Hilangnya Sang Motor Matic

Di suatu sore menjelang malam, saya mengendarai motor. Menyusuri jalanan yang ramai dengan kendaraan lalu lalang. Entah kenapa mengendarai motor sore ini terasa cukup mudah.
Sampai akhirnya saya sampai di rumah kerabat yang lokasinya persis pinggir jalan besar. Saya parkir motor di luar pagar rumah kerabat tersebut. Kemudian saya masuk, untuk bertamu.

Malam menjelang. Saya pun pamit pulang. Keluar pagar……………. motor saya tidak ada. Motor matic Vario. Saya lalu meminta tolong kepada kerabat tersebut untuk mencarikan, siapa tau parkirannya dipindah ke tempat lain. Lalu kami pun keliling seputar rumahnya mencari. Asli gak ada. Gak ketemu. Jalan raya masih ramai.

Saya mulai panik. Terbayang pertanggungjawaban kepada suami., karena itu motor dia. Motor itu raib begitu saja, entah siapa yang ngambil.
Saya makin panik, ketakutan, dan terbayang masalah besar dan prosedur panjang yang harus saya jalani untuk mengurus kehilangan itu. Belum lagi masalah batin yang asli gak ikhlas mesti kehilangan motor.

rTnKGXekc

gambar dariย clipart-library.com

Di tengah kepanikan luar biasa……………………

 

 

 

 

Saya pun terbangun.

Alhamdullilah ternyata itu hanya mimpi di tidur malam hari. Iya, saya mimpi. Begitu bangun saya antara lega dan amazing. Gimana gak amazing? Seumur-umur saya ini ya gak bisa bawa motor. Tau-tau dalam mimpi saya bisa asik-asik nyetir motor matic. Keinginan untuk belajar pun tak ada karena udah takut liat perilaku berkendara para driver (mobil dan motor) di jalanan terutama Jakarta ini yang udah makin tipis toleransi ke sesamanya dan seperti sudah pada punya nyawa kedua.
Syukurlah semua itu hanya mimpi. Gak kebayang kalau kejadian beneran….duh gak ngerti mesti gimana ngumpulin duit lagi kalau mau beli motor hiks hiks…..
signature

Advertisements

21 thoughts on “Hilangnya Sang Motor Matic

  1. Harlita says:

    Syukurlah kalau cuma sebuah mimpi Mba… Kalau saya memang pernah kehilangan motor yang terparkir di lapangan parkir salah satu SMP Negeri di Bogor, satpamnya pun ADA tp entahlah, mungkin belum rezeki, kalau sudah hilang rasanya ya gondok dan lagi harus proses panjang di kantor polisi… hmmmmmm…

    Liked by 1 person

  2. Ikha says:

    Alhamdulillah mimpi saja mbak..

    Pernah ke Jakarta, waktu itu jalan kaki, dr st. Karet ke daerah tanah abang dan masyaAllah pengendara motor ga ada ramah2nya, trotoar sampe dibuat lewat.๐Ÿ˜ข

    Like

  3. Annisakih says:

    Toss dulu mbak, saya juga gabisa bawa motor hueheheheeee.. Plus orangnya teledor. Ga kebayang kalau sampai bisa bawa trus ngilangin motor, duuhh pasti nyeseknya sama kayak di mimpi mbak itu

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s