24 Mei 2017 – Fly Over Kampung Melayu

24 Mei 2017

18.15 WIB : saya pulang dari kantor, dijemput suami. Ah kok gak pengen langsung pulang ya. Perut lapar. Akhirnya makan dulu di bakmi Jawa dekat kantor.

19.35 WIB : Selesai makan. Jalan pulang, menembus kemacetan Jakarta. Rute yang selalu kami tempuh adalah Jl. KH. Abdullah Syafei – Fly Over Kampung Melayu – lalu terus sampai Jl.Basuki Rahmat – Pondok Bambu.

19.45 WIB: Di atas Fly Over Kampung Melayu. Sembari motor yang dikendarai suami melaju pelan-pelan, saya sebagai boncengers memandang ke bawah. Ah macetnya di bawah sana. Pemandangan umum tiap jam pulang kerja di Kampung Melayu. Bahkan sempat ada keinginan: “duh seandainya macetnya stuck, pengen deh fotoin itu macet di bawah, trus upload ke IG”.
Apa daya keinginan gak tercapai karena motor keburu bablas.

20.00 WIB: sampai di rumah. Istirahat, main sama anak. Apalagi besok hari libur kan?

21.00 WIB : Tidur ah. Eh tapi iseng dulu, sebelum tidur entah kenapa tiba-tiba pengen buka detik.com. Saya masih inget ngomong sama anak sulung saya “bentar ya Lun, ibu mau baca berita bentar doang.” Ketika buka situs detik.com, saya langsung freeze. Ledakan? Di Kampung Melayu? Ah jangan-jangan bukan bom, masa sih teroris ngebom di terminal kecil kayak gitu? Rugi banget dia?

21.15 WIB : Akibat baca detik.com, lalu TV yang tadinya sudah dimatikan, kembali dinyalakan. Liat berita di I-News TV. Reporternya tengan mengabarkan via Skype………………………. dan memang benar itu bom.

Ya Allah

…..entah harus ucap alhamdulilah atau innalilahi wainailaihi rojiun terlebih dulu. Saya dan suami tadi lewat Fly Overnya. Memang Fly Over itu jauh dari titik utama pemboman, tapi seandainya pas kami lewat pas bom meledak, sudah pasti shock juga. Kena efek berupa panik, shock, telinga pengang karena bunyi yang keras, trauma.
Ya Allah, mungkin tadi pas kami lewat Fly Over, para pelaku sudah ada di bawah sana, dekat toilet dan halte TransJakarta Terminal Kampung Melayu. Dan saya pun bergidik ngeri.

Alhamdulilah, kami masih dilindungi dari petaka. Dan di malam 24 Mei itu, yang awalnya pengen tidur cepat jam 21.00 WIB, kami sekeluarga malah bablas tidur jam 23.15 WIB karena terus mantengin perkembangan berita bom.

Saya sangat awam, cuma warga sipil biasa, bukan pengamat politik, apalagi analis. Saya mikir, kenapa kalo emang mau nyasar tempat keramaian, bukan di terminal yang lebih besar misalnya Terminal Kampung Rambutan atau sekalian ke depan Mabes Polri? Atau kenapa udah gak nyasar ke tempat-tempat yang banyak expatriatnya kayak modusnya para teroris terdahulu?
Terus bertanya-tanya dan beneran lupa kalo sebelum bom Kampung Melayu ini ada bom yang lebih absurd lagi, yang diledakin di Taman Pandawa Cicendo. Yah maklumlah, namanyapun bukan analis politik, jadi mikirnya pendek begini.

26 Mei 2017.
Berangkat kerja, dan kali ini terpaksa lewat Jln. Otista menuju Tebet, karena kemacetan di Jln.Basuki Rahmat luar biasa. Sekitar pukul 10.10 WIB, kali ini benar-benar lewat di sebelah TKP. Garis polisi masih terlihat jelas di halte TransJakarta, beberapa mobil milik aneka TV Swasta pun terparkir di antara puluhan mikrolet dan bis yang kembali beraktivitas seperti biasa di hari ini. Terlihat satu orang polisi tengah dikerubuti awak media di depan TKP. Entah apa keterangan yang sedang bapak itu berikan, karena motor saya terus melaju jauh meninggalkan TKP. Merinding pas tadi lewat situ.

Turut berduka untuk semua korban, baik yang gugur dalam menjalankan tugas maupun warga sipil yang luka-luka. Tentunya kita semua berharap jangan ada lagi kejadian seperti ini ke depannya.

Ah…saya gak gerti mau ngomong apaan lagi. Lindungi kami semua ya Allah….

dp-bbm-pray-for-jakarta-dan-kami-tidak-takut

gambar dari google.com

signature

Advertisements

10 thoughts on “24 Mei 2017 – Fly Over Kampung Melayu

  1. Fanny f nila says:

    Aku selalu naik busway yg jurusan kp melayu ini, tp syukurnya turun di salemba sih.. Ga kebayang mba gmn suasananya kemarin itu.. 😦 .. Lgs mikir, apa kmrn ada penumpang yg 1 bus dgnku jd korban sampe di kp melayu ya? Soalnya jam 19.30 itu aku turun di salemba, dan bus nya trs k kp melayu..

    Liked by 1 person

    • imeldasutarno says:

      Iya emm, alhamdulilah masih dilindungi. Kemarin 2 hari pasca kejadian, lewat lagi dekat tkp pas pulang kantor…jalanan dijaga banyak aparat berseragam persis seragam Densus 88 lengkap dgn senjata laras panjang, dan mata aparatnya jelalatan ngeliatin kita yang melintas di dekat mereka. Jantung rasanya turun ke perut, ngeri banget auranya karena selama ini cuma liat di tv sekarang aparat di depan mata sendiri…. Hiiii….

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s