HUT TNI AU yang Selalu Ditunggu-tunggu

Sudah menjadi agenda tahunan saya, untuk selalu menyempatkan diri nonton HUT TNI AU. Entah kenapa saya selalu merasa awesome dan bersemangat tiap kali menyaksikan parade alutsista udara TNI. Keren, gagah, mempesona. Itulah image yang saya selalu capture dan terpatri di dada, saban acara HUT TNI AU.

Baca juga: Yuk Nonton HUT TNI AU

Tahun lalu nonton, tahun ini juga. Persiapan sudah dilakukan jauh-jauh hari berupa discuss dengan pak suami: kita akan akses lewat mana, pakai apa, anak bungsu dibawa apa enggak (karena Lintang takut sama bisingnya pesawat jet sebenarnya), berangkat jam berapa, termasuk rajin mantengin Twitter resmi TNI AU biar tau kalo ada update-update penting. Sampe segitunya ya, udah mirip mau berangkat mudik aja persiapannya, haha….

Kalo mau ikutin rangkaian upacara dari pertama banget ya kudu di lokasi jam 7 pagi. Sementara demo udara berlangsung mulai jam 09.30 WIB. Berhubung kita cuma ngejar demo udaranya aja, jadi kita jalan jam 08.30 WIB dari rumah, yang kebetulan deket sebenernya dari akses jalan tikus ke Halim. Akses ini untuk menghindari macet luar biasa saban tanggal 9 April di kawasan Halim Perdanakusumah. Jadi dari area Pangkalan Jati, kami naik 2 motor, dan menyeberangi kali kecil yang jembatannya hanya jembatan bambu tapi tetap bisa dilewati beban seberat sebuah motor. Agak scary sih, karena jembatannya kan cuma bambu bukan beton. Tapi demi kemulusan rencana, kami bismillah. Melewati jembatan itu, anak-anak dan saya yang dibonceng pengasuh anak (mbak Mawar ikutan nonton, jadi satu motor dia yang nyetir, satu lagi pak suami) turun dulu, dan jalan kaki. Sukses motornya nyeberang, baru kami naik lagi sebagai boncengers.
Keluarnya di pintu kecil masuk area Halim, lalu kami parkir di tempat yang disediakan. Selanjutnya jalan kaki lagi menuju pintu Brigan (Brigadir Anjing- milik TNI AU). Jangan ditanya gimana hiruk pikuknya keadaan di sepanjang jalan setelah kami parkir motor. Jangankan kendaraan bermotor, orang aja macet loh jalannya, hahahaha….Tapi semua terlihat bersemangat demi menyaksikan atraksia para perwira TNI AU di hari jadinya ini. Panas terik pun jangan ditanya, tapi semua warga sipil yang menonton punya cara masing-masing untuk itu. Mulai dari cara konvensional bawa payung dan topi, sampai ada yang bawa beanbag loh sambil payungan! Wahahaha…berasa piknik di Halim ini mah.

Memang ketika saya baca di internet, Kepala Humas TNI AU bahkan gak menyangka bahwa masyarakat umum yang menonton tahun ini membludak, melebihi ekspektasi. Tapi memang saya dan keluarga saksikan sendiri kok membludaknya manusia di Halim kemarin. Biasanya kerumunan massa hanya sampai dekat pesawat Hercules yang dipajang paling pinggir, dekat pagar masuk penonton. Tapi kali ini, massa merangsek sampai pesawat ketiga yang dipajang. Sayang saya tidak sempat memfotonya. Petugas kewalahan menghalau massa yang terus merangsek melewati tali batas penonton. Bahkan saat demo pembebasan sandera, motor trail dan mobil yang dipakai demo dikerumuni massa, padahal tahun lalu boro-boro mau ngerumun, mendekat aja udah dihalau petugas!

Pada tahun ini, tidak ada jet tempur yang dipajang di runway. Mungkin karena semuanya dipakai untuk demo udara ya. Tahun ini, berdasarkan siaran pers TNI AU, 132 burung besi turut memeriahkan HUT TNI AU. Mulai dari pesawat KT Wong Bee milik Jupiter Aerobatic Team, Sukhoi, C130 Hercules,  T41 Cessna, CN 295, Boeing 737, F-16, Golden Eagle T50i, Hawk 109, dan helikopter.

Demo di darat sendiri seperti yang sekilas diceritakan di atas, adalah demo pembebasan sandera. Ini agenda tiap tahun. Jadi skenarionya begini (diambil dari Kompas.com): berdasarkan informasi intelijen, telah terjadi penyanderaan terhadap VVIP (Very Very Important Person) oleh sekelompok teroris. Sandera tersebut tengah dibawa menuju ke luar kawasan Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, dengan menggunakan sebuah bus.

Tidak lama kemudian terdengar suara bising yang berasal dari helikopter Super Puma milik TNI AU, mencoba mendekati lokasi penyanderaan. Dari helikopter tersebut turun delapan anggota Paskhas (Pasukan Khas) TNI AU dengan menggunakan teknik fast-rope (turun dari helikopter menggunakan tali). Sementara heli Super Puma melayang dengan stabil beberapa meter dari permukaan tanah. Beberapa saat setelah heli yang mengangkut personel Paskhas itu pergi, datang dua Super Puma yang masing-masing mengangkut dua kendaraan P-6 ATV (All Terrain Vehicle). Kendaraan tersebut tergantung di bawah heli dengan menggunkan tali khusus, kemudian didaratkan secara perlahan. Setelah mendarat, delapan anggota Paskhas menaiki kendaraan ATV tersebut. Satu ATV mengangkut empat anggota Paskhas. Dengan kecepatan tinggi mereka menyergap dan menghadang laju bus yang membawa sandera. Sebagian anggota Paskhas mencoba menerobos masuk ke dalam bus, sebagian lagi mengamankan situasi di luar. “Boom!” terdengar suara ledakan dari dalam bus dan kepulan asap membumbung tinggi ke angkasa. Seorang anggota Paskhas terlihat keluar dari dalam bus bersama seorang sandera. Mereka pun pergi menjauh dari lokasi penyanderaan dan sandera berhasil diselamatkan. Seluruh demo ini diperagakan oleh diperagakan oleh personel Satuan Detasemen Bravo 90 (Satbravo 90)

4135890097

foto dari kompas.com

Selian itu, unjuk kebolehan para personel TNI AU juga diisi dengan parade drumband dari para taruna Akademi Angkatan Udara. Berhubung penampilan drumbandnya persis di depan panggung utama, super jauhlah dari tempat kami menonton yang sudah mendekat pagar pintu masuk. Jadi ya cuma bisa mendengarkan sayup-sayup suara lagu-lagu yang mereka bawakan saja. Ada pula parade aneka kendaraan darat untuk bertempur milik TNI AU. Untuk kendaraan-kendaraan ini saya gak sempat memfotonya karena selesai parade, tiap kendaraan sudah dirubung massa yang antri pengen foto-foto baik dengan kendaraan itu sendiri maupun pak tentara yang mengoperasikannya :).

Dan tibalah demo yang paling ditunggu-tunggu oleh semua jiwa yang hadir di acara pada saat itu. Apalagi kalau bukan demo udara. Ribuan kamera handphone maupun SLR terarah ke udara. Iringan 11 pesawat membentuk angka 71 yang merupakan usia TNI AU tahun 2017. Sayang seribu sayang hp saya gak cukup cepat mengabadikan iringan pesawat ini. Sedih deh gak punya fotonya hiks 😦

IMG-20170331-WA0017

foto diambil dari angkasa.grid.id

Lalu demo dilanjutkan dengan tim Jupiter Aerobatic Team yang tampil keren banget dengan aneka manuvernya di udara. Salah satu andalannya ada membentuk simbol hati yang merupakan perwujudan cinta NKRI sampai mati dari para personel TNI AU. Ribuan penonton di darat kompak berseru, memberi applaus dan teriakan histeris saban kali pesawat-pesawat ini meliuk-liuk membentuk aneka formasi. Ngalah-galahin nonton konser musik deh serunya!. Ini beberapa fotonya ya.

rsz_img_20170409_171938_524

Backlight gak papa, yang penting momennya dapat 🙂

IMG_20170409_192000_874
rsz_img_20170409_170208_647

Pertahankan formasinya ya. Stay keren, will you?

Jpeg

17834846_10155180924253794_7218007889911354254_o

Cross over

 

 

rsz_img_20170409_165920_860

Into the Sun

 

rsz_img_20170409_165630_194

Ah manuvermu…benar-benar mencabik-cabik hati dan perasaankuh, bang…#eeaa

Selesai Jupiter berakrobat di udara, iring-iringan helikopter melintas di atas para penonton. Diikuti dengan beberapa pesawat yang saya kurang tau jenisnya.

rsz_1img_20170409_192518_445_1_1

Langitnya udah cantik. Alutsista TNI AU makin bikin cantik lagi ya

17834819_10155180911863794_3029557981058541531_o

Inget film Tour of Duty kalo liat ini 🙂

Dan paling terakhir muncul adalah yang juga paling ditunggu-tunggu. Jet tempur Sukhoi dan F-16. Jet-jet inilah yang beberapa hari sebelum tanggal 9 menggegelar di atas langit Jakarta, yang menimbulkan decak kagum namun juga kekesalan dari sebagian masyarakat.

17761218_10155180949493794_1123085234234643231_o

Jika dibaca di akun Twitter TNI AU, beberapa yang menunjukkan kekesalan di antaranya: ibu-ibu yang punya bayi dan selalu menangis setiap jet tempur lewat, mahasiswa yang kesulitan konsentrasi bikin skripsi karena ributnya bunyi pesawat, sampai orang biasa yang merasa bahwa ini bukan perang jadi buat apa jet sliweran di langit Jakarta. Hehehehe…lovers dan haters mah biasa yak dalam dunia persilatan Endonesa 🙂

Balik lagi ke Sukhoi. Jet tempur paling keren ini lalu melakukan demo pertempuran udara, lengkap dengan flare dan bom. Jadi untuk bom ini, setiap kali jet melintas rendah di atas penonton, maka di titik tertentu petugas di darat meledakkan bom buatan. Seolah-olah itu jatuh dari Sukhoi gitu. Yaiyalaah, ga mungkin banget kalo beneran dijatuhin dari jetnya. Kalo meleset apa enggak makan korban jiwa warga sipil yang pada nonton? Bom buatan ini cukup membuat suasana horor karena berasa ada di medan peperangan yang sesungguhnya. Terus tiba-tiba saya gak bisa bayangin gimana kalo warga sioil di Suriah atau Irak, di mana bunyi bom sepertinya udah menjadi santapan sehari-hari ya. Duh, sedih deh rasanya 😦

 

Jpeg

Asap dari bom yang pura-puranya dijatuhkan dari Sukhoi

Oiya, mungkin ada yang pengen tau flare itu apa sih? FYI tahun lalu demo Sukhoi di Hut TNI cuma pake bom aja, tapi tahun ini ada flare. Menurut website resmi TNI AU, flare adalah alat pertahanan anti peluru kendali, yg menghasilkan cahaya yg sangat terang atau panas tinggi tanpa menghasilkan ledakan. Nah bentuknya seperti pijar-pijar bola panas di gambar di bawah ini ya.

IMG_20170410_025158_998

Sukhoi in action with flare

Beberapa kali Sukhoi mendemokan flare ini. Bahkan saat fly pass penutupan terakhir pun mereka semacam mengucap salam perpisahan “sampai jumpa tahun depan” kepada penonton dengan menembakkan flare.

Selesai demo Sukhoi, masih ada demo terjun payung dari ratusan personel TNI AU. Dari ratusan yang terjun, ada satu yang nyasar mendarat walau masih dalam area Halim. Memang angin kencang banget beberapa hari belakangan. Bahkan beberapa hari saat pasukan terjun payung ini latihan, lebih parah lagi. Banyak sekali yang nyasar mendarat ke mana-mana terbawa angin kencang. Ada yang mendarat di genteng dapur rumah orang, di halaman sekolah, nyangkut di pohon, dan masih banyak lagi. Yah memang alam gak bisa dilawan ya pemirsah 🙂

rsz_1img_20170410_021907_217

Selesai sudah kemeriahan HUT TNI AU yang ke-71. Puas luar biasa hati ini, walau motret cuma modal pake HP. Gimana kabar anak-anak? Yang sulung kesenengan karena memang udah niat banget pengen nonton pesawat. Yang kecil rempong, rewel karena ketakutan denger bunyi jet dan pak suami took over her daughter while mommy sibuk ambil foto ini itu haha 🙂

Sayang seribu sayang, masyarakat Indonesia masih belum banyak yang disiplin. Kelar acara sampah bertebaran di mana-mana, padahal di beberapa titik sudah disiapkan plastik sampah. Bahkan di depan mata saya, ada keluarga yang terang-terangan membuang 3 botol plastik minuman ringan mereka yang sudah habis, dengan begitu saja, seolah-olah tanpa salah. Duh, tabok-able banget deh mereka kemarin tuh….. 🙂

Mudah-mudahan tahun depan atraksi udara HUT TNI AU makin meriah, makin banyak manuver baru yang semakin membuat decak kagum warga sipil seperti kita-kita yang menonton ini.
Sampai jumpa tanggal 9 April 2018 yaaa… 🙂
signature

 

 

Advertisements

4 thoughts on “HUT TNI AU yang Selalu Ditunggu-tunggu

  1. Fanny f nila says:

    Aku baca ini berasa bangaaaaaa bgt ama TNI kita mba. :). Kyknya dulu sempet lama deh ya ga dgr suara pesawat tempur melintas.. Makanya aku seneng banget pas kmrn ada suaranya terbang di atas rumah. Walo ribut yaaa, tp kan itu membuktikan kalo TNI AU kita ttp msh aktif latihan, masih kuat dan masih hebat :). Ambil positifnya aja 🙂

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s