Edisi Dibuang Sayang Part 7- Ternyata Drummer

Cerita random belakangan ini yang seperti biasa dirangkum dalam edisi dibuang sayang.

  1. Spanduk Diri Sendiri.
    Seperti kita tau, tahun 2019 itu tahun pemilu. Saya mah gak demen politik-politikan. Enggak paham juga sih sebenernya hehe. Tapi ya tetap menarik untuk ngeliat yang lucu-lucu bertebaran di dunia maya dan nyata,  yang related dengan politik. Termasuk urusan perspandukan.

    Jadi dua hari lalu saya melintas di jalan raya yang memang akses saya pergi pulang kantor. Tiba-tiba di satu spot jalan, ada sebuah spanduk terbentang di pagar sebuah komplek perumahan. Kalau dilihat dari visual spanduknya yang hanya teks dan foto orang, wah ini pasti spanduk dari salah satu tokoh politik. Ucapannya sederhana: Marhaban Ya Ramadhan, Selamat Menjalankan Ibadah Puasa. Iya, pertengahan Mei kan kita semua mau masuk Ramadhan ya, wajar kalau tiba-tiba ada tokoh apalagi yang naga-naganya mau nyalon, membuat spanduk ucapan begitu.

    Eh tapi….ternyata saya rada salah nih. Setelah saya baca baik-baik, di bagian bawah foto orang tersebut, bukan bertuliskan nama partai dan jabatannya. Tulisannya hanya begini:
    T**** N****, Warga Asli Jakarta Timur. (nama saya samarkan makanya pakai bintang-bintang).

    Jadi ucapan selamat menghadapi bulan Ramadhan itu berasal dari seseorang yang merupakan warga asli Jakarta Timur. That’s it. Bukan tokoh politik.
    Waini….baru liat yang kayak gini nih. Besok-besok apa bikin juga gitu ya, spanduk ucapan dari saya sebagai warga Jaktim juga, hihihihi…..

  2. Ternyata Drummer.
    Kalau macet, ada aja yang bisa jadi inspirasi tulisan. Liat kiri kanan, banyak pemandangan macem-macem. Lagi di atas ojek, saya liat mobil sebelah kiri saya ada tempelan stiker di belakangnya. Biasanya mobil itu kan stikernya: kalo enggak stiker area wisata kayak Jungleland, TMII, Taman Safari dll, ya stiker keluarga kayak “Ayah, Bunda, Teteh, A’a, Adek” gitu. atau stiker yang sempat hits kayak “Real Men Use Three Pedals.” Nah yang saya liat agak beda nih. Tulisan stikernya : “Trust Me I’m a Drummer.”
    Jangan-jangan….mobil itu punya Gilang Ramadhan? Atau punya Yoyok Padi? Aaarghhhh….jadi ngayal ke mana-mana kan gegara stiker? Aslinya mah pengen poto bareng *norak
  3. Wow Ada Kera Sakti!
    Tiga hari lalu saya datang ke kantor dan mendapati meja kerja saya “kedatangan” sebuah kertas kecil. Entah siapa yang taro di situ, Bisa aja kececer dan milik orang lain. Ternyata kertas kecil itu adalah kartu nama. Ini bacaan lengkapnya.

    P_20180424_084908-800x600

    Rupanya semacam tabib atau apa gitu. Tapi kok ya Kera Sakti yo? hihihih…ngikik sendiri bacanya. Ada yang mau nyoba kontak?

  4. Sepatu Beli Online (mungkin)
    Minggu lalu saya datang ke sebuah kampus universitas swasta di bilangan Jakarta Selatan, untuk menjajaki sebuah kerjasama. Lalu saya bertemu salah seorang pihak administrasi di kampus tersebut, yang seorang wanita. Beliau cara berjalannya cukup cepat, walau kondisinya tidak terburu-buru saat itu. Gak sadar saya perhatikan, ternyata di balik jalannya yang cepat itu, beliau di saat yang bersamaan memakai sepatu yang kebesaran. Jadi sepatunya adalah high heels dengan potongan terbuka di bagian depan. Jari-jari kakinya menjorok keluar dari celah depan sepatu akibat kebesaran itu. Bisa dibilang kebesarannya menyisakan ruang sekitar 3-4 cm di bagian belakang. Tapi beliau cukup pede dan nampak tidak terganggu dengan hal tersebut. Padahal kita aja yang ngeliatnya udah membayangkan rasa sakit dan gak nyaman. Saya lalu berpikir…oh mungkin beli sepatunya online. Walaupun sudah dikasih ukuran panjang kali lebar oleh pedagang online, bisa jadi pas barang sampai ada kesalahan atau gimana gitu. Memang masih enak belanja offline untuk beberapa barang tertentu terutama yang mewajibkan kita mengepaskannya. Kayak sepatu, baju, helm, dan jaket.
  5. Mungkin Paginya Dia Customer Service
    Masih cerita minggu lalu. Saya pulang kantor naik ojek online. Drivernya rapi dan bersih. Pas mulai pembicaraan, ternyata beliau sungguh sopan. Saya bilang kalau saya pulangnya mau lewat rute X, beliau menjawab: “baik ibu” dengan intonasi layaknya customer service atau sales bank yang suka neleponin kita buat ngumumin soal dapat cash back bla bla bla. Terus pas saya arahin: “nanti di depan belok kiri ya pak”, beliau mengonfirmasi omongan saya: “belok ke kiri sini, betul ibu? “sambil tangannya menunjuk menggunakan jempol, bukan telunjuk. Super sopan dan santun! Saya rada kaget mendapati driver seperti ini. Ah mungkin bapak ini di pagi hari ngantor jadi CS di perusahaan lain, dan sore sampai malam nyambi jadi driver ojek online. Semangat ya pak, semoga rezekinya selalu barokah, amiiin…..

    Nanti disambung lagi yaa…..kalau sudah banyak kumpulan cerita random berikutnya.
    signature

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s