Tentang Utang dan Tali Pusar

Sudah lama menu WHAT’S UP NANNY ini ga diisi postingan ya? Soalnya emang belum ada cerita spesial dari seputaran mbak ART. Sampai dua hari yang lalu…..

1. Soal Utang
Mbak ART saya ini sejak dua hari yang lalu teleponnya berdering terus. Tapi ya gak kunjung diangkat-angkat. Sebagai orang yang ikutan ngedengerin ringtone, spontan saya tanya kenapa telepon itu enggak dia angkat.

Dengan sedih dia menjawab: “yah begitulah bu, kalo sudah tanggal gajian, semua telepon, semua kirim WA. Pada minjam uang.”

Sampai di situ saya paham. Mbak Mawar kan memang gaulnya luas. Mbak-mbak ART sesama pengantar jemput anak sekolah, tukang warung, tukang sayur, tukang benerin TV nun jauh di pasar aja dia kenal. Temennya di mana-mana.
Itu baru temen. Ditambah sodara-sodaranya di kampung dan beberapa daerah di Pulau Jawa lainnya.

Stereotypenya orang dari kampung merantau ke Jakarta apalagi sih kalo bukan: sukses dan banyak duit? Faktor itu pulalah yang mungkin menjadi salah satu faktor mbak Mawar kerap dijadikan tempat peminjaman uang oleh saudara-saudaranya. Temen gaulnya pun gak luput sering minjem. Tanggal gajian merupakan patokan mereka semua untuk mulai mengontak mbak Mawar.

Kasihan mbak Mawar. Pusing kepalanya dengar rang ring rang ring telepon. Saya tau banget, dia gak pengen meminjamkan uangnya, karena seringkali berakhir nelangsa. Kita yang minjemin uang, kita yang berhak nagih, malah terkadang kita nelan pil pahit. Nanti, nanti dan nanti, hanya itu yang bisa dijanjikan para peminjam. Malah terkadang yang minjam yang lebih galak. Padahal bisa jadi kita juga butuh uang itu untuk hal-hal urgent.

Saya menyarankan, salah satu jalan keluar terbaik adalah menjawab para penelepon: maaf uang saya udah saya transfer ke kampung semua, gak megang apa-apa lagi. Saya cuma ikut makan ama ibu dan bapak bos saya yang sekarang.
Entah apakah jawaban ini berhasil membungkam para peminjam atau tidak. Saya belum ngecek lagi ke mbak Mawar.

2. Pusar puput dan obat demam
Beberapa minggu lalu saya lagi bongkar-bongkar laci peralatannya anak-anak. Dan menemukan pusar Lintang yang sudah puput, yang saya simpan dalam bungkusan kain kasa, dalam plastik. Saya minta saran sama suami dan mbak ART, mau diapakan ini? Saya kan kurang paham tradisi-tradisi. Logika saya: benda ini memang kenang-kenangan kehadiran Lintang di dunia, tapi lalu sudah menghitam begini, apa gak sebaiknya dibuang saja? Toh enggak jelas kegunaannya apa?

Dan semua orang protes. Suami bilang simpan saja biar sampai nanti Lintang dewasa dia bisa liat dan mengenang kelahiranya di dunia ini. Nah, jawaban mbak Mawar yang bikin saya rada shock: bu, kalo di kampung mbak mah, itu buat obat demam. Jadi direbus sama air, trus nanti air rebusannya diminumkan ke anak yang demam. Anak saya juga waktu kecilnya kalo demam suka saya minumin itu.

Aku mendadak mual bro! Saya bukan tenaga kesehatan, tapi logika sederhana: ketika pusar puput ini sudah gak menyatu lagi sama tubuh bayi, dan hanya disimpan berbungkus kasa, bukankah kena debu, terpapar virus, kotoran, dan mungkin juga bakteri? Lalu diminumkan ke anak sakit, apa iya malah sembuh ya anaknya?

Walahualam juga sih ya. Percaya gak percaya…lha buktinya mbak Mawar bisa cerita, artinya kan emang anaknya cucok minum rebusan tali pusar itu.

Itu adalah dua cerita baru dari mbak ART. Terutama yang soal utang, mudah-mudahan beliau menemui jalan keluarnya ya guys..amiiin….
signature

Advertisements

9 thoughts on “Tentang Utang dan Tali Pusar

  1. ndu.t.yke says:

    Buat kasus mbak mawar, aku ikut mengamini. Untuk tali pusar, errr aku jg maunya buang aja. Tp yg punya anak keduaku ini buktinya masih aja disimpen di kulkas, errrr…. (suami percaya tuh sama yg rebus2 itu, hiiiiiiy!)

    Liked by 1 person

  2. Ikha says:

    Mbaak.. saya mendadak mual. šŸ™ŠšŸ™ŠšŸ™Š
    Jangankan bayangin tali pusar yg sdh item direbus, sakit tipes suruh minum cacing bubuk saja saya muntah duluan dan ga mau mbak šŸ˜¦

    Mudah2an mbak mawar menemukan jalan keluarnya..

    Liked by 1 person

  3. Gustyanita Pratiwi says:

    Izzz sama mantan mbk yg banyu2 ijk juga berkata begitu, masak disuruh minum rendemannya, klo aku ga mikir apa apa, cuma yg kupentingin apakah higienis ahahhha, gitu deh tradisi

    Hmmm, kesian mbk mawar mendingan klo diriku jadi dia, berkata tegas, soalnya yg orangnya tipe ngutangan ini biasanya bebal, ngga tau diri waktu ditagih kan bikin gemash gemash gumana gityu hihi

    Like

  4. Endah Kurnia Wirawati says:

    duhh kalau soal hutang itu yaa.. suka bikin kesal sendiri yaa..
    saya punya teman yang sering berhutang, akibatnya susah mau ketemuan sama dia.
    soalnya tiap kali di WA ajakin ketemuan dikiranya mau nagih utang. jadi kita yang gak enak. serba salah deh.

    Kalau soal pusar kadang2 saya gak paham juga sih sama orang dulu.. tapi ya itu turun temurun sih. Susah sekali kalau mau diubah kebiasaannya.

    Like

  5. Bawangijo says:

    Tali pusar itu asalnya dari tali plasenta waktu baru lahir itu kan? aku liat di ig ada yang diolah dijadikan pil gitu, itu dari plasentanya kali ya, ga ngerti hehe..
    Terus aku kapan punya anak? šŸ˜…

    Liked by 1 person

    • imeldasutarno says:

      Iya mbak Bijo, lanjutan dari tali plasenta bayi baru lahir. Ha? Ternyata ada yang dijadiin pil? Baru tau aku huhuhuhu….

      Kapan abang Amerika akan melamarmu? Biar punya anak mbak šŸ™‚

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s