Kill ‘Em With Kindness

Awalnya maju mundur mau nulis cerita ini. Sebab kejadiannya pun sudah lama, sekitar 4 bulan lalu. Tapi akhirnya saya putusin untuk cerita daripada ngeganjel. Hehe…

Sebagai emak-emak dari anak yangs udah bersekolah, lumrah adanya saban ke sekolah ketemuan sama sesama ibu-ibu yang nganter jemput anaknya. Walaupun kerja/ngantor, tapi ada waktu-waktu tertentu saya bisa muncul di sekolah, terutama saat ada acara sekolah seperti karnaval, parenting day, study tour dan lain-lain.

Ada satu ibu-ibu sebut aja Ibu Bunga. Anaknya sekelas sama anak saya. Awal-awal masuk sekolah, gak ada masalah berarti. Kami kalau ketemu pas ada acara ya ngobrol-ngobrol biasa, beramah tamah. Sampai suatu hari saya lupa tepatnya kapan, tapi waktu itu ada karnaval Hari Kartini gitu. Ibu Bunga saya coba ajak ngobrol ramah tamah di tengah keramaian anak-anak yang lagi nunggu karnaval. Dia cuma membalas obrolan saya sekilas, dan detik berikutnya memunggungi saya dan pura-pura sibuk mengabadikan anak lanangnya yang kece pake baju beskap Jawa lengkap. Sambil berseru ke anaknya untuk liat ke kamera karena dia mau foto-foto. Lalu saya awkward sendiri. Ah mungkin ini perasaan saya aja kali ya. Jujur saya enggak tau kenapa tiba-tiba ia bersikap begitu. Belakangan saya berusaha menghubung-hubungkan, mungkin gara-gara anak saya emang pernah berusaha merebut cokelat yang dibawa anaknya ibu Bunga pas istirahat sekolah. Anak saya emang waktu itu belum terlalu paham konsep bahwa kita enggak sopan dan enggak boleh ngerebut hak milik orang lain. Kalo enggak dikasih sama orang ya jangan maksa. Memang waktu itu saya dapat laporan dari wali kelas anak saya tentang peristiwa itu. Anak ibu Bunga katanya sampe jatuh gara-gara lari menyelamatkan cokelatnya yang mau diambil anak saya. Dan waktu itu pun peristiwa itu sudah diselesaikan secara wali kelas+anak alias enggak sampe melibatkan orangtua. Barangkali, ini firasat saya aja, si anak ngelapor sama Ibu Bunga kalo dia jatuh dll, dan mungkin Ibu Bunga kesel sama anak saya….dan saya juga. Mungkin loh ya.

Waktu berlalu…..

Saya kembali bertemu dengan Ibu Bunga. Ada acara tes psikologi di sekolah anak kami. Saya terlibat obrolan sama Ibu Edelweiss (samaran juga ya ini). Ibu Edelweiss ini juga satu kelas anaknya sama anak saya dan anak Ibu Bunga. Lagi asyik saya ngobrol sama Ibu Edelweis,, Ibu Bunga lewat di depan kita berdua, kebetulan dia mau ke arah koperasi sekolah, ada yang mau dibeli. Ibu Edelweiss negur Ibu Bunga duluan tanya-tanya beramah tamah. Saya di samping Ibu Edelweiss ikut tersenyum doang menimpali obrolan mereka. Ndilalah….arah mata Ibu Bunga hanya straight ke Ibu Edelweiss…saya bahkan gak dia liat samasekali. Bahkan saat ia pamit ke koperasi menyudahi obrolan, tetep matanya hanya tertuju ke Ibu Edelweiss.
Makinlah hati ini berprasangka bahwa ya memang mungkin ia kurang suka dengan saya gara-gara kejadian antar anak itu.

Sebulan berlalu. Hape saya rusak dan terpaksa diperbaiki yang mengakibatkan nomor kontak hilang semua hiks-hiks…. Lalu tiba pada satu hari ketika tiba-tiba ada nomor yang mengirimkan saya 2 buah foto ke WA. Tidak ada assalamualaikum, tidak ada pembukaan, preambule, whatever you name it. Dua foto ini adalah foto baju gamis syar’i. Kebetulan saya memang gak auto download settingannya, tapi di balik samar-samarnya gambar, saya tau itu gamis syar’i. Awalnya saya biarin. Tapi belum sampai satu menit, tiba-tiba masuk lagi serangkaian foto-foto produk gamis. Gak sampai 2 menit, WA saya sudah dimasuki kurang lebih 15 foto. Saya coba melihat foto profil pengirim. Ternyata…..Ibu Bunga.

She didn’t even stare to my eyes, but she sent me lots of her….online products. Without any opening word.

Tak mau menunggu foto ke 16 dan seterusnya masuk, saya ketik WA: assalamualaikum wr wb mbak. Terima kasih ya untuk kiriman foto-foto produknya. Kaget juga saya menerima banyak foto  via japri begini (lalu saya kasih emoticon senyum dan tangan ditangkup tanda terima kasih).

Ibu Bunga menjawab bahwa ia memohon maaf, itu dagangannya, siapa tau saya minat. But she didn’t even call my name. She named me with :mah (mamah. Panggilan antar sesama mamah-mamah murid di sekolah. Jadi misalnya mamah alun, mamah andri dll). Prediksi saya….dia juga bahkan gak tau siapa yang dia japri, asal broadcast dagangannya saja ke semua nomor kontak ibu-ibu murid sekolah yg ada dalam hapenya. Prediksi saya loh. Karena kalau memang ia tau siapa yang ia japri, pasti ia akan memanggil nama “mama Alun” misalnya ketimbang “mamah” doang.

Ketika saya diskusi dengan suami mengenai ini, suami hanya berpesan: ketika ada orang lain tidak suka dengan kita, atau mensuspend/blokir kita dari pertemanan dengan alasan-alasan yang tidak pernah kita ketahui karena yang bersangkutan tidak pernah menyampaikan langsung alasannya ke kita, hal terberat yang harus bisa kita lakukan adalah menerima keadaan tersebut. Harus bisa mengelola emosi dan tetap berpikir positif. Ibaratnya di jalan bertemu dengan orang yang membenci kita, tetaplah tegur dengan sopan, tetaplah bersikap santun. Walaupun kita tetap dicibir dan dibenci olehnya setelah semua sikap santun kita itu.

Jadi, masih kata pak suami, terima saja kiriman gamis itu walaupun saya jauh dari target customernya Ibu Bunga (et dah preman begini ditawarin gamis, syar’i pula! Kelakuan aja masih belon bener, malu ah mau pake gamis hehe…). Anggap saja bahwa Ibu Bunga still considers me as one of her potential target. Sudah sampai situ aja, gak usah dipanjangin ke mana-mana. Gak usah pula punya pemikiran: yeee benci tapi rindu niyee…giliran ada butuhnya/mau dagang baru deh kontak ke WA gue. <— tapi jujur kacang ijo, sebagai perempuan duh susaaaah banget untuk gak mikir kayak gini loh. Entahlah kenapa ya kalo otak dan pemikiran laki-laki lebih menjauh dari yang namanya nyinyir dan suuzon huhuhu….

Udah 900an kata aja ini postingan. Udahan dulu ya, nanti pada bosen bacanya. Yang penting sekarang saya jejalin terus otak saya ini dengan semua pikiran positif tentang hubungan saya dengan Ibu Bunga. Siapa tau dengan pemikiran positif, bisa nularin energi ke Ibu Bunga juga untuk kembali consider me as one of her ordinary friend. Kalo kata Selena Gomez mah Kill ‘Em With Kindness. Nyambung gak ya tu judul lagu sama jiwa postingan ini? Au ah, wahahahaha….

2bg

gambar dari coolcatteacher.com

 

Advertisements

11 thoughts on “Kill ‘Em With Kindness

  1. Rahman Batopie says:

    Gak cocok dinamai bu Bunga . . . cocoknya Bu aneh atau ibu bunga bangkai . . . hehe becanda Kak…
    Ibu2 emang gitu hehe makanya Saya gak suka sama ibu2 . . . Saya sukanya sama gadis-gadis hehe lebih segerrr . . . wkwkwk

    Liked by 1 person

  2. Crossing Borders says:

    Ah ya pertemanan perempuan itu memang kompleks.. Aku pernah diperlakukan begini jaman kuliah dulu selama 1 semester oleh hampir semua teman sekelas perempuan. Ternyata gara-gara salah tafsir omonganku.. Gak tau kamu udah baca atau belum, aku nulis soal ini di post minggu lalu, judulnya Firasat(1).. Intinya, kadang karena ngerasa terlalu kompleks, aku lebih suka sendirian aja, atau berteman sama cowok aja, tapi mesti hati-hati juga berteman dgn lawan jenis, suka banyak yg nyebar fitnah juga, padahal gak ada apa-apa..

    Liked by 1 person

  3. dewi says:

    Ih nyebeliiiinnnn bgt. sama ni kejadiannya, tp bukan ke aku tp ke kakak aku.. awalny muring2 gak karu2-an.. tp abis itu yasudaaahlaaah biarkan saja. dia yg marah, ya dia yg kelam kan hatinya.. tp aku ttp mba jd mba Imel klo ketemu jg gak mau susah payah berbasa basi. diemin aja. ini klo aku yaaaa hahahahaha

    Like

  4. adelescarlet says:

    bingung yaa kalo dapat perlakuan begini, aku juga sering dapat perlakuan begini tapi dari sepupu aku sendiri.. hmm!
    apa ya perasaan bu Bunga pas tauk di broadcast ke orang yang gk dia suka, huahaha

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s