Jarak Dekat dan Helm

Soal berkendara di jalanan, semua orang pastinya kepengen sehat selamat sampai tujuan ya. Makanya apapun kendaraan yang kita pakai, pasti ada aja alat pendukung safety yang tersedia. Kalo naik mobil pribadi ada airbag dan seat belt. Naik motor, ya kudu pake helm buat pelindung kepala. Naik angkot? huhuhuhu…apa ya alat pendukung safety nya?

Nah saya pengen fokus ngobrolin soal kendaraan motor roda dua aja. Sudah jamak adanya kita di Indonesia tidak memakai helm ketika perjalanan yang ditempuh hanya jarak dekat. Let’s say cuma dari rumah mau ke minimarket di depan kompleks rumah. ah ngapain ribet pake helm segala, deket ini kok. Biasanya alasan itu yang terucap.

Bahkan untuk jarak yang sedikit lebih jauh pun orang Indonesia masih berani untuk tidak berhelm ria. Nah kalau ini biasanya alasannya: gak ada polisi kok, gak bakal kena razia. Hayooo ngaku siapa yang sering begini? Hihihihi…..

Di sekolah anak saya, lebih dari separuh pengantar yang menggunakan motor, tidak menggunakan helm. Memang rata-rata rumahnya tidak terlalu jauh dari sekolah. atau kadang ada yang mengantar dan menggunakan helm, sementara boncenger-nya alias sang anak yang diantar sekolah, tidak.

Sementara itu, peraturan kami di rumah: mau naik motor ya wajib pakai helm. Masing-masing anak punya helm sendiri-sendiri.
Alun protes. Terang-terangan dia bilang dia malu. Karena teman-temannya yang diantar naik motor gak pada pake helm, sementara dia wajib pakai, dan wajib ter-klik dengan baik itu helm. Malu karena berasa beda sendiri.

Susah susah gampang ngasih pengertian ke anak kecil seperti ini, memang. Sejauh ini yang kami (kedua orang tuanya) jelaskan bahwa helm ini sangat berguna untuk mencegah kalau terjadi kecelakaan. Kepala adalah organ utama yang wajib dilindungi, karena cedera pada kepala bisa fatal sekali akibatnya. Kami sampaikan bahwa sebetulnya teman-teman yang tidak memakai helm itulah yang kurang tepat, bukan sebaliknya. Jadi gak ada yang aneh sebetulnya.

Kewajiban pakai helm bagi kami sekeluarga semakin diperkuat dengan kejadian 3 tahun lalu. Saat itu mbak ART, Alun dan Lintang boncengan bertiga hendak ke minimarket. Baru jalan 50 meter di gang sempit rumah kami, tau-tau insiden. Pas berbelok ke kanan, motor masuk ke selokan besar yang lumayan dalam, di ujung gang. Alhamdulilah luka yang diderita mereka bertiga tidak terlalu parah, bahkan Lintang gak luka samasekali. Hanya shock karena jatuh aja. Sementara Alun….tau gak apa yang terjadi? Di kaca helmnya, persis di posisi mata…..ada goresan horizontal sekitar 3 cm.

Apa yang terjadi seandainya anak saya gak pakai helm dengan kaca pelindung? Bukankah matanya yang akan tergores dan….ah sudahlah saya benar-benar gak berani lagi membayangkannya lebih jauh. Mata juga merupakan organ super vital bagi manusia. Salah satu dari 5 panca indera.

Itu kejadian hanya jarak 50 meter dari rumah ya. Artinya apa? Ya mau jarak dekat apalagi jarak jauh, pakai helm is a must! Ga ada tawaran lagi. Dan kepada Alun kami juga sering mengingatkan kejadian ini supaya ia semakin paham pentingnya melindungi kepala saat naik motor. Tapi ya tetep anaknya masih sering ngotot pengen tanpa helm.

Keliatan aneh di mata orang lain karena motoran jarak deket aja ribet sama helm? Keliatan sebagai orang yang sok safety? Ah biarin deh orang lain mau bilang apa. Yang penting tugas kita adalah menjaga keselamatan diri masing-masing.
Saya lebih baik berantem tiap pagi sama Alun gara-gara dia masih keukeuh pengen kayak temannya yang lain. Mendingan adu urat daripada ada kejadian yang gak pernah kita inginkan.

Dan kewajiban ini menular ketika kami naik mobil pribadi. Begitu pak suami duduk di bangku driver dan saya di sebelahnya, refleks tangan kami memasang seat belt. Mau jarak cuma 200 meter pun ya tetap ber-seat belt ria.

Mencegah lebih baik daripada mengobati kan temans? Setuju?
signature

Advertisements

12 thoughts on “Jarak Dekat dan Helm

  1. Alemong says:

    Setuju mbak,aku juga pernah nulis ini di blog. Di tempat aku juga sering banget liat ortu bawa anak ga pake helm,ato malah keduanya gak pake,padahal udah masuk jalanan gede,bukan jalan komplek lagi *geleng kepala*

    Liked by 1 person

  2. Endah Kurnia Wirawati says:

    Nahh betul itu. Saya juga sering negor saudara atau keluarga yg sering gak pakai helm dgn alesan dekat. Kalau dekat mah jalan kaki aja sono.. hehehe..

    Soalnya namanya kecelakaan mah gak nunggu jauh, br keluar pagar rumah aja bisa kok langssung keserempet mobil atau motor orang kan.

    Liked by 1 person

  3. ndu.t.yke says:

    Oh sangat setuju. Helm itu wajib dan bukan sekedar aksesoris. Itu ikhtiar kita menjaga keselamatan. Jauh dekat ya tetap pakai helm lah. Krn (naudzubillah mindzalik), celaka itu gak mengenal jarak dan tempat. Dan jangan lupa KLIK 🙂

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s