Kantor Kekinian vs Tujuan Hidup

Kemarin saya iseng beli harian Kompas minggu. Di salah satu halamannya ada artikel tentang Kantor Menara by Kibar. Kibar itu sendiri, atau lengkapnya Kibar Kreasi Indonesia adalah sebuah perusahaan pembangun ekosistem startup digital di Indonesia. Awalnya mereka punya kantor di daerah Menteng. Lalu berdasarkan informasi yang saya baca di media online, mereka pindah ke gedung sendiri yang dinamakan Menara, di Jalan Raden Saleh.

Nah yang dimuat di harian Kompas ini adalah betapa kerennya design kantor ini. Oh ya kalau mau tau lebih lengkap tentang Kibar silakan lihat profil mereka di http://www.menara.kibar.co.id.
Kantor lima lantai ini dibuat mirip seperti kantor kekinian di seluruh penjuru dunia. Bukan hanya designnya yang kekinian, tetapi fasilitas yang memanjakan para pegawainya sehingga ngantor itu bukan lagi sesuatu yang kaku dan konvensional, tetapi sekaligus arena refreshing dan bermain-main.

75325764744342199623

saah satu sudut kantor Kibar. Gambar dari Google

44684969024265259101

Kursi kerja di dalam kolam mandi bola. Cuma ada di Kibar. Gambar dari Google

Udah pada tau kan gimana Google (pusat) memanjakan para karyawannya, mulai dari menyediakan fasilitas massage gratis, kantin dengan menu mewah dan gratis juga, ruangan main musik, lapangan bola, dan masih banyak lagi? Itu baru Google yang kebetulan emang ngetop banget makanya saya sebut sebagai contoh. Masih buanyak kantor lain di penjuru planet ini termasuk di negara kita yang juga menerapkan konsep seperti itu. Tujuannya sudah tentu untuk membuat karyawan makin betah dan nyaman bekerja.
Setelah saya baca, tiba-tiba jadi pengen bikin postingan hehe.

Bandingkan dengan kantor saya yang hanya sebuah rumah sewaan biasa. Lalu ditaruhlah serangkaian meja-meja untuk karyawannya bekerja. Tanpa cubicle seperti di gedung-gedung perkantoran pada umumnya. Pelengkapnya hanya fasilitas yang tersedia di rumah itu, seperti dapur untuk masak dan sekedar bikin kopi/teh, dan juga kamar mandi (ya iyalah masa kantor engga ada kamar mandinya?)

Baca juga Nikmatnya Ngantor di Rumah

Mungkin banyak juga teman-teman lain yang kantornya mirip dengan saya. Jauh dari segambreng fasilitas menyenangkan seperti di Kibar apalagi di Google.

Bukannya enggak envy ngeliat kantor berfasilitas wah ya. Namanya hasrat manusia mah pasti ada pengennya juga punya kantor mirip begitu. Tapi jika boleh memilih…..saya ingin tetap bertahan di sini.

Ah elah, bukan bertahan keles…..emang elunya aja yang gak progresif, engga ada kemajuan karier, stuck di situ,  jadi ya ngantornya teteeep di situ-situ juga. Haahaha…. *menertawakan diri sendiri*

Nah inilah pengelesan alias pembenaran saya. *wahahaha deshe ngeles*

1. Yang paling mendasar buat saya, terutama karena atmosfer yang selalu saya hadapi setiap hari adalah kehidupan agency kreatif, mau kantornya seciamik apapun, even itu meja kerjamu menghadap langsung ke indahnya laut di Pulo Cinta Boalemo-Gorontalo….kalo emang kena deadline mah ya tetep aja sutris. Kalo deadline  ya tetep aja gak ada yang enak: makan gak tenang, mau maen bentaran keluar dari kerjaan juga gelisah, apapun yang dilakukan serba gak nyantai sebelum si momok bernama deadline itu kelar. Mau disediain fasilitas kantor berupa tempat tidur super empuk, cafe gratis, kolam renang olympic size yang bebas dipake kapan aja, selama masih ada kaitan sama deadline kerjaan, ya gak terlalu ngaruh sih. Buat saya loh 🙂

photo-by-@alvinaolivia-taken-at-Pulo-Cinta-Eco-Ressort-Boalemo

Mau gak meja kerja lo kayak gini  viewnya? Tapi terima brief dari klien hari ini besok pagi jam 9 kudu jadi 10 alternatif design a.k.a deadline ketat? Gambar dari @alvinaolivia

 
2. Yang kedua, perihal tujuan. Masing-masing tujuan orang beda-beda. Ada yang memang mengejar jenjang karier, ada yang cuma murni mikirin uang a.k.a gaji. Nah saya yang nomor 2 alias gaji. Di luar sana banyak banget orang sukses dengan jenjang karier luar binasah dan mereka seumuran dengan saya. Artinya, dengan usia segini (kepala 4) kudunya kalo emang berkarier ya udah level Manager, Director, Vice President, dan level-level setara itulah. Sementara saya saat ini bekerja karena memang bertujuan membantu finansial suami saja. Sudah ndak punya goal untuk naik jabatan, bekerja di perusahaan yang bonafid berkelas internasional di daerah jantung ibukota. Jadi mindsetnya adalah sebatas bisa gajian untuk bayar SPP anak dan membeli sembako buat keluarga saya. Jadi, udah gak kepikiran berkantor di tempat keren, hits, kekinian. Mau dikasih kantor yang cuma seperti sekarang ya tetap asik dan nyaman aja. Sekali lagi, masalah tujuan ya guys.

At least dua hal di atas adalah pendapat saya. Ah maafkanlah pembaca atas postingan enggak guna hari ini. Berhubung blog pribadi, jadi terkadang sesuka-suka hati pula ngisinya, enggak pake mikir apa nanti dampaknya ke orang yang mbaca. Intinya di manapun kita bekerja, yuk tetap semangat, tetap berkarya positif, dan jangan lakukan hal-hal negatif yang merugikan perusahaan dan diri kita sendiri. Idiih tumben bijak? Abis makan apaan mpok? Hahahaha…

Maafin ya untuk nyampah hari ini.
signature

Advertisements

22 thoughts on “Kantor Kekinian vs Tujuan Hidup

  1. Tiwi justin says:

    Nah, aku dulu pas masi di media, kamtornya sama ama type kantormu sekarang mb, nyewa rukan di salah satu perumahan mewah jakpus, kantornya model yang kayak rumah jadul gitu sih, suasananya dibikin homey
    Tapi pas meja kubikelnya dilepas trus antar satu meja jadi saling keliatan, berasa ga santaaaynlagi hahahha, palagi klo jamnya bos datang, wuih ga bisa yang namanya ongkang ongkang kayak sebelomnya. Duh

    Uda gitu tetep everyday is deadline day, *itu cerita lamaku

    Liked by 1 person

  2. Tia says:

    Tapi menurutku yaa “tidak ada makan siang gratis” alias klo jadi betah ngantor melulu trus gak pulang2 atau seakan2 gak boleh pulang gimana?
    Klo buat aq skrg pengennya kantornya selemparan sendal sm rumah, tapi kok gak ada yg buka lowongan. Hahaa

    Liked by 1 person

  3. Syarifah Dhira says:

    Saya termasuk salah satu yang merasa beruntung, Mba. Dulu saya pernah berdoa ingin bekerja di tempat yang bisa bikin saya bekerja dengan bahagia dan dibayar dengan pantas. Eh, seminggu kemudian saya diterima bekerja di perusahaan yang sekarang. Jam kerjanya fleksibel, makan siang dan makan malam dikasi, lumayan banget!

    Bekerja dengan bahagia, aslinya, itu merubah hidup saya jadi jauuuuuh lebih bahagia. Kehidupan antara kantor dan keluarga seimbang dengan porsinya masing-masing. Karena saya bahagia, saya bekerja dengan hati lapang, ikhlal, lebih loyal ke perusahaan dan rasanya sih pekerjaan jadi selesai dengan lebih baik.

    Yah, intinya, perusahaan-perusahaan seperti yang Mba sebutkan di atas, sepertinya mencoba untuk membuat karyawan bekerja dengan bahagia supaya mereka bisa bekerja lebih baik juga 😀

    Liked by 1 person

  4. Sandra Nova says:

    Buat aku, ngantor di tempat kyk rumah pun kalau kerjaannya menyenangkan dan gajinya ok ngga masyalah sama sekali hahahaha… Situasi enak itu bisa diciptakan, kantor banyak fasilitas tapi kerjaan stress, gaji kecil & fasilitasnya ngga bisa digunakan sebaik2nya jg buat apa toh 😀

    Liked by 1 person

    • imeldasutarno says:

      setuju mbak. Makanya aku sampe cantumin foto Pulo cinta plus kepsyen di bawahnya…..untuk mengilustrasikan seperti pendapatmu itu, bahwa kantor banyak fasilitas tetapi kerja stress dll juga gak seberapa guna hehe….

      Like

  5. inlycampbell says:

    Berhubung gak pernah kerja di kantor model google gitu, dan kalau lihat kelakuan teman sekantor plus aku jaman kerja dulu, rasanya gak pengen deh, bisa2 pada gak kerja semua haha.. Pernah kerja di cubicle, hepinya kalau lagi bete, ngendon aja gak perlu ngobrol sama yang lain.. trus karena cubicle juga, kadang bisa nyuri2 pada main game, kalau aku nonton Yutub haha.. #oops
    Waktu kerja yang gak pake cubicle, lebih enak bisa ngobrol sana sini, cuma yah itu, layar komputer kudu kelihatan kerja.. haha..

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s