy. Yang ada endingnya Miss Columbia nangis dengan rasa yang juga campur aduk. Denger kabar sih katanya Steve Harvey sebelum acara berlangsung terlihat minum beberapa gelas alkohol, sehingga beberapa pihak menjudge bahwa mungkin doi bener-bener gak konsen karena udah kliyengan akibat minum-minum. Gak tau deh bener atau enggaknya. Masih gak cukup sampai di situ, Harvey masih jadi bulan-bulanan para netizen setelah permohonan maafnya via twitter pun mengalami kesalahan ketik. Duh duh duh…. perhatiin kesalahan ketik di tweetnya doi ini ya.

steve-harvey

gambar dari detik.com

Tahun 2010 pada malam final penghargaan juara satu Australia’s Next Top Model, dua kontestan yaitu Kelsey Martinovich dan Amanda Ware berlomba untuk menjadi yang pertama. Sarah Murdoch model senior dan pembawa acara malam itu berkewajiban untuk mengumumkan pemenangnya. Panitia sengaja menggunakan earphone dan tak memakai kertas pengumuman. Saat momen pengumuman berlangsung, Sarah Murdoch menyebut nama Kelsey Martinovich sebagai pemenangnya dan Amanda Ware sebagai juara kedua. Kesalahan tersebut tak langsung terungkap karena Kelsey sempat memberikan pidato kemenangan. Hingga akhirnya Murdoch mendapat kabar jika yang diumumkan sebuah kesalahan. Sontak ia tampak kaget di depan panggung, tak bisa berkata apa-apa, bahkan meralat pengumuman juara dengan kalimat yang terputus-putus. Kalo pengen liat, silakan simak video ini, skip aja sampe menit 2.44 ya untuk liat “drama”nya 🙂

Dan masih banyak lagi yang sebenarnya saya belum tau soal  “kesalahan” yang terjadi di event internasional dengan public figure terkenal sebagai yang melakukan kesalahan itu.

Sebenernya ini pengen ngomongin apaan sih? Mau ghibah soal kesalahan orang?
Bukan kok. Jadi selama ini, saya dan mungkin ratusan orang Indonesia lain, dari dulu sampe sekarang, selalu punya mindset bahwa orang bule itu superior. They are always perfect. Di mata saya orang bule itu profesional baik dari style hidupnya apalagi etos kerjanya.

Orang-orang yang saya sebutkan sebagai contoh di atas…beuuuh kaliber kelas dunia, orang-orang multitalenta yang sudah well-proven di mata dunia. Yang meraih kesuksesan dan kepopularitasnya bukan dengan cara instant tapi dengan segenap usaha, latihan dan kerja keras yang gak main-main selama bertahun-tahun.  Terus tetiba mereka membuat kesalahan, yang berimbas pada image dan karier mereka. Lepas dari issue yang mengatakan bahwa rentetan kesalahan-kesalahan itu semacam setting-an yang sengaja dibuat biar rating acaranya naiklah, apalah apalah…. tetap saja pada akhirnya kita belajar bahwa ….semua manusia adalah sama. Rangkaian kejadian di event internasional itu semacam menyadarkan saya bahwa bule pun manusia, dan human error bisa terjadi di mana saja. Dan oleh siapa saja tanpa pandang ras, level pendidikan, well experienced or not.
Ga ada superior inferior….semua sama.

Ada yang sempat punya mindset kayak saya juga gak? Yuk ngobrol di komen.
signature

Advertisements

3 thoughts on “Karena Human Error Milik Semua Manusia

    • imeldasutarno says:

      iya, finally aku nyadar kalo semua orang sama, even bule pun yang udah kelas dunia dan super profesional, ya pasti ada waktunya mesti mengalami kesalahan 🙂
      Kalo public figure malunya udah sedunia, imagenya pun bisa jadi melorot drastis ya di mata sejuta umat hehe…

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s