Edisi Dibuang Sayang part 4

Hai, bertemu lagi dengan cerita-cerita random receh yang based on pengalaman sehari-hari. Sayang kalo dibuang. Dikumpulin untuk menjadi bahan tulisan Edisi Dibuang Sayang part 4:

1. Mimpi Anak Sakit.
Bulan kemarin, di kelas anak sulung saya, sudah 9 orang yang kena cacar air. Awalnya satu anak, lalu seperti kita tau cacar air penularannya sangat cepat, maka merembet ke teman-teman yang lain. Dan sedihnya ada beberapa yang sampai harus mengikuti ujian tengah semester susulan akibat cacar ini. Alhamdulilah sampai tulisan ini publish, anak sulung saya belum tertular. Tapi….minggu lalu, saya tidur dan bermimpi anakku kena cacar. Mukanya penuh sama bentol-bentol cacar berisi air. Namanya mimpi ya, suka gak beraturan dan absurd. Jadilah dalam mimpi itu ya saya cuma ngeliat muka dia penuh cacar, lalu saya kebangun. Alhamdulilah cuma mimpi…..

2. Mimpi (lagi) Ada Arisan Aneh
Ini mimpi baru dua malam lalu.  Dalam mimpi itu saya sedang tidur di kamar sama suami dan tiba-tiba kami berdua terbangun karena ada suara orang-orang berisik di ruang tamu. Kami lalu sepakat bangun dan ketika membuka pintu kamar, sudah banyak sekali orang-orang di ruang tamu sampai ruang makan, duduk di kursi. Mereka kebanyakan perempuan, usia sekitar 45-50 tahun, alias hampir oma-oma. Ada yang rambutnya diwarnai merah ungu kayak vokalisnya Paramore. Gokil lah pokoknya. Dan tak satupun dari oma-oma itu yang kami kenal. Lalu saya bertanya ke mereka kenapa mereka pake rumah kami untuk acara arisan? Si oma berambut merah ungu menjawab, tapi jawabannya gak nyambung sama pertanyaan saya. Plus dia jawabnya nyolot. Lhah galakan die?
Lupa juga apa yang dia katakan. Namanya juga mimpi, semuanya nampak kacau. Dan mereka semua tetap cuek mengadakan arisan tanpa mempedulikan kehadiran saya dan suami sebagai pemilik rumah. Dan alhamdulilah saya terbangun. Hahahaha…ada-ada aja ini mimpinya ya? Padahal saya tidur baca doa plus ga mikir macem-macem, eh kok ya dikasih mimpi begini sama Allah ya? 🙂

3. Mikirin (banget) Soal LRT
Pembangunan LRT di Jakarta kan lumayan gencar. Dan memang direncanakan pada Asian Games Agustus nanti, mulai beroperasi. Nah saban ngeliatin konstruksi rel LRT nun jauh di atas sana, saya sering mikir: bagaimana cara menyelamatkan penumpang, ketika LRT mendadak ada trouble, berhenti dan tidak bisa meneruskan perjalanan? Penumpang mau ke tanah pake apaan? Disiapin tangga gitu?
Pertanyaan tolol ini tentunya tercetus karena saya orang Indonesia yang seumur-umur gak pernah punya LRT dan gak ngerti LRT. Padahal jawabannya gampang. You know what...saya sampe browsing-browsing loh buat nyari jawabannya.
Jawabannya ya didorong dengan gerbong LRT lain yang didatangkan sebagai bantuan. Didorong sampai stasiun terdekat. Dengan begitu ya para penumpang bisa turun dong. Lha ngapain segala mikirin tangga? Hahahahaha dasar ndesoooooooooo…….

4. Dia Baca Apa?
Berapa hari lalu seperti biasa saya naik ojek online menuju kantor. Duh macet dan terik padahal baru jam 8 pagi. Di tengah kemacetan, motor salip kiri kanan nyari celah biar bisa lewat. Ojek online di kemacetan itu banyak banget selain ojek yang saya tumpangi. Di sebelah kiri tiba-tiba melintaslah satu ojol membawa penumpang berhijab. Awalnya saya pikir penumpang wanita tersebut sedang main hape, karena dia memegang sesuatu dan khusyuk membacanya. Iya, main hape di atas ojol adalah salah satu hal lumrah yang sering kita liat di zaman sekarang ya.
Nah balik lagi ke mbak itu. Karena motor kita saling mencari celah, dan kecepatan super lambat di tengah macet, saya lama-lama jadi bisa ngeliat jelas apa yang sedang ia pegang. Rupanya………………………..beliau tengah memegang dan membaca Al Quran mini di tengah kemacetan. Detik itu juga rasanya saya pengen banget ngubur diri ke dalam tanah yang terdalam. Malu bok! Ketika hati sibuk merutuki terik matahari dan macet, ada orang yang malah berusaha mencari pahala dan kesibukan positif di tengah kondisi yang terbilang negatif (macet) itu. Huhuhuhuh…..tengsinnya dirikuuuuu

5. Acara yang Dulu Gak Kita Alami 
Membaca di media soal musim ujian nasional baik tingkat SMA sampai SD, saya jadi teringat zaman saya sekolah dulu. Dulu kalau mau ujian, ya ujian aja. Belajar, itu amunisi utamanya. Selebihnya ya paling-paling ortu nasihatin biar lancar ujiannya. Udah, kelar.
Zaman sekarang, mau ujian, aneka aktivitas dilakukan. Ada event doa bersama dengan para guru di sekolah. Sampai siswa dibuat benar-benar merasa terhanyut dan menangis dalam doa. Kemudian ada pula sekolah yang mengadakan acara sungkem kepada masing-masing orang tua plus guru pembimbing. Di acara seperti ini pun para siswa terharu dan menangis, ingat dosa-dosanya pada ortu padahal ia benar-benar membutuhkan restu dan doa ortunya agar sukses melewati ujian nasional. Ada pula sekolah yang membelikan para siswanya minuman dingin yang diseruput sebelum masuk kelas untuk ujian. Minuman dingin ini yah bangsa Teh Pucuk, Teh Botol gitu-gitu. Agar para siswa rileks dan moodnya bagus katanya.
Zaman sudah berubah. Bisa jadi pula semakin ke sini, soal ujian semakin sulit, persaingan semakin ketat untuk tembus ke sekolah tingkat selanjutnya. Makanya jadi ada event ini itu sebelum ujian dilakukan. Ah seandainya dulu eikeh dibeliin minuman dingin ama pak guru ya sebelum masuk ke ruang ujian. #lhah?

6. Aplikasi Tinja
What? Eits,…pengen ngakak ya? Sama saya juga pas baru baca beritanya di media pengen ngakak. Padahal ini usefull loh aplikasinya. Jadi ceritanya pemkot Bekasi ingin mengurus sistem pembuangan air limbah domestik secara online. Maka diciptakanlah aplikasi bernama Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (L2T2). Dan peluncuran aplikasinya sebetulnya sudah sejak tahun 2017. Aplikasi ini kerjasama pemkot Bekasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera).
Ndilalah saya baru ngeh sekarang gara-gara iseng baca berita online tadi. Hehe…. Saya lalu iseng nyari di Playstore. Nah tampilannya kurang lebih seperti ini:

Screenshot_2018-04-13-12-41-36_crop_540x860

Screenshot_2018-04-13-12-41-17_crop_540x854

Namun sayang seribu sayang, aplikasi ini menurut review para pengguna: crash, tidak berjalan, error, dll. Entahlah, mungkin memang sistemnya belum siap banget tapi udah diluncurkan ke masyarakat. Pas banyak yang donlot, malah down. Untuk kamu yang tinggal di Bekasi, ada yang tau aplikasi inikah?

Segitu dulu Edisi Dibuang Sayang kali ini. Kapan-kapan saya update lagi ya.
Terima kasis sudah membaca 🙂
signature

Advertisements

9 thoughts on “Edisi Dibuang Sayang part 4

  1. Pipit Widya says:

    Mba, sehari bisa bikin lebih dari satu postingan, hebat banget. Apalagi mba Imel kerja.

    Oia, tetanggaku juga ada yg kena cacar dan ada yg tertular. Apa emang lagi musim ya?

    Oia, kalo mimpi emang sering absurd, ya. Hahaha.

    Liked by 1 person

    • imeldasutarno says:

      Hahahaha mbak Pipit bisa aja. Ini pas lagi gak banyak deadline mbak, makanya iseng2 bisa bikin postingan. Kalo draft mah kan udah ada dalam otak, jadi tinggal ketik2 deh, beres. Kayaknya cacar air musim kali ya. Kalo di TK anak bungsuku musimnya gondongan. Ah entahlah, mudah2an anak2 kita terhindar dari penyakit2 ya mbak 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s