Edisi Dibuang Sayang 9 – Aplikasi Anterin

Kembali menulis Edisi Dibuang Sayang bagian yang kesembilan. Apa saja random stories kali ini?

  1. Mesti Bayar 200 ribu untuk Tes
    Pagi ini saya diajak ngobrol sama driver ojek online yang saya naiki. Dia bercerita panjang lebar bahwa baru sebulan di Gojek. Sebelumnya di Uber 2 tahun. Karena Uber diakuisisi Grab, otomatis dia berhenti. Dan hampir semua driver Uber memilih tidak melanjutkan ke Grab. Karena menurutnya, untuk gabung ke Grab bukan hanya persoalan langsung mutasi dan langsung kerja. Mereka wajib ikutan test drive ulang dengan membayar 200 ribu, dan itupun tidak menjamin kelulusan. Jika tidak lulus ya sudah uang hangus. Jika misalnya dalam test ditemukan lampu sen ternyata mati aja, ya udah ga lulus test. Sementara kalau daftar ke Gojek ya gak pake uang pendaftaran segala.
    Itu yang membuat beliau tidak berkenan ikutan Grab. Saya kurang tau apakah cerita ini 100% benar atau tidak. Tapi lumayanlah ada teman ngobrol sepanjang perjalanan rumah kantor di hari ini.
  2. Aplikasi Anterin
    Masih ada kaitannya sama abang driver Gojek di point 1, dia kembali bercerita bahwa selain ngegojek, doi juga adalah driver dari Anterin. Jadi Anterin ini adalah apps yang sistem kerjanya mirip-mirip ojek online. Tapi bedanya:- harga per kilometernya nanti dibidding antara banyak driver yang ada di sekitar titik lokasi penjemputan.
    – bisa milih driver mana yang mau kita ambil. Mau yang wajahnya ganteng, atau mau yang biasa-biasa aja.

    Point plus minus lainnya saya belum bisa tulis karena ya belum pernah nyoba. So far tampilan apps nya kayak gini.

    Screenshot_2018-05-09-12-42-39-600x1067

    Pak driver juga cerita bahwa nantinya setelah Lebaran, seragam driver Anterin adalah biru. Trus apps ini juga masih akan terus dikembangkan ke depannya. Dari statement si bapak, ada kemungkinan di apps nya masih ada bugs, error, penambahan fitur ini itu. Dan pas saya cocokin ke review di Google Playstore ya emang bener. Malah ada yang bilang drivernya pada slow response, trus kita gak cancel order tapi di hp driver terlihat kita ngecancel, dan masih banyak lagi.
    Jadi ragu-ragu nih. Hmmm mungkin kalo udah ok banget kayak Gojek gitu baru deh mau nyobain hehe.

  3. Sekuriti yang…….
    Setiap kali kita mengunjungi bank seperti BCA atau Mandiri, sudah default bahwa semua sekuriti yang membukakan pintu dan menyambut kita, menyapa dengan ramah, dengan senyum dan salam (Selamat pagi, selamat siang). Begitu pula ketika kita sebagai nasabah selesai bertransaksi dan mau pulang. Sekali lagi sekuriti yang berjaga di pintu akan mengucap terima kasih dll. Terkadang saya merasa mereka kelewat ramah loh, karena ucapan salam disertai juga dengan ucapan hati-hati di jalan semoga sampai dengan selamat di tujuan. Tapi nasabah mana yang tidak senang diperlakukan sopan dan ramah seperti itu?Nah tadi pagi saya mengunjungi salah satu kantor cabang bank CIMB Niaga. Ketika masuk kebetulan pak sekuriti sedang ke toilet nampaknya, jadi saya buka pintu sendiri. Kelar bertransaksi saya menuju pintu. Hampir saya yang membuka pintu karena saya lihat gelagat beliau tak menunjukkan inisiatif membuka pintu. Di detik terakhir sebelum tangan ini meraih gagang pintu, beliau akhirnya membukakan pintu, namun wajahnya boro-boro menatap ke wajah saya dengan senyum. Wajah dan matanya diarahkan ke luar pintu, seperti tengah melihat apa yang sedang terjadi di parkiran kendaraan di depan bank. Jadi ya sekedar membukakan saja, tanpa berbasa basi ke nasabah. Awalnya KZL, tapi ya udah positive thinking aja. Bisa jadi beliau bertugas sendiri. Selain wajib mengawasi kondisi di dalam bank, beliau juga mesti sesekali kontrol keadaan di luar/parkiran. Sudahlah mikirnya begitu aja, supaya KZL nya hilang haha…….
  4. Chrome yang Rusak
    Jadi selama ini saya sengaja enggak instal Facebook Apps di hape. Kalo mau buka Facebook lewat hape ya saya lakukan dengan cara manual, yaitu buka browser, baru masuk ke FB. Cara ini untuk ngurang-ngurangin kebanyakan instal ini itu di hape, biar beban hape enggak berat.
    Nah ndilalah beberapa hari lalu, entah kenapa, browser Chrome di hape saya itu kayak rusak atau error gitu. Saban buka FB trus mau posting foto, pasti dapat warning “Unfortunately Google Chrome is stopped” atau apalah gitu. Akibatnya ke-close lah page postingan foto itu. Dicoba lagi dan lagi, ya tetap sama.
    Anehnya….perasaan di dalam hati kok lempeng yo? Maksudnya nggak ngerasa kayak panik ketergantungan gitu “wah trus gue gimana dong nanti mau FBan?”. Malah tetiba hati ini ngerasa syukur karena dengan rusaknya Chrome, berarti saya gak bisa FBan terutama di rumah. Kalo mau FBan ya mesti pake laptop alias di kantor. Alhamdulilah ya, bisa makin banyak quality time sama keluarga, gak musingin dan gatel dikit-dikit buka FB. Terkadang kerusakan malah mendatangkan berkah ya sodara sodari 🙂

Segitu dulu ya temans. Semoga besok-besok banyak cerita lainnya yang bisa dibagikan ya. Dan semoga pada gak bosen bacanya hehe 🙂
signature

Advertisements

4 thoughts on “Edisi Dibuang Sayang 9 – Aplikasi Anterin

  1. ndu.t.yke says:

    Bingung mo liat apaan di FB skrg. Tp klo ps lagi login (aku ga tiap saat login dan login dr browser juga di Safari), tetep buang2 waktu buat scroll….. padahal udah tau klo gak ada yg menarik hehehe. Makanya jarang mau login FB, timewaster bgt.

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s