Semoga Istiqomah (this isn’t about religious article)

Saya sudah pernah nulis di artikel Diingatkan Oleh Sebuah Quote yang intinya “yuk lah ngirit. Selama masih bisa masak sendiri dan punya waktu, kurang-kuranginlah jajan di luar.”
Nah sejak terinspirasi sama quote itu, saya jadi ….dibilang rajin masak ya iya, dibilang mood-mood an masak ya iya juga. Hehe… Hampir tiap hari sekarang saya masak lauk melulu. Lauk itu untuk makan orang serumahan plus saya bawa sebagai bekal ke kantor.

Sebetulnya dari dulu juga ya masak. Kan udah punya rumah tangga, masak ngewarteg mulu tiap hari hehe. Tapi, frekuensinya sekarang semakin rajin jika dibanding tahun-tahun sebelumnya. Bisa dibilang saya telat. Ibaratnya ABG puber, saya terbilang ABG yang telat pubernya. Orang udah pada sampe planet Pluto saya masih aja di planet Bumi. Orang mah udah daridulu menyadari bahwa masak sendiri dan ngebekal itu ngirit banget, saya baru nyadar bangetnya sekarang. Idih kamana wae neng geulis?
Tapi memanglah terlambat itu lebih baik daripada tidak samasekali *ngeles amat sih anaknya?

Kalo dulu-dulu yang namanya frekuensi masak timbul tenggelam dan hasrat jajan di luar lebih membara. Kalo gak ada selingan berupa jajan, suka complain ke pak suami kenapa kita sekali-sekali enggak makan di luar. Duh aslilah istri yang jauh dari solehah bener ye? Sementara pak suami orangnya kebalikan alias pengennya lebih banyak makan di rumah karena faktor hiegenis dan hemat.

Ah sudahlah, masa lalu biarlah berlalu….sekarang mari kita buka lembaran baru *mirip lagu dangdut ya?

Nah talking about rajin masak ini, saya makin semangat karena sejak berhijrah untuk lebih aktif di Instagram ketimbang FB, saya melihat begitu banyak akun orang lain yang konsisten masak dan foto mereka ciamik-ciamik. Master lah kelasnya. Ya kan kamera mereka juauh lebih buagus ketimbang kamera hp jadul eike hihi. Ngeliat tampilan masakan yang fotonya tajam dan keren, sudah barang tentu membangkitkan selera ngeces setiap umat. Foto-foto merekalah yang menginspirasi saya untuk juga semangat mengupload setiap hasil masakan saya ke IG.

Walaupun lauk yang saya bikin sehari-hari jauh dari enak (rasa garem doang cyiiin), dan hanya muter-muter itu-itu saja setiap hari alias membosankan. Begitu diposting di IG, walau hanya dikasih love oleh satu dua orang, duh ya Allah rasanya terima kasih banget karena mereka telah mengapresiasi foto saya yang kadang buram, blur dan gak menarik blas komposisinya. Love/like mereka ini juga yang menjadi penyemangat saya untuk masak tiap hari, dan upload tiap hari. Inilah beberapa foto masakan lauk dan juga cemilan buat di rumah yang dimasak sendiri:

Screenshot_2017-11-03-11-38-49-600x1067

Screenshot_2017-11-03-11-39-03-600x1067

Screenshot_2017-11-03-11-39-17-600x1067

Screenshot_2017-11-03-11-40-42-600x1067

Screenshot_2017-11-03-11-41-01-600x1067

 

Screenshot_2017-11-03-11-41-43-600x1067

Screenshot_2017-11-03-11-52-17-600x1067

Dan memang masak tiap hari plus ngebekal ini, sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan dompet loh. Hitungan sederhananya, kalo misalnya saya pulang kantor dijemput pak suami trus mampir makan soto ayam, berdua aja bisa habis 40-50 ribuan untuk dua porsi soto ayam. Sementara dengan uang segitu, saya bisa masak untuk makan lima mulut manusia dalam rumah saya (pak suami, saya, Alun, Lintang, mbak ART). Soal kesejahteraan dompet ini juga membuat saya kaget bahagia akhir bulan kemarin. Yang biasanya H-7 gajian saya udah minjem uang ke pak suami buat ongkos (hahahaha ketauan dah jeroan rumah tangganya), eh tiba-tiba di H-7 sebelum gajian kok di ATM saldo saya masih ada 400 ribuan? Shock yang membahagiakan ya pemirsa.

Lalu postingan ini nyambungnya ke mana sih? Gini, tadi pagi saya baca di detik dot com ada sebuah berita yang membuat saya galau, antara sedih tapi ya juga ada senangnya. Sedihnya karena ternyata dari hasil riset, penjualan beberapa produk makanan itu menurun. Rata-rata penghasilan masyarakat menengah ke bawah tak banyak berubah, sementara biaya hidup terus melonjak. Senangnya adalah…… hasil riset juga menyimpulkan masyarakat di level ini juga kini lebih senang untuk membuat makanan sendiri di rumah ketimbang membeli makanan jadi dari luar. Mereka juga memilih untuk membuat camilan sendiri di rumah. Selain lebih higienis, mereka juga bisa lebih berhemat. Untuk lebih jelasnya yuk di baca di sini

IMG_20171103_100427_039

Wiiih…berasa ada temennya. Berasa nambah semangat lagi karena semakin banyak juga orang di luar saya yang lebih memilih masak sendiri. Nah saya kemudian langsung minta doa dari pak suami: pak suami…doakanlah istrimu selalu istiqomah yaaa..supaya imannya tetap kuat untuk selalu rajin memasak sendiri dan terhindar dari godaan jajan yang gak penting. Wahahaha doanya rada-rada yeee….

Oh ya saya sekali lagi enggak berusaha mempersuasi orang lain yang membaca postingan ini untuk ikut-ikutan ya. Karena pilihan lifestyle itu ada di tangan masing-masing rumah tangga dan individu. Postingan ini cuma sekedar sharing berdasarkan pengalaman pribadi saya aja.

Selamat weekend semua 🙂
signature

Advertisements

28 thoughts on “Semoga Istiqomah (this isn’t about religious article)

  1. Pipit Widya says:

    Mba Imel, gapapa telat. Seneng ya mba bisa irit dan sehat tentunya.
    Kalo aku, dari awal nikah pak suami udah minta dibikinin bekal. Itu udah berlangsung 7th. Kadang bosen sih krn bingung mau masak apa. Sekarang nyontek aja menu di IG. Hehehe.
    Semoga istiqomah mba.:)

    Liked by 1 person

  2. Crossing Borders says:

    Bravo!👍 Udah kerja kantoran, sempat masak pula.. Aku bisa masak tapi gak suka kegiatan ini sebetulnya, tapi daripada jajan, mendingan masak sendiri. Hemat uang dan lebih terkontrol bahan-bahannya dan prosesnya juga. Apalagi di Oz sini, kalo ngandelin warteg aka takeaway mah bangkrut kami😄

    Liked by 1 person

    • imeldasutarno says:

      wahahahah, ini karena jarak rumah-kantor deket Emm. Coba kalo eikeh tinggal di Tambun trus kantornya di Bintaro, yassalaaaam boro2 mikir masak hehe…
      Iya kalo di LN harga makanan mahal ya, jadi lebih banyak masak sendiri

      Like

  3. Lativa says:

    Aku jg tiap hari mbekel ke kantor mba. Tp mostly sih buat sarapan doang yg gak pake dimasak sih krn bekelnya buah potong, kadang pisang..atau roti2an. Krn males makan nasi pagi2. Kalo lg insyaf atau bosen makanan sekitar kantor (atau tanggal tua haha) ya bekel jg buat maksi, itu biasanya masaknya malem2.. subuh tinggal angetin, masukin tuppy cuss deh ngantor.

    Liked by 1 person

  4. denaldd says:

    Mbak, itu foto soto ayam lengkap banget isiannya tapi di keterangan fotonya ada kata “cuma” jadi kayak humble brag lho haha lha cumanya sudah lengkap banget gitu, gimana yang ga cuma 😁
    selalu dan tetap Semangat masaknya!

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s