Sendiri atau Bawa Keluarga?

Kemarin saya baru cerita soal Reuni Perak sekolah saya (baca di sini ya: Sudah 25 Tahun Berlalu ). Saat reuni, yang datang beragam: ada yang bawa pasangan, ada yang bawa anak, ada yang datang sendiri. Kondisi di lapangan pun otomatis beraneka ragam. Diselingi tangis para anak kecil yang mulai cranky dan bosan. Diiringi dengan pasangan para teman yang lebih banyak nunduk main gadget di sela-sela kehebohan para alumni bertukar cerita dan memori. Macam-macamlah pokoknya.

Nah bicara soal hadir di sebuah reuni (ataupun juga acara lain seperti kumpul komunitas maupun kondangan), ada berbagai kondisi yang sering saya lihat.

Kalau saya pribadi, setiap kali reuni, mau itu reuni SD sampe SMA, enggak pernah bawa pak suami maupun anak-anak. Alasan sederhana binti najong: enggak bebas ketawa bahas aib-aib masa lalu sama teman-teman. Gak bisa bahas-bahas soal CLBK ama gebetan di masa lalu. Hahahaha…ngeselin banget kan alasannya. Ya alhamdulilah jalannya ada aja: kalo pas pak suami gak bisa jagain anak-anak di rumah dan ART juga lagi gak ada, bisa nitip ke neneknya bentar. Jadi saya datang ke reuni tetep single *uhuy ngarep…

Di satu sisi, ada pula orang yang justru niat membawa anak dan pasangannya ke reuni. Tujuan utamanya: supaya keluarganya tau ini loh teman-teman masa sekolah dulu. Dan sebaliknya untuk teman-temannya, ia ingin menunjukkan ini loh keluargaku. Njalin silaturahmi dengan sesama keluarga alumni. Lalu tujuan lainnya: justru sengaja dibawa supaya tau bahwa memang ia datang ke reuni dan gak macem-macem, gak berusaha CLBK ama mantan. Nah kalo yang ini tipenya pak suami yang malah suka misuh-misuh kalo pas dia reuni sayanya ogah dateng.

Ada pula yang datang reuni dengan membawa anak-anaknya, karena ya memang anak-anak gak bisa ditinggal. Mau ditinggal di rumah enggak ada yang jaga. Atau, kebetulan after reuni mau jalan-jalan ke mall, jadi berangkatnya sekalian ajalah sekeluarga dari rumah. Mau dititip ke kakek nenek, kebetulan enggak bisa juga karena mereka ada acara.

Tak hanya itu, ada pula yang datang reuni dengan tidak membawa pasangannya dengan alasan sang pasangan enggak pede dan malu, karena banyak gak kenal sama peserta reuni/alumni.

Semua punya konsekuensi masing-masing. Dan, gak ada yang gak boleh kok. Suasana reuni terganggu dengan anak-anak jerit, menangis, bosan dan lain-lain sudah biasa. Gak bisa bebas ngobrolin aib masa lalu gara-gara banyak yang bawa pasangan hidup sehingga harus menjaga perasaan sang pasangan plus berjaim ria, sah-sah saja. Gak bisa lama ngobrol di reuni karena terbatas waktu akibat anaknya udah bosan dan narik-narik tangan ortunya untuk pulang, gak masalah kok.

do-not-keep-calm-cause-it-s-our-old-school-reunion-1

gambar dari keepcalm-o-matic.co.uk

Nikmati aja apapun suasana reuninya. Karena gak ada yang benar dan salah. Yang ada kita yang harus bisa beradaptasi dan fleksibel dengan semua kondisi tersebut.

Nah kalo kamu gimana? Termasuk #TimBawaKeluarga atau #TimDatangSendiri ?
signature

Advertisements

19 thoughts on “Sendiri atau Bawa Keluarga?

  1. ivoniezahra says:

    Pas suami reuni sama teman smp, saya sempat ikut tapi tigabung dengan teman-temannya. Kalau reuni di cafe, saya milih meja tersendiri yang agak jauh sih. Secara saya memang gak kenal sama sekali dengan teman2nya 😀

    Liked by 1 person

  2. Winda Carmelita says:

    Kalau aku kebetulan belum berkeluarga. Tapi beberapa temanku sudah punya baby dan mereka nggak ajak anaknya. Karena mungkin kl reuni bakal rame dan bikin gak nyaman baby. Selain itu, ajang reuni jadi ajang me time buat mereka sih hehehe

    Liked by 1 person

    • imeldasutarno says:

      hai mbak, makasih sudah mampir dan baca ya. Iya, kalo bawa bayi kan perhatiannya kudu extra terutama karena bayi menangis belum bisa ngomong. For some people maybe this is annoying. Dan iya bener, me time ya mbak reunian itu 🙂

      Like

  3. Emaknya Benjamin br. Silaen says:

    Saya belum pernah ikut reunian mba, tp ngebayangin klo ikut ya spt mba Imelda deh ga mau bawa pasangan. Spy bisa ketawa ngakak sama teman2 dekat, bisa curi2 pandang yg dulu ditaksir, cuma liat aja kan ya haha. Trus kasihan juga pasangan kita klo berjam2 jaim krn ga ada yg dikenal buat diajak ngobrol.

    Liked by 1 person

  4. shintadaniel says:

    Tergantung. Kalau reuni sekolah/kuliah/kantor yg suami nggak kenal biasanya datang sendiri. Kalau reuni teman2 dekat kadang bawa anak juga sekalian playdate. Kebetulan aku dan suami kuliah S2 di tempat yg sama jadi reuninya barengan, teman aku teman dia juga.

    Liked by 1 person

  5. justpipit says:

    reuni biasanya cuma dianterin, trus aku ditinggal nonton/jalan sama pak suami Mbak..hehehe..atau ya kalo di tempat kayak restoran, biasanya dese ikut masuk tapi cari tempat duduk sejauh-jauhnya..hahahha

    Liked by 1 person

  6. inlycampbell says:

    #teamdatangsendiri.. habis reunian smp juga akhir maret lalu di Sumut.. Ribet banget deh janjiannya.. Yang ciwi2 sudah berkeluarga, gak boleh kalau reuniannya malam trus pasangannya gak hadir haha.. rekuesnya sih pada siang biar bisa lamaan, eala, hari sabtu, masih ada yang kerja 1/2 hari jadi gak bisa ikut.. Kalau minggu totally big no no, soalnya banyak yang dr luar kota dan ada yang dr luar negeri, maunya reuni sabtu, minggunya lsg balik, haha.. Riweh dehh..

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s