Short Escape to Gunung Pancar

Liburan long weekend Paskah kemarin, kami sekeluarga gak pergi ke luar kota. Ngebayangin macetnya jalanan dan ramainya seluruh tempat wisata aja udah bikin mules dan males. Ah bukan itu ding alasannya…emang dasar kaga punya duit aja sih aslinya, ahahahaha….

Tapi gak jalan-jalan ke mana-mana juga kok yo sayang hari liburnya?

Pak suami inisiatif ngajak ke Gunung Pancar-Bogor. Tempatnya relatif dekat dari Jakarta, yaitu di wilayah Sentul. Plus kami akan start jalan dari rumah ortu saya di daerah Citeureup-Bogor (saya mampir dulu ke rumah ibu saya, silaturahmi, baru setelah itu ke Gn.Pancar). Dengan merapal do’a-do’a semoga gak macet dan lain sebagainya, cuss lah kami berangkat, membawa ibu saya dan keponakan (anak kakak saya).

Jam 14.00 WIB kami mulai jalan. Jalan tol enggak macet. Kami tiba di gerbang wisata Gunung Pancar tanpa kendala apapun, alhamdulilah.

Dengan jumlah “pasukan” 3 orang dewasa, 3 anak kecil dalam satu mobil, kami hanya ditarik retribusi Rp35,000. Entah berapa hitungan per kepalanya, saya gak seberapa mikirin, karena nampaknya lumayan murah ya untuk ukuran segambreng orang +mobil. Yang juga nyenengin adalah: tempat ini buka 24 jam! Info ini saya peroleh dari penjaga karcis di gerbang masuk. Wiii….berarti kalo iseng mau menjauhkan diri sejenak dari Jakarta, jam berapapun oke aja ya?

Kawasan wisata Gn.Pancar ini menyajikan landscape perbukitan, lembah dan hutan pinus. Persis seperti hutan pinus yang pernah kami kunjungi di sini. Kita bisa berkemah, main ATV, sekedar piknik gelar tikar, sampai mandi air panas.
Nah gerbang menuju pemandian air panasnya berbeda lagi, dan harus bayar lagi. Oya, kemping disini juga terbagi dua: kemping biasa, dan glamping yg lagi hits itu.

Kami kemudian mencari tempat parkir. Saya mengedarkan pandangan ke sekeliling area. Wah gak membludak loh pengunjung di sini! Seneng deh jadinya. Malah relatif sepi. Mungkin orang-orang lebih milih liburan ke tempat-tempat yang ada aneka permainan dan atraksi gitu kali ya, semacam waterboom, Dufan, atau sekalian ke luar kota kayak ke Yogya, Bali, dll.

Di Area Piknik, semua kendaraan parkir di antara pohon-pohon pinus. Kayak di gambar berikut ini:

IMG-20170414-WA0015
IMG-20170414-WA0012

Karena konsepnya cuma sekedar jalan-jalan iseng, jadi kami gak main-main yang ngeluarin biaya lagi. Di hutan pinus ini, senangnya, ada playground gratis untuk anak-anak. Langsunglah krucils histeris kegirangan. Ini penampakannya :

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Jpeg

P_20170414_155439-800x450

20170414_160024_wm

Tersedia toilet yang sekali pakai dibandrol Rp3,000, mushola, dan aneka penjual makanan dan minuman. Untuk yang sekedar mau piknik gelar tikar, banyak anak-anak kecil yang menjajakan jasa penyewaan tikar. Lalu untuk yang mau foto kekinian menggunakan hammock warna-warni, juga tersedia banyak abang-abang yang menyewakannya. Kalau hanya dipakai untuk foto-foto, dikenakan tarif Rp15,000. Kalau mau sewa buat leyeh-leyeh, per jamnya Rp25,000.

IMG-20170414-WA0019_1

hammock warna warni

Ada cafe di dekat playground. Kamipun pesan makanan+minuman. Karena kawasan wisata, jangan ditanya harga makanannya. Mahal sudah pasti. Semangkok indomie dibandrol Rp12,000. Segelas teh tawar panas dibandrol Rp8,000. Ya sutlah gapapa, next ke sini bawa makanan dewe. Oya, sambil menikmati makanan minuman, kami dihibur oleh kelompok pengamen “mumpuni”. Lha apa pula istilah ini? Iya, karena selain suara vokalisnya bagus, mereka lengkap bawa perkusi juga selain gitar.

Top-Quality-36-Tone-Golden-Bar-font-b-Chimes-b-font-36-Bars-Single-row-font

Perkusinya kayak gini yang dibawa mas mas pengamen itu. Gambar dari aliexpress.com

Yang pasti tempat ini masuk dalam list untuk short escape alias liburan singkat sekedarnya. Sejuk, gak rame dan penuh sesak, dekat juga dari Jakarta.

IMG-20170414-WA0011

Yang punya blog ngeceng sejenak

Sekali-sekali pengen juga nyobain kemping di sini. Mudah-mudahan ada kesempatan dan rezeki, aamiin….
Kami kemarin gak lama di Gn.Pancar. Jam 17.00 WIB kami pun pulang.
Semoga postingan ini bermanfaat ya buat yang lagi nyari tempat liburan murmer 🙂
signature

Advertisements

9 thoughts on “Short Escape to Gunung Pancar

    • imeldasutarno says:

      iya, sama mbak. Aku juga suka. Suasananya sejuk dan indah, bikin betah pengunjung. Betul, di berbagai daerah di Indonesia hutan pinus diberdayakan jadi lokasi wisata dengan harga terjangkau untuk rakyat 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s