Makin Stres Makin Gemuk

Kapan terakhir kali kalian kurus? Lhaaaa? Pertanyaannya coba ya itu cobaaaaa…. *lalu melirik timbangan sendiri. Nah jadi kali ini saya bukan pengen bahas kompetisi berat badan ya. Tapi soal sutrisnya dunia kerja dan korelasinya dengan pertambahan berat badan. Udah mirip judul tesis belon guys? *ngikikmiris

Zaman sebelum jadi karyawan saya pernah ngerasain kurus. Gak ceking kurang gizi gitu, tapi berat badan ideal benerlah pokoknya. Masih perawan ting ting waktu itu *pentingditulis.

Ketika mulai bekerja, pola makan lantas berubah.

Bekerja di bidang apapun, kita enggak luput dari yang namanya deadline dan stress ya. Apalagi kerja di creative agency begini. Deadline dan revisi ndadak dari klien udah makanan sehari-hari. Wajar kalo jam kerjanya enggak jelas. Lha wong revisi baru dateng jam 5 sore dari klien dan besok pagi jam 7 udah kudu die-mail ke klien. Lembur maning…lembur maning. Biasanya tim produksi nih yang begini. Misalnya designer, web programmer, scriptwriter, dll.

Orang merespon stress dengan berbeda. Ada tipe yang ketika stres malah kehilangan nafsu makan. Tapi ada pula yang sebaliknya. Ketika berhasil menyelesaikan deadline dan leganya luar biasa, pasti dong pengen ngilangin suntuk plus semacam ngasih reward ke diri sendiri. Caranya macam-macam. Misalnya nonton bareng ke bioskop, meet up sama patjar, dan makan enak.

Nah yang terakhir ini paling sering dilakukan terutama para wanita. Termasuk saya. Di perusahaan saya, sudah menjadi rahasia umum ada semacam jargon: kalo masuk sini pasti beberapa bulan ke depan kamu gemuk deh.
Maaf postingan ini sekali lagi bukan mau main fisik atau gimana. Cuma nyeritain kenyataan yang terjadi, terutama di saya juga.

Dari website Hellosehat dotcom, dikutip: “Banyak orang dewasa melaporkan bahwa mereka adalah golongan orang yang makan saat stres, alias lebih banyak makan atau makan makanan yang tidak sehat saat dirinya merasa stres. Perilaku makan seperti ini membuat diri kita lebih bisa menghadapi stres yang dirasakan”.

Lalu masih dari web yang sama, katanya stres itu dibagi 2 yaitu stres akut dan kronis. Penjelasan njelimet ilmiahnya gini:

Respon tubuh terhadap stres akut

Saat Anda mengalami stres akut, bagian medular otak memberikan sinyal untuk melepaskan beberapa hormon stres, seperti epinefrin (adrenalin) dan norepinefrin (noradrenalin) dari kelenjar adrenal. Hormon-hormon ini kemudian memicu respon “fight-or-flight”, seperti peningkatan detak jantung, pernapasan, pemecahan lemak dan karbohidrat, serta tekanan darah. Pada waktu yang sama, tubuh memperlambat kerja fisiologisnya, seperti aliran darah ke sistem pencernaan, nafsu makan, dan asupan makan. Jadi, pada saat stres akut, Anda lebih mungkin untuk kehilangan nafsu makan Anda.

Respon tubuh terhadap stres kronis

Saat tubuh Anda mengalami stres kronis, hipotalamus (pusat otak yang mengontrol stres) memerintahkan kelenjar hipofisis untuk melepaskan hormon adenokortikotropin (ACTH) ke korteks adrenal. Jika stres kronis cukup berat dan berlangsung cukup lama, maka dapat mengakibatkan hormon kortisol meningkat, di mana hormon ini dapat merangsang nafsu makan selama periode pemulihan dari stres kronis. Oleh karena itu, pada orang dengan stres berat,  nafsu makannya akan meningkat sehingga ia makan lebih banyak, ia akan melihat makanan sebagai objek yang dapat memberinya ketenangan.

Ah iya, stres kronis itu saya. Dan beberapa teman lain di kantor ini……

Kena pressure di pagi hari karena complaint dari klien, dan begitu problem solved, langsung makan atau nyemil enak. Cari cokelat atau sekedar menghirup kopi susu kekinian nan manis. Atau cuma menyesap segelas kopi saset nan manis binti murah, udah seneng banget. Lalu makan siang karbohidrat dan lauk pauk. Abis itu sore menjelang dan masih dalam kondisi pressure karena another jobs from another client butuh diselesaikan, cari cemilan lagi buat membunuh suntuk. Beli es cendollah, kebablah, indomie lah, dll. Sampai kena jam makan malam, makan lagi nasi plus lauk pauk. Eeeh boro-boro bisa pulang karena masih ada tanggungan deadline yang lain lagi. Terpaksa lembur sampai jelang tengah alam. Mendekati jam 12 malam, perut laper maning. Pesenlah McD yang 24 hours ready. Makan berat lagi. Ditambah kondisi kantor saya sangat memuluskan semua itu bisa terjadi. Terletak di area strategis dan super dekat dengan segenap jualan makanan, baik yang tradisional maupun kekinian, semua ada dengan jarak yang dekat dari kantor. Tinggal nyiapin uangnya euy.

Akhir bulan timbangan makin geser ke kanan. Alih-alih kurus karena kurang istirahat dan diforsir kerjaan, badan malah makin tambun. Intinya: saban ada dalam pressure rasanya pengen release dengan cara makan yang enak….dan sudah pasti berkalori tinggi. Barusan aja nih, saya ngelarin satu draft 165 halaman untuk di-QC kemudian saya merayakannya dengan makan nasi Padang. Yassalam jeng, diet situ apa kabarnya? Hhahahaha….

Yah itulah yang dilakukan terutama oleh sebagian perempuan ketika ia bertemu pressure dan stres di pekerjaan. Dan ketika makanan enak habis disantap, barulah timbul sedikit penyesalan plus pikiran macam-macam soal diabetes, asam urat dan kolesterol 🙂

Pertanyaannya….kenapa ketika saya masih kuliah atau pas zaman sekolah, di mana kena stres juga ngadepin tugas akhir, ujian, ulangan, apalagi EBTANAS (maaf ya belum kenal UN waktu itu hihi), saya enggak gemuk? Mungkin salah satu jawabannya adalah: karena saat itu uang terbatas, cuma ngandelin uang jajan yang dijatah ortu plus dulu aneka makanan dan cemilan belumlah segegap gempita zaman sekarang. Aha, satu lagi, akses ke makanannya sendiri juga terbatas. Bedain sama sekarang, stres dikit, males jalan, langsung order Go Food. Uang juga engga masalah, karena udah punya gaji sendiri, suka-suka ai dong mau dipake buat beli apaan. Zaman dulu pelarian stresnya ya cuma bisa makan apa yang dimasak nyokap di rumah, atau paling banter jajan Chiki Snack wkwkwkwkw……

Ah bahas beginian doang tau-tau udah 800an karakter sendiri. Sekarang gantian cerita, kalau teman-teman termasuk tim #StresMakanMakan atau #StresHilangNafsuMakan ?
signature

Advertisements

12 thoughts on “Makin Stres Makin Gemuk

  1. mrs muhandoko says:

    kalo di kantorku juga rentan stress mbak ( etapi dimana mana tiap kerja kan kdg ada stress nya ya). yg stay di kantor ada 3 pegawai. semuanya doyan makan. doyan jajan. tapi tetep kurus kurus. hahahaha karena mungkin bolak balik diomelin klien kali ya.

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s